Connect with us

Internasional

Kopilot Tikam Pilot di Peswat Flydubai, Penerbangan hingga Dialihkan ke Arab Saudi

Flydubai FZ1073 dialihkan ke Arab Saudi setelah kopilot diduga menikam kapten dan mencoba mengambil alih pesawat.

Actress 1299250

Published

on

Kopilot Tikam Pilot dalam Perjalanan Udara Dubai—Tel Aviv, 174 Penumpang Selamat
Kopilot Tikam Pilot dalam Perjalanan Udara Dubai—Tel Aviv, 174 Penumpang Selamat. Gambar: Dok. Aljazeera

MPN Indonesia 2 Oktober 2026 - Penerbangan Flydubai FZ1073 dari Dubai menuju Tel Aviv mengalami insiden di kokpit pada Rabu (30/9).

Kopilot diduga menikam kapten dan berusaha mengambil alih kendali pesawat saat penerbangan menuju Israel.

Pesawat kemudian dialihkan ke Tabuk, Arab Saudi, setelah penumpang dan awak membantu mengendalikan situasi.

“Menyusul insiden yang melibatkan penerbangan FZ 1073 pada tanggal 30 September, dan dalam koordinasi dengan pihak berwenang terkait, penerbangan Flydubai dari dan ke Israel akan ditangguhkan selama penyelidikan berlangsung,” demikian pernyataan juru bicara Flydubai, dikutip MPN Indonesia dari Flydubai, Jumat (2/10).

Pesawat Boeing 737 MAX 8 tersebut membawa 174 penumpang dalam perjalanan dari Dubai menuju Tel Aviv.

Flydubai menyatakan seluruh penumpang selamat setelah pesawat mendarat di Tabuk.

Flydubai FZ1073 Kehilangan Ketinggian saat Insiden di Kokpit

Menurut pejabat Israel dan sejumlah penumpang, Kopilot diduga menyerang kapten Smit Machchhar.

Machchhar merupakan pilot asal India dan kapten penerbangan FZ1073. Dalam insiden tersebut, ia ditusuk dan mengalami luka serius.

Pesawat kemudian kehilangan ketinggian secara drastis ketika keributan berlangsung.

Data yang dicantumkan dalam pemberitaan menunjukkan pesawat turun dengan cepat dalam waktu singkat.

Menurut keterangan yang mengutip Flightradar24, pesawat kehilangan ketinggian sekitar 17.000 kaki dalam waktu satu menit.

Sumber lain menyebut pesawat turun hampir 14.000 kaki dalam waktu kurang dari 30 detik.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan keterangan mengenai kejadian tersebut.

“Selama penerbangan, saat mereka mendekati negara tujuan, salah satu pilot menikam pilot lainnya dan tampaknya mencoba menjatuhkan pesawat beserta seluruh orang di dalamnya,” ujar Netanyahu dalam sebuah pesan video.

Baca Juga:  Pemerintah Indonesia Minta AS, Iran, dan Israel Hentikan Serangan

Netanyahu juga menyebut pesawat berada di ketinggian sekitar 33.000 kaki sebelum turun hingga sekitar 17.000 kaki.

Penurunan tersebut disebut terjadi dalam waktu sekitar satu menit.

Situasi di dalam kabin membuat sejumlah penumpang panik. Penumpang bernama Naama Bershadski mengatakan dirinya sempat mengira pesawat tidak akan selamat.

Penumpang Masuk ke Kokpit dan Mengamankan Kopilot

Sejumlah penumpang kemudian berusaha masuk ke kokpit saat pesawat kehilangan ketinggian. Mereka membantu awak menghentikan kopilot yang diduga menyerang kapten.

Penumpang bernama Yaniv Hayoun mengatakan pintu kokpit saat itu ternyata tidak terkunci.

Penumpang kemudian berusaha membukanya ketika insiden di dalam copilot masih berlangsung.

“Pintunya ternyata tidak terkunci, dan entah bagaimana kami berhasil membukanya,” ujar Hayoun kepada wartawan.

Tindakan tersebut memungkinkan penumpang dan awak membantu menguasai orang yang diduga melakukan serangan.

“Meski ditusuk dan mengalami luka serius, dia melawan, bertahan, membuka pintu kokpit, dan memungkinkan penumpang serta awak mengalahkan penyerang, sehingga mencegah bencana besar di udara,” ujar Netanyahu.

Netanyahu juga mengaku berbicara dengan seorang penumpang Israel yang menerobos masuk ke kokpit.

Penumpang tersebut disebut bergulat dengan pilot yang diduga berusaha menjatuhkan pesawat.

“Saya memberikan penghormatan kepada para pahlawan ini, yang menunjukkan kecerdikan dan keberanian luar biasa. Mereka menyelamatkan banyak nyawa; mereka mencegah terjadinya bencana besar,” ujar Netanyahu.

Selain Hayoun, Dr Shota Musev yang berprofesi sebagai dokter gigi memberikan pertolongan kepada Machchhar.

Dua pilot berkualifikasi yang menjadi penumpang juga dilaporkan membantu menstabilkan pesawat.

Penumpang bernama Miryam Shira Ohayon memberikan keterangan mengenai kejadian saat pesawat berada di wilayah udara Yordania.

Saat itu, pesawat sedang menempuh perjalanan dari Dubai menuju Tel Aviv.

Baca Juga:  Rayakan Ulang Tahun dengan Bersepeda, Eks PM Malaysia Dilarikan ke Rumah Sakit karena Kelelahan

“Kopilot mencoba membunuh pilot dan pada dasarnya melakukan aksi bunuh diri menggunakan pesawat tersebut,” ujarnya.

Ohayon mengatakan sejumlah orang kemudian membantu mengendalikan Kopilot.

“Pesawat itu benar-benar nyaris jatuh, dan hanya berkat kesigapan banyak orang yang berhasil mengendalikan kopilot serta melumpuhkannya, situasi bisa teratasi,” katanya.

Ia juga menjelaskan adanya pertolongan medis di dalam pesawat setelah kejadian tersebut.

“Ada juga seorang dokter yang memberikan pertolongan pertama, serta orang-orang yang merawat keduanya. Selain pilot, tidak ada korban luka lain, namun ketakutan terbesar saat itu adalah pesawat akan jatuh—yang memang merupakan tujuan tindakan pelaku,” tambahnya.

Pesawat Dialihkan ke Tabuk, Arab Saudi

Setelah situasi berhasil dikendalikan, penerbangan tidak melanjutkan perjalanan langsung menuju Israel. Pesawat dialihkan ke Tabuk, Arab Saudi.

Pengawas lalu lintas udara sebelumnya menerima panggilan darurat dan permintaan pendaratan sekitar pukul 08.44 waktu setempat.

Flydubai menyatakan pesawat dialihkan ke Tabuk pada pukul 09.45 waktu setempat.

Data Flightradar juga menunjukkan pesawat sempat mengirim sinyal keadaan darurat. Setelah itu, muncul kode yang mengindikasikan kemungkinan gangguan ilegal terhadap penerbangan.

Pesawat kemudian berbelok menuju wilayah Arab Saudi dan mendarat di Tabuk. Kapten dan kopilot ditemukan terluka setelah pesawat tiba.

Kedutaan Besar India di Arab Saudi menyatakan kondisi Machchhar stabil.

Sejumlah laporan media Israel juga menyebut kapten tersebut menjalani operasi karena luka yang dialaminya.

Flydubai kemudian mengerahkan dua pesawat pengganti ke Tabuk.

Pesawat tersebut digunakan untuk membawa penumpang dan awak melanjutkan perjalanan.

 (RAD/NID/RAD)



Trending