Connect with us

Teknologi

Bakal Digantikan AI, 150 Karyawan TikTok di Jerman Kena Imbas PHK

TikTok memberhentikan 150 karyawan dari tim unit trust and safety di Jerman dan berencana akan menggantinya dengan AI.

Logompn

Published

on

Bakal digantikan ai, 150 karyawan tiktok di jerman kena imbas phk
Bakal Digantikan AI, 150 Karyawan TikTok di Jerman Kena Imbas PHK | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 15 Agustus 2025 - TikTok memberhentikan 150 karyawan di Berlin, Jerman, yang seluruhnya berasal dari tim unit trust and safety. Posisi yang ditinggalkan para pekerja tersebut dikabarkan akan digantikan oleh kecerdasan buatan (AI) dan tenaga kerja kontrak.

PHK ini mencakup sekitar 40% dari total 400 karyawan TikTok di Jerman, dengan mayoritas berada di Berlin.

Tim yang terdampak merupakan kelompok yang bertanggung jawab terhadap pengawasan dan penghapusan konten berbahaya di platform media sosial tersebut untuk pengguna berbahasa Jerman.

Kebijakan tersebut kemudian disusul aksi protes mogok kerja dari karyawan yang tergabung dalam serikat pekerja Ver.di.

Serikat Ver.di telah melakukan dua kali aksi unjuk rasa dan menuntut adanya negosiasi untuk menunda PHK selama satu tahun. Namun, menurut juru bicara Ver.di, Kalle Kunkel, permintaan tersebut belum ditanggapi oleh pihak TikTok.

“Kami meminta penundaan PHK selama setahun. Pada dasarnya mereka bilang tidak mau bicara. Lalu kami bikin aksi 2 kali, mereka masih belum bereaksi,” ujar Kunkel dikutip MPN Indonesia dari The Guardian pada Jumat (15/8).

Peralihan Moderasi Konten dari Manusia ke AI Picu Kritik

Juru bicara TikTok Jerman, Anna Sopel, mengatakan kebijakan PHK ini dilakukan untuk menyederhanakan alur kerja dan meningkatkan efisiensi operasional.

Ia juga menyampaikan bahwa perusahaan tetap berkomitmen menjaga keamanan dan integritas platform.

“Lay off ini untuk meluruskan alur kerja dan meningkatkan efisiensi. Kami tetap berkomitmen untuk melindungi keamanan dan integritas platform kami,” ungkap Sopel dikutip dari sumber yang sama.

Konten yang dimoderasi oleh tim trust and safety TikTok Jerman meliputi kekerasan, pornografi, misinformasi, dan ujaran kebencian.

Baca Juga:  Mark Zuckerberg Rekrut Pencipta ChatGPT jadi Kepala Ilmuwan AI Meta

Sebelumnya, tim ini menangani hingga 1.000 video per hari dengan bantuan teknologi AI. Kini, seluruh proses tersebut akan sepenuhnya diambil alih oleh sistem AI dan pekerja kontrak.

Namun, peralihan penuh kepada AI menuai kritik dari karyawan, terutama karena kecanggihan AI dinilai belum mampu menangani konten-konten yang kompleks.

“AI tidak bisa mengidentifikasi gambar atau video bermasalah kalau itu adalah konten yang rumit,” kata Kunkel.

Ia mencontohkan kasus di mana bendera pelangi LGBT dianggap sebagai konten berbahaya oleh AI, padahal tidak demikian menurut moderator manusia.

Tren PHK Serupa

PHK ini bukan yang pertama dilakukan TikTok dalam setahun terakhir. Sebelumnya, perusahaan teknologi milik ByteDance ini telah memberhentikan 300 moderator konten di Belanda pada September 2024, serta 500 moderator konten di Malaysia pada Oktober 2024.

Gelombang PHK juga terjadi pada Februari 2025 di sejumlah wilayah lain termasuk Timur Tengah, Afrika, Asia, dan Eropa.

Fenomena penggantian tenaga manusia dengan kecerdasan buatan tidak hanya terjadi di TikTok, namun juga menjadi tren di perusahaan teknologi besar lainnya.

Meta dilaporkan juga berencana menggantikan sebagian besar tenaga kerja di divisi peninjauan produk dengan sistem berbasis AI.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending