Connect with us

Teknologi

Mark Zuckerberg Rekrut Pencipta ChatGPT jadi Kepala Ilmuwan AI Meta

CEO Meta, Mark Zuckerberg mengumumkan perekrutan salah satu pencipta ChatGPT dari OpenAI, Shengjia Zhao.

Logompn

Published

on

Mark zuckerberg rekrut pencipta chatgpt jadi ilmuwan ai meta
CEO Meta Mark Zuckerberg | Gambar: Reuters/Manuel Orbegozo

MPN Indonesia 28 Juli 2025 - CEO Meta, Mark Zuckerberg mengumumkan bahwa salah satu pencipta ChatGPT dari OpenAI, Shengjia Zhao, akan memimpin pengembangan kecerdasan buatan di perusahaannya.

Zhao kini menjabat sebagai kepala ilmuwan di Meta Superintelligence Labs.

Langkah ini menegaskan ambisi Meta untuk bersaing dalam pengembangan teknologi AI tingkat tinggi.

Zhao Salah Satu Pendiri Meta Superintelligence

Menurut Zuckerberg, Shengjia Zhao telah terlibat sejak awal pembentukan Meta Superintelligence Labs.

Meskipun namanya baru diumumkan dalam memo internal pada Juni lalu, Zuckerberg mengungkap bahwa Zhao adalah salah satu pendiri laboratorium tersebut dan telah menjadi ilmuwan utama sejak hari pertama.

Ia akan bekerja langsung dengan Zuckerberg dan Alexander Wang, mantan CEO Scale AI yang kini menjabat sebagai chief AI officer Meta.

“Shengjia telah memelopori beberapa terobosan, termasuk paradigma penskalaan baru, dan membedakan dirinya sebagai pemimpin di bidangnya. Saya menantikan untuk bekerja sama erat dengannya untuk memajukan visi ilmiahnya,” tulis Zuckerberg, dikutip MPN Indonesia dari Times of India, Senin (28/7).

Zhao Punya Pengalaman Mentereng

Shengjia Zhao memiliki rekam jejak penting dalam pengembangan teknologi AI.

Selain terlibat dalam penciptaan ChatGPT, ia juga membantu melahirkan model GPT-4, GPT-4.1, dan model O3 di OpenAI.

Sebelumnya, Zhao juga memimpin pengembangan data sintetis di perusahaan yang sama.

Pengalamannya tersebut menjadi modal kuat untuk memperkuat strategi pengembangan AI Meta.

Strategi Meta di AI

Meta Superintelligence Labs dibentuk dengan tujuan mengembangkan model-model AI canggih untuk bersaing dengan teknologi dari perusahaan teknologi lain seperti OpenAI dan Google.

Baca Juga:  Windows 10 Akan Berakhir pada 2025, Pengguna Dianjurkan Update ke Windows 11!

Laboratorium ini terdiri dari para peneliti dan insinyur terkemuka di bidang kecerdasan buatan.

Sebagai bagian dari strategi ekspansi, Meta telah menggelontorkan dana besar untuk mendukung pengembangan AI.

Dalam beberapa minggu terakhir, perusahaan melakukan investasi sebesar USD14 miliar di startup Scale AI.

Selain itu, Meta juga merencanakan investasi tambahan hingga ratusan miliar dolar untuk memperkuat infrastruktur komputasi AI-nya.

“Beberapa tahun ke depan akan sangat menarik!” kata Zuckerbers sebagai penanda komitmen dan optimisme terhadap inisiatif baru ini.

(AKM/NID/RAD)

Trending