Viral
Bupati Sukabumi Bantah Lalai soal Kasus Raya, Bocah yang Meninggal dengan Tubuh Penuh Cacing
Bupati Sukabumi membantah tudingan bahwa pemerintah daerah lalai dalam menangani kasus Raya yang meninggal dengan kondisi tubuh penuh cacing.
Jawa Barat, MPN Indonesia 21 Agustus 2025 - Bupati Sukabumi, Asep Japar, membantah tudingan bahwa pemerintah daerah lalai dalam menangani kasus meninggalnya seorang anak bernama Raya, warga Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Raya meninggal dunia pada 22 Juli 2025 dengan kondisi tubuh dipenuhi cacing, yang disebut-sebut berasal dari lingkungan tempat tinggalnya yang tidak sehat.
Asep menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah memberikan pelayanan kesehatan kepada Raya sejak awal, termasuk melalui posyandu dan puskesmas.
Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah diam terhadap kondisi warga, termasuk kasus yang menimpa Raya.
“Saya ingin meluruskan bahwa pemerintah daerah itu tidak diam, hadir pada saat dan sebelumnya juga hadir. Bahkan pada saat pelayanan posyandu dia (Raya) suka dibawa ke posyandu, dia (dibawa) ke puskesmas. Jadi bukan seolah-olah bahwa pemerintah itu tidak hadir,” ujar Asep Japar saat ditemui wartawan di Pendopo Kabupaten Sukabumi pada Rabu sore (20/8).
Bupati Sukabumi Janji Bakal Evaluasi
Meskipun membantah adanya kelalaian, Asep menyatakan akan menjadikan teguran dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebagai bahan evaluasi.
Dedi sebelumnya menyampaikan kritik keras kepada Bupati Sukabumi dan menilai adanya kelalaian dari aparat desa dalam kasus kematian Raya.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena kondisi mengenaskan Raya yang penuh dengan cacing ketika meninggal dunia. Lingkungan tempat tinggalnya yang tidak sehat disebut-sebut sebagai faktor penyebab utama masuknya cacing ke dalam tubuh korban.
Menanggapi kejadian ini, Asep Japar juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga Kabupaten Sukabumi atas nama pemerintah daerah.
Ia menyatakan siap mengambil langkah tegas terhadap aparat jika ditemukan kelalaian dalam penanganan peristiwa di daerah tersebut.
“Permohonan maaf kepada warga Sukabumi atas kejadian ini atas nama pemerintah. Saya akan melakukan tindakan kepada aparat petugas kita,” katanya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
