Connect with us

Berita

Polisi Imbau Masyarakat Tak Live di Media Sosial saat Ikut Aksi Demo Hari Ini

Polda Metro Jaya memantau media sosial untuk mencegah provokasi melalui siaran langsung TikTok dan keterlibatan pelajar dalam aksi demonstrasi buruh di Jakarta, Kamis (28/8).

Logompn

Published

on

Polisi imbau masyarakat tak live di media sosial saat ikut aksi demo hari ini
Demo Buruh di Gedung DPR RI hari ini, Kamis (28/8). Gambar : X/@FSPMI_KSPI

MPN Indonesia 28 Agustus 2025 - Polda Metro Jaya melakukan pemantauan terhadap aktivitas media sosial menjelang demonstrasi dan aksi massa buruh di Jakarta pada Kamis (28/8).

Langkah ini dilakukan untuk mencegah ajakan provokatif dan keterlibatan pelajar, termasuk melalui siaran langsung (live) di TikTok.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, menyebutkan bahwa ajakan melalui live TikTok menjadi metode baru yang perlu diantisipasi.

“Ini ada metode baru ini, mudah-mudahan tidak terjadi lagi, mengajak masyarakat untuk melakukan aksi dengan live TikTok. Mohon maaf, dengan live sebuah media sosial yang metodenya kalau tidak salah berharap ada gift, ada hadiah dan lain sebagainya. Kami berharap ini tidak terjadi lagi,” ujar Kombes Ade Ary kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (27/8).

Ade Ary menegaskan bahwa penggunaan media sosial harus dilakukan secara bijak. Bila ditemukan unsur pidana, penegakan hukum akan diterapkan.

“Dan apabila nanti ada ditemukan perbuatan pidana, kemudian ada pihak yang dirugikan tentunya akan kami lakukan upaya-upaya penegakan hukum ya. Jadi mohon medsos itu dipakai dengan bijak, dengan bijak,” tambahnya.

Langkah Pengamanan dan Edukasi

Polisi telah mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan siaran langsung sebagai sarana provokasi.

Tim kepolisian juga memberikan edukasi kepada pihak yang kedapatan membuat konten ajakan.

“Tim juga sudah melakukan komunikasi, memberikan imbauan saat menemukan ada yang sedang live menyampaikan ajakan-ajakan yang bersifat provokasi, kemudian mengajak pelajar, ini juga dilakukan edukasi,” kata Ade Ary.

Polda Metro bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menghindari penyusupan oleh kelompok yang ingin memanfaatkan situasi.

Baca Juga:  Pertamina Batalkan Rencana Beli BBM Subsidi Wajib Tunjukkan STNK

“Ini mohon juga kita bekerja sama menghindari pihak-pihak lain yang ingin mencoba memanfaatkan situasi, masuk, tanda kutip menyusup, yang membuat nama menjadi tidak baik bagi para pihak yang tadinya sudah berkomunikasi aktif dengan Polda Metro Jaya akan menyampaikan pendapat,” ucapnya.

Penyekatan Pelajar dan Titik Aksi Massa

Demonstrasi buruh digelar di tiga titik utama: Balai Kota Jakarta, Patung Kuda, dan depan Gedung DPR/MPR RI.

Untuk pengamanan, Polda Metro menurunkan 4.531 personel gabungan yang terdiri dari anggota Polda Metro, BKO, polres jajaran, serta dukungan TNI, Brimob, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan.

Sejak pagi, polisi mencegah 120 pelajar yang berusaha menuju lokasi aksi melalui sejumlah titik penyekatan.

Sebagian besar pelajar tersebut tidak mendapat izin orang tua dan meninggalkan kewajiban sekolah.

“Karena jangan sampai anak pelajar ini akan digunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk membuat situasi tidak tertib, jadi mohon perhatian kita bersama,” tutur Kombes Ade Ary.

Ia menambahkan bahwa upaya ini bertujuan melindungi anak sebagai kelompok rentan.

“Tujuannya melindungi anak karena anak adalah kelompok rentan yang usianya sebelum 18 tahun, jadi mereka adalah pelajar yang berhasil kami lindungi,” pungkasnya.

Hingga siang, massa buruh mulai berkumpul di depan Gedung DPR/MPR RI untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait kebijakan pemerintah.

(AKM/NID/RAD)

Trending