Connect with us

Internasional

Senapan yang Digunakan dalam Aksi Penembakan Massal di AS Bertuliskan ‘Bunuh Trump’ dan ‘Bakar Israel’

Pelaku penembakan massal di Gereja Katolik Annunciation, Amerika serikat menggunakan tiga senjata berupa senapan bertuliskan pesan-pesan provokatif.

Logompn

Published

on

Senapan yang digunakan dalam aksi penembakan massal di as bertuliskan bunuh trump dan bakar israel
Senapan yang Digunakan dalam Aksi Penembakan Massal di AS Bertuliskan Bunuh Trump dan Bakar Israel | Gambar: X/@Kunal_Biswas70

MPN Indonesia 31 Agustus 2025 - Polisi Minneapolis, Amerika Serikat (AS) mengungkap sosok penembakan massal di Gereja Katolik Annunciation pada Rabu (27/8) yang menewaskan dua anak dan 17 lain terluka.

Pelaku yang bernama Robin Westman (23) menggunakan tiga senjata berupa senapan bertuliskan pesan provokatif seperti ‘Bunuh Donald Trump‘, ‘Bakar Israel‘, dan ‘Israel harus jatuh‘ dalam melancarkan kasus kriminal tersebut.

Pelaku penembakan juga menuliskan pesan lain berbunyi ‘Untuk Anak-Anak‘ dan ‘Di Mana Tuhanmu?’ di magasin senjatanya.

Westman menggunakan tiga jenis senjata, yakni senapan laras panjang, senapan gentel, dan pistol untuk menembaki jemaat yang sedang mengikuti misa di gereja yang juga merupakan bagian dari sekolah Katolik.

Kepala Polisi Minneapolis Brian O’Hara mengonfirmasi bahwa pelaku meninggalkan dua video yang telah dijadwalkan rilis di kanal YouTube pribadinya berjudul Robin W.

Salah satu video berdurasi sekitar 10 menit yang menunjukkan tumpukan senjata, amunisi, dan magasin berisi pesan-pesan tersebut pun dikonfirmasi oleh Menteri Dalam Negeri AS, Kristi Noem.

“Pembunuh yang sangat sakit hati menuliskan kata-kata ‘Untuk Anak-Anak’ dan ‘Di Mana Tuhanmu?’ serta ‘Bunuh Donald Trump’ pada magasin senapan,” ungkap Noem dikutip MPN Indonesia dari NDTV World, Sabtu (30/8).

Pelaku Tinggalkan Surat untuk Keluarga

Robin Westman ditemukan tewas di area parkir lokasi kejadian. Polisi menduga Westman bunuh diri setelah melakukan aksi . Penyelidikan menyatakan bahwa semua senjata dibeli secara legal dan pelaku tidak memiliki catatan kriminal.

Catatan pengadilan menunjukkan bahwa Westman mengganti nama dari Robert menjadi Robin pada tahun 2020 karena mengidentifikasi diri sebagai perempuan.

Baca Juga:  Hotman Paris Sebut Nadiem Tak Terima Uang Sepeser pun dari Kasus Korupsi Chromebook

Keluarga pelaku, termasuk ibu dan ayahnya, menolak berkomentar kepada media. Paman pelaku, Bob Heleringer, pun mengaku tak tahu harus memberi komentar apa.

“Saya tidak tahu harus berkata apa. Saya harap dia menembak saya daripada anak-anak sekolah tak berdosa itu,” katanya.

Selain video, pelaku juga meninggalkan dua jurnal yang ditulis dengan aksara sirilik, masing-masing setebal 150 dan 60 halaman.

Dalam video kedua, Westman menunjukkan surat permintaan maaf kepada keluarganya dan menyarankan mereka mengganti nama untuk melanjutkan hidup.

“Saya harus memikul beban yang berat. Saya sangat peduli kepada Anda semua, dan sungguh menyakitkan bagi saya untuk membawa badai kekacauan ini ke dalam hidup Anda. Tolong jangan berpikir kalian telah gagal sebagai orang tua. Saya telah dirusak oleh dunia ini dan telah belajar membenci hidup ini,” tulisnya dalam surat tersebut.

Respons Pemerintah Setempat

Penembakan ini menjadi insiden penembakan massal ke-146 di AS sejak Januari 2025.

Biro Investigasi Federal (FBI) saat ini menyelidiki insiden hukum dan kriminal tersebut sebagai tindakan terorisme domestik dan kejahatan kebencian yang menargetkan umat Katolik.

Presiden Donald Trump memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang di seluruh negeri sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban.

Melihat identitas pelaku, Wali Kota Minneapolis Jacob Frey juga mengimbau agar masyarakat tidak mengaitkan kejadian ini dengan komunitas transgender.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending