Connect with us

Viral

Viral! UMKM di Kawasan Blok M Keluhkan Sewa Kios Mahal

Sejumlah pelaku UMKM makanan memutuskan keluar dari District Blok M karena lonjakan tarif sewa kios yang dinilai memberatkan.

Logompn

Published

on

Viral! umkm di kawasan blok m keluhkan sewa kios mahal
UMKM di Kawasan Blok M Keluhkan Sewa Kios Mahal | Gambar: Kolase Tangkapan Layar TikTok/@pramonoanungw

MPN Indonesia 4 September 2025 - Sejumlah pelaku UMKM makanan memutuskan keluar dari District Blok M, Jakarta Selatan karena lonjakan tarif sewa kios yang dinilai memberatkan.

Gubernur Jakarta Pramono Anung pun turun tangan dengan meninjau langsung ke lokasi untuk mengetahui polemik kenaikan tarif sewa kios yang dialami pelaku UMKM di lokasi tersebut.

“Ketika beberapa kios yang ditutup karena mereka ditagih iuran yang terlalu mahal, saya sudah mengecek secara langsung, diskusi dengan Pak Dirut MRT, bahwa memang betul terjadi,” katanya saat meninjau lokasi, Jumat (29/8).

Pelaku Usaha Alami Lonjakan Tarif yang Tajam

Sebelumnya, kawasan yang juga dikenal sebagai Plaza 2 Blok M ini dikenal ramai karena kehadiran sejumlah gerai makanan viral, seperti Nasi Matah Blok M, Ice WS, HoHiHoHeng, Ayam Renald, dan Hi! Fruit.

Sehari-hari, gerai-gerai tersebut sempat menimbulkan antrean panjang dari pengunjung. Namun, kenaikan sewa kios yang tidak seragam memicu ketidakpuasan.

Berdasarkan keterangan dari pihak Ice WS, beberapa gerai mengalami kenaikan tarif signifikan yang berbeda-beda.

“(Kenaikan) harganya setiap toko beda-beda. Ada yang 1 toko naik 7 juta per bulan, ada yang 25 juta per 2 bulan, harga tersebut dari besarnya toko dan viralnya makanan tersebut,” katanya saat dikonfirmasi wartawan.

UMKM Terdampak Bakal Direlokasi

Usai meninjau lokasi, Pramono memberikan solusi berupa relokasi ke Blok M Hub yang dikelola langsung oleh PT MRT Jakarta.

Ia menegaskan bahwa UMKM yang ingin memanfaatkan fasilitas tersebut akan diberikan secara gratis selama dua bulan.

Langkah ini diambil menyusul viralnya keluhan para pemilik UMKM makanan yang memilih hengkang dari kawasan District Blok M karena tarif sewa yang melonjak tajam.

Baca Juga:  Bantu Tangani Banjir Jakarta, Dedi Mulyadi Janji Revisi Tata Ruang Bogor

“Bagi pedagang atau siapa pun yang mau menggunakan fasilitas ini, selama dua bulan kami berikan free,” katanya.

Tarif sewa di Blok M Hub nantinya akan disesuaikan berdasarkan kesepakatan bersama antara pedagang dan pihak MRT Jakarta.

Respons PT MRT Jakarta

Permasalahan kenaikan tarif sewa disebut tidak berasal dari PT MRT Jakarta, melainkan koperasi yang bekerja sama dalam pengelolaan kios District Blok M.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, bahkan mengonfirmasi bahwa pihaknya tidak mengetahui adanya kenaikan tarif sebelum isu ini ramai di media sosial.

Ia menjelaskan bahwa tarif sebelumnya masih sesuai dengan perjanjian dengan koperasi pedagang, dan lonjakan baru terjadi dalam satu bulan terakhir.

“(Kenaikan tarif) ini tiba-tiba karena dalam satu bulan terakhir baru ditagihkan. Yang sebelumnya itu sesuai dengan kesepakatan,” jelas Tuhiyat.

Pramono Bakal Tindak Tegas Koperasi Terkait

Dalam pernyataannya, Pramono menyatakan bahwa besaran sewa kios yang diminta salah satu koperasi pengelola District Blok M sebelumnya berada pada kisaran Rp300 ribu hingga Rp1,5 juta.

Namun, dalam praktinya ada laporan dari pedagang yang ditagih hingga belasan juta rupiah. Menanggapi hal ini, Pramono meminta agar MRT Jakarta mengevaluasi kerja sama dengan koperasi tersebut.

“Kalau mereka tidak memenuhi apa yang menjadi kesepakatan maka saya minta untuk di-postpone, kerja samanya dihentikan saja,” ujarnya.

Ia bahkan tak ragu untuk memutus kerja sama dengan koperasi terkait jika tidak memenuhi kesepakatan.

“Kalau mereka masih tidak mau mentaati apa yang menjadi kesepakatan, saya minta diputus, langsung diputus,” tegasnya lagi.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending