Connect with us

Lifestyle

Ini Soft Skill yang Wajib Dimiliki Gen Z agar Sukses Bersaing di Dunia Kerja

Simak, ini beberapa soft skill yang wajib dimiliki Gen Z agar mampu bersaing di dunia kerja!

Logompn

Published

on

Ini soft skill yang wajib dimiliki gen z agar sukses bersaing di dunia kerja
Soft Skill yang Wajib Dimiliki Gen Z agar Sukses Bersaing di Dunia Kerja | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 4 September 2025 - Pasar tenaga kerja saat ini didominasi oleh generasi Z, yakni kelompok yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012.

Kondisi ini menimbulkan tantangan tersendiri, baik bagi perusahaan maupun bagi Gen Z, karena meskipun generasi ini dikenal memiliki keterampilan digital, penguasaan soft skill tetap dibutuhkan agar relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Apa Itu Soft Skill?

Menurut Society for Human Resource Management (SHRM), soft skill adalah perilaku yang berkembang dari pola pikir dan kualitas bawaan yang menentukan bagaimana seseorang berinteraksi dengan orang lain.

Kemampuan ini berperan penting dalam kesuksesan individu di tempat kerja.

Meski hard skill sering kali membuat seseorang dipertimbangkan dalam proses seleksi awal, soft skill tetap menjadi faktor utama yang menentukan apakah mereka berhasil dalam karier.

Laporan LinkedIn Global Talent Trend menyebutk bahwa 89 persen profesional sumber daya manusia menilai kegagalan dalam rekrutmen biasanya disebabkan kurangnya keterampilan interpersonal, seperti kecerdasan emosional, komunikasi, dan kemampuan beradaptasi.

Hal-hal di atas merupakan bagian dari soft skill sehingga penting bagi Gen Z untuk setidaknya memiliki beberapa kemampuan ini agar bisa bersaing di dunia kerja.

Soft Skill yang Paling Dibutuhkan Gen Z

Forbes melaporkan bahwa soft skill akan menjadi kompetensi utama yang diperlukan karyawan dalam lima tahun mendatang, bahkan lebih penting dibanding penguasaan teknologi.

Sementara itu, The Hays Skill Report menyebut bahwa perusahaan menilai sejumlah keterampilan yang paling penting untuk dikembangkan Gen Z, yaitu:

  • Komunikasi (36 persen): mencakup kemampuan berbicara, menulis, mendengarkan aktif, empati, dan menyampaikan ide secara jelas, baik lisan, tulisan, maupun digital.
  • Kemampuan beradaptasi (35 persen): dinilai krusial mengingat dinamika pekerjaan modern yang sering berubah.
  • Pemecahan masalah (16 persen): penting dalam menghadapi tantangan kerja sehari-hari.
  • Kerja sama tim (13 persen): dibutuhkan karena proyek masa kini melibatkan kolaborasi lintas fungsi, budaya, dan zona waktu.
Baca Juga:  Dedi Mulyadi Apresiasi Ketua RT Gen Z di Jakut, Netizen: Kenapa Gubernur Jabar?

Tips Perusahaan untuk Mengembangkan Soft Skill Karyawan Gen Z

Usaha untuk mengembangkan soft skill tak hanya jadi kewajiban karyawan. Perusahaan juga perlu memberi fasilitas dan kesempatan bagi karyawan Gen Z untuk mengembangkan kemampuan.

Keterbatasan jumlah talenta dengan karakteristik yang unggul membuat perusahaan perlu berinvestasi dalam pengembangan soft skill karyawan.

Berikut adalah beberapa metode yang bisa digunakan perusahaan untuk membantu karyawan Gen Z dalam mengembangkan soft skill maupun hard skill.

  • Pelatihan kerja (46 persen): seperti workshop, kursus daring, dan bimbingan personal.
  • Mentorship (31 persen): yaitu pendampingan langsung dari tenaga profesional.
  • Magang (13 persen): sebagai sarana pembelajaran praktik kerja nyata.
  • Belajar mandiri (10 persen): yang memungkinkan karyawan meningkatkan kemampuan sesuai kebutuhan pribadi.

Penguasaan soft skill yang matang, bila dipadukan dengan hard skill yang relevan, dianggap sebagai kombinasi ideal bagi Gen Z untuk dapat bersaing dalam dunia kerja.

Dengan bekal tersebut, mereka berpeluang lebih besar tidak hanya untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi juga untuk bertahan dan berkembang di lingkungan kerja yang penuh ketidakpastian.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending