Connect with us

Lifestyle

Ini Pertolongan Pertama yang Bisa Kamu Lakukan jika Terkena Gas Air Mata!

Gas air mata dapat menyebabkan iritasi mata, pernapasan, dan kulit. Simak gejala paparan dan langkah pertolongan pertama yang tepat.

Logompn

Published

on

Ini pertolongan pertama yang bisa kamu lakukan jika terkena gas air mata!
Ilustrasi Gas Air Mata. Gambar : Unsplash/Ev

MPN Indonesia 3 September 2025 - Gas air mata sering digunakan aparat keamanan untuk mengendalikan massa saat demonstrasi atau kerusuhan.

Zat ini umumnya mengandung chloroacetophenone (CN) dan chlorobenzylidenemalononitrile (CS), yang memicu iritasi pada mata, saluran pernapasan, dan kulit dalam hitungan detik.

Efek gas air mata biasanya muncul beberapa detik setelah paparan dan dapat berlangsung 15–30 menit setelah korban menjauh dan membersihkan diri.

Gejala Paparan Gas Air Mata

Dikutip MPN Indonesia dari laman CDC, dampak gas air mata dipengaruhi oleh dosis bahan pengendali massa yang digunakan, area tubuh yang terpapar, serta lamanya korban bersentuhan dengan zat kimia tersebut.

Efek paparan biasanya muncul segera dan ditandai dengan satu atau lebih gejala berikut : 

  • Mata menjadi merah, terasa perih, penglihatan kabur, dan produksi air mata berlebihan.
    Hidung berair, bengkak, dan terasa terbakar.
  • Mulut dan tenggorokan mengalami rasa terbakar, iritasi, sulit menelan, serta produksi air liur berlebih.
  • Paru-paru dapat terkena dampak seperti sesak napas, batuk, rasa tersedak, napas berbunyi (wheezing), hingga napas pendek.
  • Kulit bisa memerah, terasa panas, gatal, hingga muncul ruam. Efek sistemik seperti mual dan muntah juga mungkin terjadi.

Paparan dalam jangka panjang atau jumlah besar, terutama di ruang tertutup, dapat memperburuk kondisi penderita asma, PPOK, dan penyakit jantung.

Komplikasi serius meliputi gagal napas, serangan jantung, kebutaan, hingga kematian.

Dalam beberapa kasus, paparan berulang juga berisiko menimbulkan gangguan stres pascatrauma (PTSD).

Langkah Pertolongan Pertama Saat Terpapar Gas Air Mata

Jika terkena gas air mata, lakukan tindakan cepat untuk meminimalkan dampaknya:

  • Lindungi pernapasan dan mata dengan menutup hidung, mulut, dan mata. Jika tersedia, gunakan masker dan kacamata.
  • Menjauh dari lokasi paparan dengan bergerak ke tempat lebih tinggi dan terbuka. Hindari ruangan tertutup dan segera cari pertolongan medis jika sesak napas.
  • Bersihkan tubuh dan pakaian dengan air bersih dan sabun. Jangan gunakan sabun untuk mata.
  • Bilas mata dengan air mengalir selama 10–15 menit tanpa menggosoknya. Lepas lensa kontak dan bersihkan kacamata.
  • Tangani pakaian terkontaminasi dengan melepasnya tanpa melewati kepala. Jika perlu, gunting pakaian untuk menghindari kontak dengan wajah. Cuci terpisah atau buang pakaian yang heavily contaminated ke tempat sampah B3.
  • Segera mandi menyeluruh menggunakan air mengalir dan sabun. Jangan berendam agar gas tidak larut dalam air.
Baca Juga:  Imbas Demo Ricuh, Judika Pakai Odol Redakan Perih Gas Air Mata Saat Main Bola di Senayan

Kapan Harus Mendapatkan Penanganan Medis?

Apabila korban mengalami gangguan pernapasan berat, perawatan lanjutan dapat melibatkan pemberian oksigen serta pengobatan seperti bronkodilator atau steroid, terutama pada penderita asma.

Menurut dr. Wisnu Pramudito D. Pusponegoro dari Perhimpunan Dokter Emergency Indonesia, mencuci dengan air mengalir tanpa sabun adalah metode terbaik untuk meredakan efek kimia.

“Kalau memang pedih, jangan digaruk. Cuci saja pakai air mengalir yang bersih. Jangan pakai sabun, susu, segala macam. Kalau ke mata, paling baik air mengalir saja,” ujar dr. Wisnu dalam keterangannya.

Jika gejala berlanjut, seperti kesulitan bernapas, penglihatan terganggu, atau iritasi tidak kunjung reda, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending