Connect with us

Viral

Bayi 11 Bulan di Pangkalpinang Meninggal Dunia, Diduga karena Telat Ditangani Dokter

Seorang bayi berusia 11 bulan berinisial AZ meninggal usai terlambat mendapat penanganan medis di RSBT Pangkalpinang.

Logompn

Published

on

Bayi 11 bulan di pangkalpinang meninggal dunia, diduga karena telat ditangani dokter
Bayi 11 Bulan di Pangkalpinang Meninggal Dunia, Diduga karena Telat Ditangani Dokter | Gambar: Kolase Tangkapan Layar TikTok/@the.journal.indon

Bangka Belitung, MPN Indonesia 5 September 2025 - Seorang bayi berusia 11 bulan berinisial AZ meninggal dunia di Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Kota Pangkalpinang pada Selasa dini hari (2/9).

Kejadian ini menjadi sorotan publik setelah video yang memperlihatkan kemarahan ibu korban, Ayi, terhadap pihak rumah sakit viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, Ayi menyampaikan kekecewaannya terhadap dugaan keterlambatan penanganan medis yang diterima oleh anaknya selama dirawat.

Kronologi berdasarkan Keterangan Keluarga

Menurut penuturan Ayi, anaknya dirawat inap di RSBT sejak Senin (1/9) karena mengalami diare dan buang air besar (BAB) yang tidak berhenti.

Pada malam harinya, kondisi AZ memburuk dengan demam tinggi dan frekuensi BAB yang semakin meningkat. Dalam kondisi panik, Ayi mengaku telah menekan tombol darurat berkali-kali untuk meminta bantuan tenaga medis.

Namun, tidak ada petugas medis yang datang meski tombol darurat telah ditekan berkali-kali hingga sang bayi meninggal.

“Anak saya tidak digubris atau direspons oleh perawat rumah sakit semalam di sini (Selasa dini hari). Saya sudah tekan tombol berkali-kali tapi tidak digubris,” katanya dalam video yang beredar, dikutip MPN Indonesia pada Kamis (4/9).

Ayi kemudian mengatakan bahwa petugas medis baru datang usai mendengar teriakannya.

“Sampai anakku meninggal tidak ada satupun yang datang, kemudian saya teriak histeris dan barulah datang itu perawat dan waktu itu saya langsung ngamuk. Mereka bilang tombolnya eror,” katanya.

Setelah AZ dinyatakan meninggal dunia, pihak tenaga medis disebut sempat menyampaikan bahwa penyebab kematian bukan karena sakit perut, melainkan karena adanya cairan yang ditemukan di perut.

Baca Juga:  Rebutan Spot Foto, Pendaki Baku Hantam di Puncak Lawu

Namun, menurut Ayi, saat awal pemeriksaan di IGD tidak ditemukan cairan tersebut dan hanya diare yang terdeteksi. Ia juga mengeluhkan kondisi infus yang tidak berfungsi.

“Infusnya lepas dan tidak jalan, sudah saya sampaikan, tapi mereka bilang akan dipasang di ruang rawat inap,” ungkap Ayi.

Ayi juga menyampaikan permintaan pertanggungjawaban kepada RSBT. Ia menyebut bahwa pelayanan yang diterima tidak memadai dan menyayangkan tidak adanya empati dari pihak rumah sakit.

“Minta pertanggungjawaban dari RSBT, gimana kalau terjadi ke orang-orang lain. Soalnya waktu saya posting banyak juga orang kecewa ke Rumah Sakit Timah. Banyak pelayanan yang tidak benar, tidak bagus pelayanannya,” katanya.

Klarifikasi dari RSBT Pangkalpinang

Menanggapi kejadian tersebut, Direktur RSBT Pangkalpinang, Agus Subarkah memberikan pernyataan tertulis.

Ia menyampaikan bahwa pihak rumah sakit telah melakukan upaya maksimal dalam penanganan pasien sesuai dengan prosedur medis yang berlaku.

“Sejak pasien pertama kali mendapat perawatan, seluruh tim medis telah berupaya maksimal memberikan pertolongan sesuai prosedur dan standar pelayanan medis yang berlaku. Berbagai langkah penyelamatan telah dilakukan dengan sepenuh hati, namun Tuhan berkehendak lain,” jelas Agus dalam keterangan.

Ia menambahkan bahwa pihak rumah sakit tidak dapat mempublikasikan detail medis pasien untuk menjaga privasi keluarga dan mematuhi etika kedokteran.

“Kami menghormati sepenuhnya privasi keluarga, sehingga kami tidak dapat menyampaikan detail medis pasien demi menjaga kerahasiaan rekam medis,” sambungnya.

Dalam pernyataannya, pihak RSBT juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya AZ.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya seorang pasien bayi AZ berusia 11 bulan pada hari Selasa, tanggal 02/09/2025. Kami turut berbelasungkawa yang sebesar-besarnya kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Agus Subarkah.

Baca Juga:  Nomor Antrean Pembelian Emas di Pulogadung Dibuka dari Pukul 05.30 WIB

(AKM/NID/RAD)

Trending