Connect with us

Berita

Transportasi Jakarta Raih Peringkat 17 Dunia, Ungguli Kuala Lumpur & Bangkok

Transportasi umum di Jakarta mendapat pengakuan internasional setelah menempati peringkat ke-17 dari 50 kota di dunia dalam survei Time Out.

Logompn

Published

on

Transportasi jakarta raih peringkat 17 dunia, ungguli kuala lumpur & bangkok
Transportasi Jakarta Raih Peringkat 17 Dunia, Ungguli Kuala Lumpur & Bangkok | Gambar: Instagram/@infotije

MPN Indonesia 9 September 2025 - Transportasi umum di Jakarta meraih pengakuan internasional setelah menempati peringkat ke-17 dari 50 kota di dunia dalam survei global yang dilakukan oleh media asal Inggris, Time Out.

Dalam laman resminya, Time Out menyebut survei ini melibatkan lebih dari 18 ribu responden dari berbagai negara dan menempatkan Jakarta sebagai kota dengan sistem transportasi umum terbaik kedua di Asia Tenggara setelah Singapura.

Hasil ini sekaligus menempatkan Jakarta di atas beberapa kota besar regional lainnya, yaitu Kuala Lumpur, Manila, dan Bangkok.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Jakarta Pramono Anung saat berada di Halte Jaga Jakarta, Senen, Jakarta Pusat, pada Senin (8/9).

“Jakarta sekarang ini dari 50 negara, 18 ribu yang disurvei, itu berada nomor 17. Di ASEAN setelah Singapura, jadi kita lebih baik dari Kuala Lumpur, Manila, Bangkok, dan sebagainya,” katanya di hadapan awak media.

Time Out Sebut TJ jadi Pilihan Terjangkau Buat Masyarakat

Survei Time Out mencatat bahwa bus Transjakarta (TJ) merupakan moda transportasi umum yang paling banyak digunakan di Jakarta, dengan tingkat persetujuan sebesar 79 persen.

Transjakarta yang beroperasi di jalur khusus (busway) ini dinilai sebagai pilihan transportasi yang terjangkau bagi masyarakat.

Selain menyebut Transjakarta, Time Out juga mengatakan bahwa Jakarta saat ini menyediakan berbagai moda transportasi umum lainnya, di antaranya Mikrotrans, MRT, dan LRT.

“Ada juga sistem Mikrotrans, bus berukuran sedang yang melayani antar halte busway, dan beberapa pilihan kereta api, Jakarta memiliki MRT dan LRT,” tulis laporan Time Out, dikutip MPN Indonesia pada Selasa (9/9).

Baca Juga:  Penumpang Boleh Buka Puasa saat Naik LRT, MRT, dan KRL, Ini Syaratnya!

Keberagaman moda transportasi umum ini dinilai mendukung mobilitas masyarakat dan membantu mengurangi kemacetan kota.

Perbaikan Halte Transjakarta Pasca Kericuhan

Di tengah pencapaian tersebut, Pramono juga menyoroti insiden kerusuhan yang terjadi pada Jumat (29/8), yang menyebabkan kerusakan pada 22 halte Transjakarta.

Ia memastikan bahwa seluruh halte yang terdampak akibat kerusuhan telah kembali beroperasi normal dalam waktu kurang dari tujuh hari.

Beberapa halte yang disebut telah kembali berfungsi normal di antaranya adalah Halte Polda Metro Jaya, Halte Mandiri, dan Halte Istora.

Pramono juga menyebut bahwa tarif transportasi umum telah kembali normal.

“Hari ini seluruh aktivitas transportasi di Jakarta sudah normal semuanya. Termasuk halte yang ada di Polda Metro Jaya, kemudian di Mandiri, Istora, dan semuanya sudah normal kembali. Tarif sudah normal kembali,” ujar Pramono.

Halte Senen Sentral Bertransformasi jadi Jaga Jakarta

Salah satu halte yang mengalami kerusakan paling parah adalah Halte Senen Sentral, yang kini berganti nama menjadi Halte Jaga Jakarta.

Menurut Pramono, perubahan nama tersebut merupakan simbol untuk mengajak masyarakat menjaga keamanan dan fasilitas publik.

“Sebagai bagian kita untuk menjaga Jakarta secara bersama-sama, maka saya bersama jajaran balik kota memutuskan untuk mengubah Halte Sentral Jakarta ini, menjadi Jaga Jakarta,” katanya.

Di halte baru ini juga dipasang monumen kecil yang memamerkan barang-barang yang rusak saat kericuhan, seperti blower, monitor televisi, dan bongkahan guiding block.

Semua barang tersebut diletakkan dalam lemari kaca sebagai pengingat bagi warga.

Kini, Halte Jaga Jakarta telah dilengkapi dengan fasilitas baru yang melayani hingga 10.000 penumpang per hari, termasuk musala, toilet, dan area khusus pedagang.

(AKM/NID/RAD)

Trending