Connect with us

Viral

Penyebab Ledakan di Pamulang Terungkap! Ternyata Gara-gara Ini…

Pihak kepolisian memastikan ledakan di perumahan Pamulang bukan berasal dari bom atau bahan peledak lain.

Logompn

Published

on

Penyebab ledakan di pamulang terungkap! ternyata gara gara ini...
Penyebab Ledakan di Pamulang Terungkap | Gambar: Instagram/@infotng_id

Banten, MPN Indonesia 16 September 2025 - Polisi mengungkap penyebab ledakan hebat yang mengguncang kawasan permukiman Jalan Talas II, RT 3/RW 1, Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, pada Jumat (12/9).

Usai dilakukan pemeriksaan mendalam oleh tim Detasemen Gegana Brimob Polda Metro Jaya bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri, ledakan tersebut dipastikan bukan berasal dari bom maupun bahan peledak lainnya.

“Setelah dilakukan sterilisasi di TKP, tidak ditemukan unsur bom atau bahan peledak lainnya,” kata Komandan Satuan Gegana Sat Brimob Polda Metro Jaya, Kompol Nofriyansah kepada wartawan, Jumat (12/9).

Pemeriksaan ini melibatkan sepuluh personel dari Penjinak Bom (Jibom) Polda Metro Jaya serta tim khusus darin Satuan Kimia, Biologi, Radioaktif, dan Nuklir (KBRN).

“Kami juga mengerahkan tim KBRN untuk memastikan adanya kandungan kimia. Selain itu, alat deteksi bahan peledak turut digunakan, dan hasilnya tidak ditemukan adanya unsur peledak,” jelas Nofriansyah.

Ledakan Dipicu Tabung Gas

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, penyebab ledakan di Pamulang ternyata berasal dari tabung gas elpiji 12 kilogram.

Ledakan ini dipicu oleh akumulasi gas di ruang tertutup yang tersambar percikan api.

“Hasil olah TKP menunjukkan bahwa ledakan gas disebabkan oleh akumulasi gas dalam ruangan tertutup yang terpicu percikan api,” ungkap Nofriansyah.

Temuan di lokasi memperkuat penyebab ledakan, yaitu regulator gas dalam keadaan rusak dan dililit isolasi hitam, tabung gas 12 kilogram dalam kondisi kosong, serta tuas kompor masih menyala.

Tak hanya itu, Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto juga menambahkan bahwa pihaknya menemukan sejumlah barang mudah terbakar di lokasi.

Baca Juga:  Pabrik Kimia di Cilegon Meledak, Ada Potensi Dampak Lanjutan

“Anggota saya juga mencatat adanya jejak kebakaran pada barang-barang yang mudah terbakar di TKP. Hasil pemeriksaan juga tidak ditemukan adanya residu bahan peledak di lokasi kejadian. Jadi dapat dipastikan ledakan ini berasal dari tabung gas 12 kilogram,” katanya.

Dampak Ledakan: 8 Rumah Rusak, 7 Orang Terluka

Ledakan yang terjadi pada Jumat (12/9) lalu ini disebut menimbulkan kerusakan pada sejumlah rumah warga dan melukai beberapa orang.

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor Inkiriwang merincikan data kerusakan yang mencakup 8 rumah rusak di mana 4 rumah mengalami kerusakan berat, sementara 4 rumah lainnya rusak sedang dan ringan.

Peristiwa ledakan ini juga menimbulkan korban luka. Sebanyak 7 orang dilaporkan terluka, 3 korban dirawat intensif di rumah sakit dan 4 korban lainnya mengalami luka ringan.

Salah satu dari 7 korban dikabarkan mengalami luka bakar 100 persen dan telah dirujuk ke RS Tarakan untuk penanganan lebih lanjut.

52 Warga Terpaksa Mengungsi

Akibat kerusakan rumah, beberapa warga terpaksa mengungsi ke musala terdekat dan rumah kerabat.

Hal ini diungkap oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang Selatan, Essa Nugraha yang menyebut bahwa terdapat 52 warga yang mengungsi.

Pihaknya juga telah memenuhi seluruh kebutuhan dasar para pengungsi selama masa tanggap darurat.

“Warga yang rumahmnya rusak ini mengungsi di musala terdekat dan rumah kerabatnya,” katanya.

Pemerintah Setempat Salurkan Bantuan

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung pemerintah melalui BPJS dan pembiayaan lain yang tersedia.

“Berdasarkan laporan ada 7 korban masih menjalani perawatan intensif di RS Hermina Ciputat,” ujarnya.

Baca Juga:  Viral! Acara Maulid Nabi di Pondok Pinang Berujung Ricuh, Warga Protes Kembang Api Dinyalakan hingga Jam 1

Pilar juga mengatakan pihaknya menyiapkan pilihan sewa rumah sementara agar pengungsi tidak terlalu lama tinggal di pengungsian.

Bantuan logistik juga turut disiapkan pemerintah untuk 16 kepala keluarga termasuk makanan siap saji, perlengkapan bayi seperti susu dan popok, serta kebutuhan dasar lainnya.

Untuk anak-anak terdampak, perlengkapan sekolah dan seragam disalurkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Pemerintah juga mengalokasikan anggaran dari Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD 2025 untuk memperbaiki rumah warga yang rusak.

Proses inventarisasi kerusakan saat ini sedang dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Tangsel.

Tak hanya itu, program trauma healing juga disiapkan khusus bagi anak-anak dan keluarga terdampak.

“Kami juga menyiapkan program trauma healing khusus untuk anak-anak dan keluarga terdampak melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) bersama psikolog dan perguruan tinggi,” kata Pilar.

(AKM/NID/RAD)

Trending