Connect with us

Kriminal

2 Anggota Kopassus jadi Tersangka dalam Kasus Penculikan dan Pembunuhan Kacab BRI, Ini Perannya!

Pomdam Jaya menetapkan dua anggota Kopassus, Serka N dan Kopda FH, sebagai tersangka kasus penculikan dan pembunuhan Kacab BRI Ilham Pradipta.

Logompn

Published

on

2 anggota kopassus jadi tersangka dalam kasus penculikan dan pembunuhan kacab bri, ini perannya!
2 Anggota Kopassus jadi Tersangka dalam Kasus Penculikan dan Pembunuhan Kacab BRI, Ini Perannya! Gambar : Dok. Humas Polri

MPN Indonesia 17 September 2025 - Pomdam Jaya resmi menetapkan dua anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus), yakni Serka N dan Kopda FH, sebagai tersangka kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Bank BRI, Ilham Pradipta (37).

Danpomdam Jaya, Kolonel Cpm Donny Agus, menyebut kedua prajurit tersebut berasal dari Detasemen Markas Kopassus.

“Sudah menetapkan dua orang tersangka dan melakukan penahanan terhadap dua orang tersebut atas nama Serka N dan Kopda F,” kata Kolonel Cpm Donny Agus dalam konferensi pers di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (16/9).

Keduanya diduga terlibat aktif dalam tahapan penculikan hingga pembuangan korban yang kemudian ditemukan meninggal dunia di Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (21/8).

Saat ditemukan, wajah, tangan, dan kaki korban dalam kondisi terikat lakban hitam.

Peran Serka N

Serka N berperan sebagai perantara antara JP, yang masuk dalam klaster otak penculikan, dengan Kopda FH.

Ia menawarkan “pekerjaan” penculikan kepada FH dengan imbalan sejumlah uang.

Selain itu, Serka N juga memastikan FH ikut serta, membantu menahan korban agar tidak memberontak, serta mengemudikan mobil Fortuner yang membawa korban menuju area persawahan di Bekasi.

Bersama JP, ia kemudian membuang tubuh korban dalam keadaan lemas pada Rabu (20/8).

Peran Kopda FH dan Aliran Dana

Kopda FH menerima dana Rp95 juta untuk operasional penculikan. Dana tersebut diberikan oleh Serka N setelah menerima langsung dari JP di sebuah bank swasta di Jakarta Timur.

FH kemudian mencari dan mengoordinir tim penculik, memberi informasi posisi korban kepada lima eksekutor, serta menghubungi JP setelah korban masuk ke mobil penculik. Korban selanjutnya diserahkan kepada JP.

Baca Juga:  Praperadilan Febrie Adriansyah Ditolak, Status Tersangka Tetap Berlaku

Setelah menerima dana, FH menghubungi EW dan empat rekannya, yaitu AT, JR, RA, dan EW.

Mereka menggunakan mobil Avanza putih untuk menculik Ilham di Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Rabu (20/8) sekitar pukul 16.30 WIB.

Motif Kriminal

Penculikan dan pembunuhan Ilham diduga terkait rencana pemindahan dana dari rekening dormant ke rekening penampungan.

“Motif para pelaku adalah melakukan pemindahan uang dari rekening dormant ke rekening penampungan yang sudah dipersiapkan,” jelas Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satrya Triputra.

Otoritas kepala cabang bank dibutuhkan untuk melancarkan pemindahan dana tersebut.

Karena pendekatan sebelumnya gagal, pelaku menyusun dua opsi, yakni melakukan pemaksaan dengan kekerasan lalu membebaskan korban, atau melakukan pemaksaan dengan kekerasan dan menghilangkan nyawa korban.

Komunikasi antara C alias Ken dan Dwi Hartono (DH) pada 12 Agustus awalnya menyepakati opsi pertama. Namun dalam pelaksanaannya, korban tetap dianiaya hingga meninggal dunia.

Klaster Tersangka

Sebanyak 15 orang ditangkap dan satu pelaku berinisial EG masih buron. Para tersangka terbagi dalam empat klaster.

Klaster otak penculikan terdiri dari C alias Ken, Dwi Hartono (DH), AAM, dan JP.

Klaster eksekutor berisi E, REH, RS, AT, EWB, serta Kopda FH yang ditangani Pomdam Jaya.

Klaster penganiayaan hingga tewas melibatkan JP, MU, DS, dan Serka N yang juga ditangani Pomdam Jaya. Sementara itu, klaster pemantauan korban terdiri dari AW, EWH, RS, dan AS.

Kronologi Penculikan dan Kematian

Ilham diculik pada Kamis (21/8) menggunakan Avanza putih, lalu dipindahkan ke Fortuner hitam di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Karena tim penjemput tidak datang, korban yang sudah dalam kondisi lemas dibuang di Serang Baru, Cikarang, dengan kondisi terikat dan dilakban.

Baca Juga:  Tegas! Pramono Anung Tak Tolerir Sopir JakLingko yang Ugal-ugalan

Hasil visum sementara menyebut korban meninggal akibat tekanan benda tumpul di leher yang menyebabkan mati lemas.

“Korban meninggal diakibatkan karena kekerasan benda tumpul pada leher yang menekan jalannya napas dan pembuluh nadi besar,” ujar Kombes Pol Wira.

Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi untuk memastikan penyebab kematian secara final.

Proses hukum hingga kini masih berjalan di bawah pengawasan Pomdam Jaya dan Polda Metro Jaya.

(AKM/NID/RAD)

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong
Berita17 minutes ago

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus
Berita24 minutes ago

Kebakaran Permukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita49 minutes ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti58 minutes ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi1 hour ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal1 hour ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga2 hours ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional2 hours ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi3 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi3 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga3 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral4 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Sassuolo vs Lazio 2 6 Lazio Pesta Gol, Puncaki Klasemen Sementara Serie A
Olahraga4 hours ago

Sassuolo vs Lazio 2-6: Jay Idzes Tak Dimainkan, Lazio Puncaki Klasemen Sementara Serie A

Torino vs Como 1 3 i Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang
Olahraga4 hours ago

Torino vs Como 1-3: I Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang

PSS vs Borneo 1 2 Bermain 10 Pemain, Super Elang Jawa Tak Mampu Tahan Serangan Pesut Etam
Olahraga5 hours ago

PSS vs Borneo 1-2: Bermain 10 Pemain, Super Elang Jawa Tak Mampu Tahan Serangan Pesut Etam

Trending