Internasional
Trump akan Cabut Lisensi TV yang Tayangkan Berita Negatif soal Dirinya
Donald Trump usulkan pencabutan lisensi TV yang dianggap menyiarkan berita negatif tentang dirinya.
MPN Indonesia 20 September 2025 - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengusulkan pencabutan lisensi siaran bagi stasiun televisi yang menurutnya menyampaikan berita negatif tentang dirinya.
Usulan ini disampaikan Trump kepada wartawan saat berada di dalam pesawat Air Force One pada Kamis (18/9).
Ia menyebut bahwa tindakan tersebut menjadi tanggung jawab Ketua Komisi Komunikasi Federal (FCC), Brendan Carr.
“Saya kira sebaiknya lisensi mereka dicabut. Ini akan menjadi tanggung jawab Brendan Carr,” ujar Trump, dikutip MPN Indonesia dari NBC.
“Saya rasa Brendan Carr orang yang luar biasa. Dia seorang patriot. Dia mencintai negara kita, dia orang yang tangguh. Jadi kita lihat saja nanti,” sambungnya.
Pernyataan ini dilontarkan Trump setelah ABC Disney menarik acara Jimmy Kimmel Live! dari penayangan.
Program tersebut dibatalkan usai pembawa acaranya, Jimmy Kimmel, menyampaikan komentar yang dinilai ofensif terkait pembunuhan Charlie Kirk.
Kirk tewas tertembak saat berbicara di Utah Valley University pada 10 September silam.
Trump Sebut 97% Media Menentangnya
Trump menyebut bahwa banyak program TV malam hari kerap menyerangnya dan menilai stasiun TV tersebut berafiliasi dengan Partai Demokrat.
“Mereka hanya menyerang Trump. Mereka berlisensi. Mereka tidak diizinkan melakukan itu. Mereka adalah sayap Partai Demokrat,” tegas Trump.
Trump juga menyatakan bahwa 97% pemberitaan media televisi terhadap dirinya bersifat negatif, namun ia tetap berhasil memenangkan pemilu tahun lalu.
“Saya pernah baca di suatu tempat bahwa 97% media menentang saya, sekali lagi, 97% negatif, namun saya menang dengan mudah [dalam pemilu tahun lalu],” ujarnya.
Ketua FCC, Brendan Carr, menanggapi kontroversi ini dengan menyebut perilaku Jimmy Kimmel sebagai “the sickest conduct possible” (perilaku paling buruk yang mungkin terjadi).
Carr juga mengatakan bahwa perusahaan seperti ABC yang dimiliki Disney dapat mengubah perilaku mereka atau akan ada pekerjaan tambahan untuk FCC.
Acara Jimmy Kimmel Live! Ditarik dari Penyiaran
Jimmy Kimmel sempat mengatakan dalam monolognya bahwa kelompok pendukung Trump, yang disebutnya sebagai “MAGA gang”, berusaha menggambarkan pelaku pembunuhan Kirk sebagai bukan bagian dari mereka.
Setelah pernyataan tersebut, acara Jimmy Kimmel Live! ditangguhkan.
Nexstar Media, salah satu pemilik stasiun TV terbesar di AS, mengumumkan bahwa mereka tidak akan menayangkan acara tersebut untuk waktu yang belum ditentukan karena pernyataan Kimmel dianggap menyinggung dan tidak sensitif.
Brendan Carr memuji langkah Nexstar, yang saat ini tengah mengupayakan persetujuan merger senilai $6,2 miliar dengan perusahaan media lain, Tegna.
Sementara itu, Sinclair—afiliasi ABC terbesar di AS—mengumumkan akan menayangkan program penghormatan untuk Charlie Kirk pada slot waktu tayang Jimmy Kimmel pada Jumat malam.
Asosiasi Profesional hingga Obama Kecam Penangguhan Acara Kimmel
Langkah penangguhan acara Kimmel menuai kritik dari berbagai kalangan, termasuk aktor Ben Stiller dan Jean Smart.
Asosiasi profesional seperti Writers Guild of America dan Screen Actors Guild juga mengecam keputusan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kebebasan pers yang dijamin oleh Konstitusi AS.
Mantan Presiden Barack Obama mengatakan bahwa pemerintahan Trump telah membawa budaya pembungkaman (cancel culture) ke tingkat baru dengan rutin mengancam tindakan regulasi terhadap perusahaan media yang tidak sejalan.
Komisaris FCC dari Partai Demokrat, Anna Gomez, juga mengkritik posisi regulator.
“Tindakan kekerasan politik yang tidak dapat dimaafkan oleh satu individu yang terganggu tidak boleh dijadikan pembenaran untuk penyensoran atau pengendalian yang lebih luas,” jelas Anna.
Sementara itu, pembawa acara Fox, Greg Gutfeld, serta presenter Inggris, Piers Morgan, menyampaikan pandangan berbeda dan mengkritik pernyataan Kimmel yang dianggap menyalahkan pihak-pihak tertentu atas kematian Kirk.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
