Connect with us

Internasional

Italia dan Spanyol Kirim Kapal Perang untuk Kawal Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

Italia dan Spanyol kerahkan kapal perang untuk mengawal armada bantuan ke Gaza usai serangan drone di Laut Yunani.

Logompn

Published

on

Italia dan spanyol kirim kapal perang untuk kawal bantuan kemanusiaan ke gaza
Italia dan Spanyol kirim kapal perang untuk kawal bantuan ke Gaza. Gambar: Dok. Reuters

MPN Indonesia 26 September 2025 - Italia dan Spanyol mengerahkan kapal perang untuk mengawal armada kapal yang membawa bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Langkah ini diambil setelah kapal-kapal sipil yang tergabung dalam armada Global Sumud Flotilla (GSF) diserang drone di perairan internasional, 30 mil laut (56 km) dari Pulau Gavdos, Yunani.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyatakan bahwa negaranya bergabung dengan Italia untuk memastikan keselamatan kapal bantuan.

“Besok kami akan mengirimkan kapal angkatan laut dari Cartagena dengan semua sumber daya yang diperlukan untuk membantu armada dan melakukan operasi penyelamatan,” ujar Sanchez saat konferensi pers di Sidang Umum PBB di New York (24/9), dikutip MPN Indonesia dari Reuters, Jumat (26/9).

Italia juga mengambil langkah serupa setelah serangan drone tersebut.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menegaskan bahwa kapal Angkatan Laut yang dikirim tidak akan menggunakan kekuatan militer.

Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani menyebutkan bahwa sejumlah warga negara Italia, anggota parlemen Italia, dan Parlemen Eropa berada di kapal bantuan tersebut.

Armada Bantuan Dihadang Drone di Laut Yunani

Armada Global Sumud Flotilla terdiri dari 51 kapal sipil yang berangkat dari Barcelona dengan tujuan menerobos blokade laut Israel dan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Kapal-kapal tersebut membawa pengacara, aktivis, dan tokoh-tokoh internasional dari 45 negara, termasuk aktivis lingkungan Swedia, Greta Thunberg.

Menurut Marikaiti Stasinou dari March to Gaza Greece, armada tersebut diserang oleh 12 drone di perairan internasional dekat Pulau Gavdos.

Baca Juga:  Turki vs Italia 1-4: Gli Azzurri Menang Telak di Kandang Lawan

Greta Thunberg menyatakan dalam siaran langsung bahwa drone terbang di atas kapal mereka setiap malam.

“Yang terpenting bukanlah kami diserang pesawat nirawak. Pesawat nirawak adalah sesuatu yang dialami warga Palestina 24 jam sehari, 7 hari seminggu,” ujarnya Rabu (24/9).

Simone Zambrin, aktivis asal Italia, melaporkan bahwa pada Rabu (24/9), drone menjatuhkan perangkat ke kapal mereka, merusak layar dan menyebabkan gangguan pendengaran pada awak kapal.

“Mereka mencoba menanamkan rasa takut karena mereka takut akan kedatangan kami,” kata Zambrin.

Spanyol dan Italia Desak Israel Hormati Hukum Internasional

Pemerintah Spanyol menyatakan bahwa kapal bantuan harus bisa berlayar dengan aman di perairan internasional.

“Pemerintah Spanyol bersikeras bahwa hukum internasional harus dihormati dan hak warga negara kami harus dihormati untuk berlayar melalui Mediterania dalam kondisi aman,” kata Sanchez.

Italia juga mengirimkan peringatan resmi kepada Israel melalui Kementerian Luar Negeri agar setiap operasi militer dilakukan sesuai hukum internasional.

“Untuk memastikan keselamatan mereka, Kementerian Luar Negeri telah memberi tahu otoritas Israel bahwa setiap operasi yang dipercayakan kepada pasukan Israel harus dilakukan sesuai dengan hukum internasional dan prinsip kehati-hatian mutlak,” bunyi pernyataan resmi dari kementerian tersebut, dikutip MPN Indonesia dari Times of Israel.

Menteri Tajani menambahkan bahwa Kedutaan Besar Italia di Tel Aviv diminta untuk mengumpulkan informasi dan kembali meminta jaminan perlindungan bagi warga Italia yang berada di kapal bantuan.

Bantuan Kemanusiaan ke Gaza tetap Berjalan

Meskipun telah terjadi beberapa serangan drone, misi bantuan kemanusiaan tetap berjalan.

Beberapa kapal lainnya yang bergabung dari Tunisia juga menjadi sasaran drone, namun armada tetap melanjutkan perjalanan menuju Gaza.

Greta Thunberg menegaskan bahwa serangan yang mereka alami tidak sebanding dengan penderitaan warga Palestina.

Baca Juga:  Tragis! Pria di Italia Tewas Tersedot Mesin Pesawat

“Misi ini tentang Gaza, bukan tentang kami,” ujarnya.

Juru bicara Kantor HAM PBB, Thameen Al-Kheetan, menyerukan adanya investigasi independen atas serangan tersebut.

“Harus ada penyelidikan yang independen, imparsial, dan menyeluruh atas serangan dan penindasan yang dilaporkan oleh drone dan objek lainnya,” tegasnya.

Armada Global Sumud Flotilla merupakan bagian dari gerakan solidaritas internasional untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza, yang saat ini menghadapi krisis akibat blokade dan serangan militer Israel sejak Oktober 2023.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending