Connect with us

Internasional

Diakui Inggris sebagai Negara, Palestina Bangun Kedubes di London

Palestina buka Kedutaan Besar di London setelah pengakuan resmi dari Inggris.

Logompn

Published

on

Diakui inggris sebagai negara, palestina bangun kedubes di london
Warga Palestina. Gambar: Reuters

MPN Indonesia 24 September 2025 - Setelah mendapat pengakuan resmi dari Inggris sebagai negara berdaulat, Palestina meresmikan Kedutaan Besar di London.

Dikutip MPN Indonesia dari AFP, Palestina meresmikan kedutaan besar di London pada Senin (22/9), menyusul pengakuan resmi dari Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa akhir pekan lalu.

Sebelumnya, bangunan yang digunakan hanya sebagai kantor misi diplomatik, kini telah berganti status menjadi Kedutaan Besar Negara Palestina.

Kepala Misi Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot, memimpin peresmian di Hammersmith, London Barat, sambil mengangkat plakat bertuliskan Kedutaan Besar Negara Palestina.

Ia menyebut pengakuan ini sebagai langkah yang telah lama dinantikan dan menyimbolkan pengakuan atas “ketidakadilan bersejarah” terhadap rakyat Palestina.

Pengakuan Inggris Tegaskan Dukungan pada Solusi Dua Negara

Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, menyatakan bahwa pengakuan negara ini memberikan kewenangan kepada Otoritas Palestina untuk mendirikan kedutaan besar dan duta besar di Inggris.

“Kami akan menetapkan langkah-langkah diplomatik dengan Otoritas Palestina, akan ada serangkaian tahapan dan proses yang berbeda untuk dilalui,” ujar Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, dikutip MPN Indonesia dari BBC, Rabu (24/9).

Ia menambahkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendukung solusi dua negara dalam konflik Israel-Palestina.

Terkait keberadaan konsulat Inggris di Yerusalem Timur, Cooper menyatakan bahwa gedung tersebut telah ada lebih lama daripada negara Israel, dan akan tetap beroperasi sambil mengikuti proses diplomatik lanjutan dengan Palestina.

Usai pengakuan tersebut diumumkan pada Minggu, Kementerian Luar Negeri Inggris memperbarui laman saran perjalanannya dengan menghapus frasa “Wilayah Palestina yang Diduduki”, dan menggantinya menjadi hanya “Palestina”.

Baca Juga:  Pep Guardiola Blak-blakan Bela Palestina saat Pidato di Barcelona

Seruan Embargo

Dalam peresmian kedutaan, Husam Zomlot juga menyerukan kepada Inggris untuk memberlakukan embargo senjata penuh terhadap Israel.

Ia menekankan bahwa pengakuan dari Inggris memiliki resonansi historis tersendiri karena negara itu berperan penting dalam pembentukan Israel melalui Deklarasi Balfour tahun 1917.

“Pengakuan Inggris ini memiliki resonansi tersendiri karena Inggris berperan penting dalam meletakkan dasar bagi pembentukan Negara Israel pada tahun 1948,” ujar Zomlot.

(ADN/NID/RAD)

Trending