Connect with us

Teknologi

Siap Saingi ChatGPT, Apple Uji Coba Chatbot Veritas untuk Cari Data Pribadi dan Edit Foto

Apple menguji chatbot internal Veritas untuk pengembangan ulang Siri. Uji coba ini jadi langkah strategis Apple dalam memperkuat teknologi AI di perangkatnya.

Logompn

Published

on

Siap saingi chatgpt, apple uji coba chatbot veritas untuk cari data pribadi dan edit foto
Gedung Apple. Gambar : Reuters/Abdul Saboor

MPN Indonesia 30 September 2025 - Apple sedang menguji coba chatbot internal bernama Veritas, yang berfungsi mirip dengan ChatGPT, sebagai bagian dari strategi pengembangan ulang Siri.

Uji coba ini terbatas di kalangan internal perusahaan dan tidak tersedia untuk publik.

Langkah ini diambil Apple untuk mempercepat evaluasi fitur baru Siri, seperti pencarian data pribadi hingga pengeditan foto, sekaligus menandai persiapan menuju peluncuran besar Siri yang dijadwalkan pada Maret tahun depan.

Veritas dirancang agar karyawan Apple dapat mengakses teknologi Siri terbaru dalam bentuk antarmuka chatbot.

Karyawan bisa mengelola percakapan di berbagai topik, menyimpan serta merujuk dialog sebelumnya, dan melakukan pertukaran pesan yang lebih panjang.

Software ini diberi kode nama Veritas, yang berarti “kebenaran” dalam bahasa Latin, dan untuk saat ini hanya ditujukan bagi penggunaan internal.

CEO Apple Tim Cook menegaskan bahwa AI adalah prioritas utama perusahaan.

“AI sebagai transformasi terbesar dalam puluhan tahun,” ujar Tim Cook, seperti dikutip MPN Indonesia dari laman Bloomberg, Selasa (30/9).

Ia menambahkan, “Kami akan melakukan investasi untuk melakukannya.”

Fitur dan Fungsi yang Diuji

Veritas dikembangkan oleh tim kecerdasan buatan Apple sebagai alat uji fitur baru Siri secara efisien.

Fitur yang diuji meliputi pencarian data pribadi seperti lagu dan email, tindakan langsung dalam aplikasi termasuk pengeditan foto, respons berdasarkan informasi yang tampil di layar, serta navigasi perangkat dengan perintah suara.

Selain itu, software ini juga membantu penguji mengumpulkan informasi dari internet dan melihat ringkasan data, yang nantinya akan diintegrasikan ke antarmuka Siri.

Baca Juga:  Apple Resmi Rilis iPhone 16 Series di Indonesia, Ini Daftar Harga Lengkapnya!

Platform ini menggunakan sistem dasar baru berkode Linwood dan didukung model bahasa besar (LLM), gabungan teknologi internal Apple (Foundation Models) serta model pihak ketiga.

Meski Veritas tidak dirilis untuk publik, uji coba ini merupakan bagian dari restrukturisasi besar dalam strategi AI Apple.

Sebelumnya, peluncuran pembaruan Siri sempat ditunda setelah ditemukan kegagalan fungsi hingga sepertiga waktu selama uji coba, sebagaimana dilaporkan Bloomberg.

Pergeseran Strategi dan Kerja Sama Eksternal

Penundaan tersebut memicu perubahan di jajaran pimpinan tim AI. Chief AI John Giannandrea dan sejumlah stafnya dilaporkan tersingkir dari proyek.

Robby Walker, yang sebelumnya memimpin pengembangan Siri, juga akan meninggalkan Apple pada Oktober.

Ia membentuk tim baru bernama Answers, Knowledge, and Information (AKI), yang kini menjadi kunci dalam pengembangan fitur pencarian berbasis AI Siri terbaru.

Selain fokus internal, Apple juga menjalin diskusi dengan beberapa pihak eksternal.

Setelah sempat menjajaki kerja sama dengan OpenAI dan Anthropic (Claude), kini Apple semakin mendekat ke Google untuk menggunakan versi kustom platform Gemini.

Meski belum ada rencana merilis Veritas ke publik, Apple tetap mempersiapkan desain ulang Siri untuk akhir 2026.

Perusahaan juga tengah mengembangkan produk rumah pintar berteknologi AI seperti HomePod dan Apple TV.

Saat memperkenalkan iPhone 17, Apple tidak menonjolkan platform AI-nya.

“Tool semacam itu masih bukan tujuan utama kami,” ungkap Chief Software Apple, Craig Federighi dalam wawancara bersama Tom’s Guide pada Juni lalu. 

Sementara itu, sejumlah eksekutif perusahaan masih menyampaikan keraguan, baik internal maupun eksternal, terhadap pasar chatbot publik.

Posisi Apple dalam Persaingan AI

Langkah Apple dengan Veritas muncul di tengah dominasi Microsoft dan Google di pasar AI generatif, yang sudah menarik ratusan juta pengguna.

Baca Juga:  Kapan iPhone 17 Rilis di Indonesia? Ini Perkiraan Jadwal dan Harganya

Apple sendiri masih bergantung pada penyedia eksternal seperti Google Gemini untuk pencarian berbasis AI di perangkatnya.

Tim Cook menegaskan kesiapan Apple menggelontorkan investasi besar, termasuk pembangunan pusat data dan akuisisi perusahaan AI, demi mengejar ketertinggalan.

Chatbot Veritas diharapkan menjadi fondasi penting dalam evaluasi fitur AI masa depan, termasuk integrasi penuh ke Siri dan pencarian berbasis kecerdasan buatan.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending