Connect with us

Teknologi

Sam Altman Ramal AI Bisa Sembuhkan Kanker di Masa Depan

CEO OpenAI Sam Altman menyebut kecerdasan buatan berpotensi menemukan cara menyembuhkan kanker dengan komputasi 10 gigawatt.

Logompn

Published

on

Sam altman ramal ai bisa sembuhkan kanker di masa depan
CEO sekaligus co-founder OpenAI, Sam Altman. Gambar : Reuters/Denis Balibouse

MPN Indonesia 29 September 2025 - CEO sekaligus co-founder OpenAI, Sam Altman, menyatakan bahwa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) berpotensi menjadi solusi pengobatan kanker di masa depan.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam tulisan berjudul Abundant Intelligence yang dipublikasikan pada Minggu (28/9).

Menurut Altman, dengan kemampuan komputasi sebesar 10 gigawatt, AI dapat menyelesaikan berbagai masalah besar dunia, termasuk menemukan metode penyembuhan kanker.

“Jika AI tetap berada pada jalur yang kita prediksi, maka hal-hal menakjubkan mungkin akan terwujud,” ujar Sam Altman seperti dikutip MPN Indonesia dari The Independent, Senin (29/9).

Ia menambahkan, “Mungkin dengan komputasi 10 gigawatt, AI dapat menemukan cara untuk menyembuhkan kanker. Atau dengan komputasi 10 gigawatt, AI dapat mencari cara untuk menyediakan bimbingan belajar yang disesuaikan untuk setiap siswa di Bumi.”

Pernyataan ini disampaikan sehari setelah OpenAI mengumumkan kerja sama dengan perusahaan teknologi Nvidia untuk membangun pusat data multi-gigawatt sebagai bagian dari investasi senilai USD 100 miliar.

Proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada paruh kedua tahun depan.

Rencana Pengembangan Infrastruktur AI dan Dunia Medis

Altman menjelaskan bahwa OpenAI akan membangun fasilitas produksi yang mampu menciptakan infrastruktur AI berkapasitas besar setiap minggu.

Namun, ia mengakui target itu baru bisa tercapai dalam beberapa tahun mendatang.

Sementara itu, pemanfaatan AI di dunia medis sebenarnya sudah berjalan.

Teknologi AlphaFold dari Google DeepMind, misalnya, telah membantu mempercepat pengembangan vaksin dan obat-obatan.

AI juga digunakan untuk meningkatkan akurasi diagnosis kanker.

Meski begitu, para peneliti masih menghadapi tantangan besar. Kompleksitas jenis-jenis kanker membuat AI belum bisa sepenuhnya dijadikan alat penyembuh.

Baca Juga:  Rival Starlink Segera Hadir, Amazon Kuiper Siapkan Layanan Internet di Indonesia

Kolaborasi OpenAI dan Nvidia

Kerja sama OpenAI dan Nvidia berfokus pada pembangunan pusat data berskala besar untuk mendukung pengembangan generasi terbaru AI.

Investasi ini diarahkan pada pembangunan pusat data multi-gigawatt pertama OpenAI, yang dijadwalkan beroperasi pada paruh kedua tahun depan.

Melalui langkah ini, penggunaan AI dalam sektor kesehatan dan pendidikan diperkirakan akan semakin berkembang.

Sam Altman, sebagai pimpinan ChatGPT, percaya bahwa komputasi besar sebesar 10 gigawatt akan menjadi kunci utama dalam pencapaian tersebut.

(AKM/NID/RAD)

Trending