Viral
WN Thailand Tak Dihiraukan Polisi saat Lapor Hp Hilang, Berujung Dibantu Damkar
Ponsel milik WN Thailand dicopet usai menonton konser NCT Dream di Jakarta International Stadium, namun saat meminta bantuan dari pihak kepolisian ia justru diabaikan.
MPN Indonesia 1 Oktober 2025 - Seorang warga negara Thailand bernama Bev mengalami kehilangan ponsel usai menonton konser NCT Dream di Jakarta International Stadium (JIS) pada Minggu malam (28/9).
Namun, saat meminta bantuan dari pihak kepolisian untuk mencari ponselnya yang hilang, ia justru tak mendapat bantuan seperti yang diharapkan.
Mahasiswi yang sedang menempuh studi di Korea Selatan itu menceritakan kejadian yang dialaminya melalui akun X @jenbiverse pada Senin (29/9).
“Maaf untuk mengatakan ini, tapi polisi di Indonesia benar-benar tidak berguna. Saya sudah berada di kantor polisi selama satu jam, dan tidak ada petugas yang datang untuk berbicara dengan saya,” bunyi unggahan tersebut dikutip MPN Indonesia pada Rabu (1/10).
Alami Pencopetan di Jalan
Bev menuturkan bahwa insiden kehilangan ini terjadi ketika dirinya tengah dalam perjalanan pulang menggunakan ojek online.
Ia mengalami kesulitan memesan transportasi daring karena antrean yang panjang, sehingga memutuskan untuk menggunakan ojek online dari lokasi konser menuju hotel tempat ia menginap.
Saat sedang memeriksa arah menggunakan Google Maps di atas kendaraan, ponselnya justru dirampas oleh pencopet bermotor.
Setelah insiden tersebut, Bev meminta pengemudi ojek untuk segera mengantarkannya ke kantor polisi terdekat guna melapor. Namun, laporannya justru tak digubris saat ia sampai di lokasi.
ID Ponsel Tak Bisa Dilacak
Menurut penuturannya, tidak ada petugas yang menyambut atau menanggapi laporannya meskipun ia telah menunggu selama satu jam.
Bev kemudian memutuskan untuk kembali ke hotel setelah dua jam berada di kantor polisi. Ia menyatakan bahwa petugas hanya menanyakan Apple ID miliknya, tetapi tidak berhasil melacak keberadaan ponsel setelah masuk ke akun tersebut.
“Saya kembali ke hotel … pergi ke kantor polisi selama 2 jam, tetapi polisi tidak tahu cara membantu, hanya meminta ID Apple saya, tetapi setelah login, lokasi masih belum ditemukan,” ungkapnya.
Keluhkan Pelayanan Pihak Kepolisian
Tak lama setelah kembali ke hotel, ponselnya sempat aktif dan terdeteksi di kawasan Bogor. Bev pun kembali ke kantor polisi dengan harapan ada tindak lanjut terhadap sinyal terakhir perangkatnya.
Namun, ia kembali menyampaikan kekecewaannya karena tidak ada petugas yang menanggapi setelah ia menunggu selama lebih dari satu jam.
“Saya kembali ke kantor polisi ini lagi karena kemarin saya juga datang ke sini. Saya berpikir mereka bisa membantu menghubungi polisi di Bogor. Tapi beberapa orang mengatakan kepada saya, ‘Ini juga kantor polisi,’ tapi setelah satu jam, tidak ada petugas yang datang untuk berbicara dengan saya.. Apakah mereka tidak dibayar untuk melakukan tugas mereka?”
Komunikasi selama di kantor polisi juga disebut Bev hanya berlangsung berkat bantuan korban lain yang turut membuat laporan dan membantu menerjemahkan bahasanya.
“Tidak ada petugas polisi yang berbicara dengan saya sama sekali! Kecuali korban yang datang untuk membuat laporan, dia mencoba menerjemahkan apa yang saya katakan kepada orang lain. Mungkin karena polisi tidak bisa berbahasa Inggris, tetapi saya tidak melihat ada niat untuk membantu saya sama sekali,” katanya.
Minta Bantuan dari Petugas Damkar
Bev akhirnya mengikuti saran dari sejumlah warganet yang menyarankannya menghubungi petugas damkar.
Pada Senin (29/9), ia mendatangi kantor damkar di Bogor didampingi dua warga Indonesia yang membantunya. Petugas damkar merespons dengan cepat dan mengantarnya ke lokasi terakhir ponsel terdeteksi.
Dalam upaya pencarian tersebut tiga orang petugas damkar mendampingi Bev menuju lokasi, namun upaya tidak membuahkan hasil karena ponsel kembali dimatikan oleh pelaku.
Setelah itu, pihak kepolisian juga datang ke lokasi dan menanyakan data diri Bev serta informasi ponselnya. Mereka menyampaikan akan memberi kabar jika ada perkembangan lebih lanjut.
Meski belum menemukan kembali ponselnya dan ia telah kembali ke Korea kuliah, Bev menyampaikan bahwa ia merasa lebih lega setelah menerima bantuan dari damkar.
“Saya sangat merekomendasikan semua orang untuk meminta bantuan dari mereka. Ayo puji mereka!” tulis Bev.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
