Berita
Momen Tim SAR Interaksi dengan 2 Korban yang Terhimpit Reruntuhan Ponpes di Sidoarjo
Tim SAR berhasil jangkau dua santri terjebak reruntuhan Ponpes Al-Khoziny di Sidoarjo. Satu korban dievakuasi, satu lainnya masih terhimpit beton.
Jawa Timur, MPN Indonesia 1 Oktober 2025 - Bangunan musala Pondok Pesantren Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.00 WIB.
Tim SAR berhasil menjangkau dua korban bernama Yusuf dan Haikal, yang saat itu tengah melaksanakan salat asar berjamaah bersama ratusan santri lain.
Menurut Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, hingga Selasa (30/9), Haikal masih belum bisa dievakuasi karena terjepit beton di bagian pinggang.
Petugas hanya dapat memberikan suplai makanan, minuman, dan oksigen.
“Kemudian tadi terakhir kami juga bisa menjangkau korban, bisa memegang korban. Akan tetapi kami tidak bisa mengevakuasi karena posisi pinggangnya masih terhimpit oleh beton,” ujar Nanang kepada wartawan, Selasa (30/9).
“Kondisi masih bisa komunikasi kan. Komunikasi artinya masih ada kehidupan ya. Apalagi dia bisa minum dan bisa menerima makanan. Cuma memang tidak bisa ditarik,” tambahnya.
Sementara itu, Yusuf telah berhasil dievakuasi pada Selasa (30/9) sekitar pukul 01.58 WIB.
Ia langsung dilarikan ke RS Delta Surya Sidoarjo untuk mendapatkan perawatan intensif.
“Kemarin (sudah dievakuasi),” kata Nanang.
Interaksi Tim SAR dengan Korban
Aziz, anggota Tim Rescue dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, sempat berinteraksi langsung dengan kedua korban dari balik celah reruntuhan.
Ia menanyakan kondisi Yusuf yang terjepit puing-puing.
“Yusuf, umurmu berapa?” tanya Aziz.
“16 tahun,” jawab Yusuf.
“Apa yang luka?” tanyanya kembali.
“Tidak ada,” ucap Yusuf.
“Tidak ada ya, cuma perut kejepit ya?” tanya Aziz.
“Iya,” jawab Yusuf.
Aziz juga menanyakan kondisi Haikal yang berada tak jauh dari Yusuf.
“Haikal, kamu yang sakit apa, Nak?” tanya Aziz.
“Semuanya sakit,” jawab Haikal.
“Oke, semangat ya, sabar ya Nak ya. Aku Aziz dari Rescue Surabaya. Sabar ya, ini usaha,” ucap Aziz.
Melalui handy talkie, Aziz melaporkan posisi kedua korban kepada tim penyelamat lain.
“Untuk Haikal di arah jam 1 ya. Kurang lebih 2 meter dari jarak saya. Untuk saudara Yusuf arah jam 12 dari saya kurang lebih 4 meter,” kata Aziz.
“Butuh beberapa waktu ya. Ini saya berjalan merayap saja kesulitan,” lanjutnya.
Data Korban dan Proses Evakuasi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Selasa (30/9), total korban yang telah berhasil dievakuasi mencapai 102 orang.
Sementara itu, masih ada sekitar 38 orang yang diduga terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Penanganan Darurat
Tim SAR gabungan dari berbagai unsur, termasuk DPKP Kota Surabaya dan Kantor SAR Surabaya, terus melakukan upaya evakuasi dengan hati-hati.
Proses ini berlangsung lambat karena kondisi reruntuhan yang sempit dan berisiko pergerakan.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
