Connect with us

Politik

Prabowo Instruksikan Cak Imin Periksa Bangunan Ponpes Buntut Tragedi Al Khoziny

Presiden Prabowo perintahkan Cak Imin periksa struktur bangunan pesantren usai musala Ponpes Al Khoziny roboh di Sidoarjo yang menewaskan 49 orang.

Logompn

Published

on

Prabowo instruksikan cak imin periksa bangunan ponpes buntut tragedi al khoziny
Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Minggu malam (5/10). Gambar : Instagram/@sekretariat.kabinet

MPN Indonesia 8 Oktober 2025 - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), untuk memeriksa dan memperbaiki struktur bangunan pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Instruksi tersebut disampaikan setelah musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, roboh pada Senin (29/9).

Arahan Presiden disampaikan dalam rapat terbatas di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Minggu malam (5/10).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pemeriksaan akan difokuskan pada pondok pesantren resmi yang membutuhkan perbaikan.

“Presiden memerintahkan Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar beserta jajaran kementeriannya untuk memeriksa sekaligus memperbaiki pondok pesantren resmi yang perlu dicek kekuatan struktur bangunannya, serta memberikan bantuan dan menekankan kepada pemilik pondok untuk memperhatikan betul proses renovasi atau pengembangan gedung bila hendak membangun pondoknya,” tulis Teddy dalam unggahan Instagram @sekretariat.kabinet, Senin (6/10), dikutip MPN Indonesia pada Rabu (8/10).

Pemerintah Fokus Evaluasi Keamanan

Presiden Prabowo juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap seluruh bangunan pesantren dari sisi keamanan dan keselamatan.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut Presiden terus memantau perkembangan insiden robohnya musala di Ponpes Al Khoziny.

“Beliau memonitor terus, makanya Beliau kemudian memerintahkan kepada para menteri terkait, dan gubernur, wakil gubernur untuk memberikan perhatian,” ujar Pras dalam keterangannya.

Ia menegaskan evaluasi tidak hanya sebatas musala, tetapi meliputi seluruh bangunan pesantren.

“Evaluasi ke depan semua pondok pesantren kami harapkan segera didata dan dipastikan keamanan dari sisi bangunan-bangunan, infrastruktur di pondok (pesantren) masing-masing,” tambahnya.

Data Korban Musala Al Khoziny

Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu (5/10), musala yang roboh menewaskan 49 orang.

Baca Juga:  Sri Mulyani Akan Terapkan Pajak bagi Penjual di Marketplace

Jumlah tersebut termasuk 24 jenazah yang ditemukan pada hari itu, serta empat potongan tubuh tambahan, sehingga total bagian tubuh yang ditemukan menjadi lima.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa seluruh jenazah dan bagian tubuh sudah dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi.

“Berdasarkan temuan jenazah di atas, jumlah korban dalam pencarian pun menyusut menjadi 14 orang,” kata Abdul Muhari.

Selain itu, sebanyak 104 orang selamat, dengan rincian 6 orang masih dalam perawatan intensif, 97 orang telah selesai menjalani perawatan, dan 1 orang kembali ke rumah tanpa perawatan.

Evakuasi dilakukan oleh lebih dari 400 personel SAR. Namun, proses terhambat oleh banyaknya puing berukuran besar yang membahayakan korban selamat yang masih terjebak.

Kebijakan Pemerintah Pascatragedi

Sebagai tindak lanjut, pemerintah menetapkan kebijakan antara lain pemeriksaan kekuatan struktur bangunan pondok pesantren, perbaikan pesantren resmi yang memerlukan, pemberian bantuan kepada pesantren terdampak, serta penekanan agar renovasi maupun pembangunan baru mengikuti standar keamanan.

Kebijakan pemerintah ini diambil untuk mencegah terulangnya kejadian serupa dan memastikan keamanan santri di seluruh pesantren.

(AKM/NID/RAD)

Trending