Otomotif
Bridgestone Tengah Kembangkan Ban Tanpa Angin, Apa Saja Kelebihannya?
Bridgestone mengembangkan ban tanpa angin atau non-pneumatic tire (NPT) yang tahan bocor, efisien, dan ramah lingkungan, kini masih dalam tahap uji coba terbatas.
MPN Indonesia 14 Oktober 2025 - Bridgestone saat ini tengah mengembangkan teknologi ban tanpa angin atau non-pneumatic tire (NPT) yang diklaim tahan bocor dan lebih ramah lingkungan.
Meski masih dalam tahap studi dan pengembangan, teknologi ini telah digunakan secara terbatas pada beberapa kendaraan kecil di wilayah tertentu.
President Director Bridgestone Tire Indonesia, Mukiat Sutikno, menyampaikan bahwa pengujian masih dilakukan untuk mobil berukuran kecil.
“Bridgestone sudah melakukan studi itu. Tapi memang untuk masih mobil-mobil yang size-nya tidak terlalu besar dan masih daerah-daerah tertentu,” ujar Mukiat kepada wartawan di Jakarta Selatan, Rabu (8/10).
Struktur dan Konsep Teknologi Ban Tanpa Angin
Ban non-pneumatic tidak memerlukan angin atau nitrogen bertekanan tinggi seperti ban konvensional.
Sebagai gantinya, ban ini menggunakan struktur pendukung khusus untuk menopang beban kendaraan.
Bridgestone telah mengembangkan konsep ini sejak 2013 dan berhasil menciptakan beberapa prototipe yang digunakan pada kendaraan seperti sepeda dan micro car.
“Jadi memang ke depannya apakah itu bisa menjadi ban (produksi massal) ke depannya, mungkin sekarang ini saya belum bisa jawab,” tambah Mukiat.
Teknologi ini memiliki sejumlah keunggulan, antara lain tahan bocor, dapat didaur ulang, dan tidak membutuhkan ban cadangan.
Selain itu, ban tanpa angin juga menghasilkan efek gulir lebih rendah, yang berpotensi meningkatkan efisiensi bahan bakar.
Inisiatif pengembangan ini merupakan bagian dari Bridgestone 2024–2026 Mid-Term Business Plan (24MBP), yang menjadi langkah eksplorasi perusahaan terhadap bisnis masa depan.
Keunggulan Desain dan Performa
Ban tanpa angin Bridgestone menggunakan struktur jari-jari fleksibel sebagai penyangga beban kendaraan, menggantikan fungsi angin sebagai peredam kontur jalan.
Dengan desain tersebut, ban mampu menopang kendaraan hingga satu ton dengan kecepatan mencapai 60 km/jam, melampaui performa ban solid yang digunakan sekitar sepuluh tahun lalu.
Struktur fleksibel ini juga memungkinkan efisiensi bahan bakar tetap terjaga tanpa mengorbankan kenyamanan.
Hingga 90% energi yang biasanya hilang akibat resistensi gulir pada ban konvensional dapat diminimalkan karena bentuk ban tidak banyak berubah saat bergerak.
Bridgestone menyebut performa ban tanpa angin ini sebanding dengan ban hemat bahan bakar seri Ecopia yang mereka produksi.
Aplikasi dan Potensi Komersialisasi
Saat ini, aplikasi ban non-pneumatic masih terbatas pada kendaraan ringan seperti mobil golf, trailer, alat angkut logistik, dan mesin pemotong rumput.
Penggunaan di sektor industri, termasuk pertanian dan konstruksi, juga tengah dikaji karena keandalannya terhadap risiko bocor dan pecah di lapangan.
Jika berhasil dikomersialkan, ban ini memiliki beberapa keunggulan utama seperti tidak memerlukan angin, tahan bocor, tidak membutuhkan ban cadangan, lebih ringan, meningkatkan efisiensi bahan bakar, serta dapat didaur ulang sepenuhnya.
Tantangan Pengembangan dan Distribusi
Meski menjanjikan, pengembangan ban tanpa angin masih menghadapi sejumlah tantangan teknis.
Salah satunya adalah potensi masuknya benda asing ke dalam celah struktur ban.
Selain itu, Bridgestone juga tengah mencari solusi untuk proses distribusi dan penyimpanan ban agar lebih efisien sebelum dipasarkan secara massal.
Proyek ban tanpa angin ini merupakan bagian dari visi jangka panjang Bridgestone dalam mewujudkan penggunaan material berkelanjutan dan efisiensi sumber daya.
Melalui rencana cradle-to-cradle, seluruh komponen ban dirancang agar dapat didaur ulang dan digunakan kembali sebagai bahan baku untuk ban baru.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
