Connect with us

Kriminal

Tak Terima Mobilnya Diadang, 2 Orang di Kintamani Tewas usai Tantang Duel

Dua orang dilaporkan tewas dalam peristiwa duel berdarah di Banjar Tabu, Desa Songan A, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Minggu pagi (12/10).

Logompn

Published

on

Tak terima mobilnya dihadang, 2 orang di kintamani tewas usai tantang duel
Tak Terima Mobilnya Dihadang, 2 Orang di Kintamani Tewas usai Tantang Duel | Gambar: Humas Polres Bangli

Bali, MPN Indonesia 14 Oktober 2025 - Dua orang tewas dalam peristiwa duel berdarah di Banjar Tabu, Desa Songan A, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Minggu pagi (12/10).

Kejadian ini dipicu ajakan duel melalui pesan Facebook yang dikirim oleh korban Jero Sumadi (47) kepada I Ketut Arta (26), menyusul perselisihan terkait pencegatan mobil Jeep.

Korban tewas adalah Jero Sumadi (47) dan I Ketut Kartawa (50), yang diketahui merupakan kakak beradik. Adapun satu korban yang alami luka berat, I Wayan Ruslan (53), yang saat ini dirawat intensif di RSUD Bangli.

Kapolres Bangli, AKBP James I. S. Rajagukguk, menyatakan bahwa pihaknya langsung bergeerak menuju lokasi begitu menerima laporan.

“Begitu mendapat informasi, personel kami langsung menuju tempat kejadian, mengamankan para pelaku, serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media, Senin (13/10).

Kronologi Kejadian

Pihak kepolisian menyatakan bahwa kejadian bermula dari pertikaian individu yang kemudian melibatkan masing-masing keluarga.

Awalnya, Jero Sumadi mengirimkan pesan melalui Facebook kepada I Ketut Arta, menantangnya untuk bertemu setelah cekcok terkait penyetopan kendaraan.

Saat Arta melintas di depan warung korban sekitar pukul 08.00 WITA, ia diadang oleh tiga orang yang membawa senjata tajam.

Arta berhasil melarikan diri, kembali ke rumah, dan mengajak kakaknya Jero Wage serta Nyoman Berisi untuk mendatangi lokasi kejadian sambil membawa dua bilah katana dan sebuah tongkat besi.

Saat kembali ke warung korban, ketiga terduga pelaku langsung menyerang para korban.

Kondisi Korban Selamat

Kejadian ini menewaskan dua korban, Jero Sumadi dinyatakan meninggal karena luka terbuka di bagian perut serta I Ketut Kertawan yang mengalami luka terbuka di kepala bagian depan dan lengan bawah kanan.

Baca Juga:  Unik! Penjual Batagor Ini Buka Jasa Photobox, Rp1.000 per Foto

Sementara itu, I Wayan Ruslan yang mengalami luka tusuk di perut dan patah tulang di siku kiri, telah menjalani operasi pada Minggu sore (12/10).

Dalam pernyataan terbaru, Humas RSUD Bangli, Kompyang Ari Wijaya, menyatakan bahwa korban kritis sudah ada dalam kondisi stabil pascaoperasi.

“Kondisi update I Wayan Ruslan hari ini stabil, sedikit lemah karena ada nyeri di daerah operasi… Sekarang masih tahap observasi,” jelasnya.

Polisi Amankan Pelaku Beserta Barang Bukti

Sementara itu, pihak kepolisian telah menangkap tiga terduga pelaku yang berasal dari kubu penyerang, yaitu I Ketut Arta (26), Jero Wage (40), dan Nyoman Berisi (32).

Ketiganya telah diamankan oleh aparat Polres Bangli dan Polsek Kintamani untuk proses hukum lebih lanjut.

Adapun barang bukti yang diamankan oleh aparat kepolisian meliputi 2 bilah pedang katana dan 1 tongkat besi.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Kintamani, Iptu I Ketut Sudarsana, senjata tersebut diduga kuat digunakan dalam perkelahian.

“Itu diduga alat yang digunakan. Karena harus dicek darahnya dahulu melalui forensik. Biar pasti siapa tebas siapa,” ujarnya.

Personel Dikerahkan untuk Antisipasi Konflik Lanjutan

Sebagai upaya pengamanan, Polres Bangli telah menempatkan personel di lokasi kejadian untuk mengantisipasi konflik lanjutan.

AKBP James, langsung turun ke lapangan bersama jajaran untuk berkomunikasi dengan warga dan tokoh masyarakat setempat.

Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang.

“Kami akan menindaklanjuti kasus ini sesuai prosedur hukum yang berlaku dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas,” ujarnya.

Namun, terkait motif pelaku hingga saat ini masih didalami oleh pihak kepolisian.

(AKM/NID/RAD)

Trending