Connect with us

Kriminal

630 Siswa SMAN 1 Cimarga Mogok Sekolah Usai Kepsek Diduga Tampar Siswa yang Merokok

Sebanyak 630 siswa SMAN 1 Cimarga mogok sekolah usai dugaan penamparan oleh kepala sekolah terhadap siswa yang ketahuan merokok. Polisi kini tangani kasus ini.

Logompn

Published

on

630 siswa sman 1 cimarga mogok sekolah usai kepsek diduga tampar siswa yang merokok
630 Siswa SMAN 1 Cimarga Mogok Sekolah Usai Kepsek Diduga Tampar Siswa yang Merokok. Gambar : Tangkapan Layar Instagram/@lambe_turah

Banten, MPN Indonesia 14 Oktober 2025 - Sebanyak 630 siswa SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, melakukan aksi mogok sekolah pada Senin (13/10).

Aksi ini diduga sebagai bentuk protes terhadap tindakan Kepala Sekolah, Dini Fitria, yang disebut menampar seorang siswa karena ketahuan merokok di lingkungan sekolah.

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula saat kegiatan Jumat Bersih pada Jumat (10/10), ketika kepala sekolah melihat seorang siswa merokok di dekat warung kecil di luar pagar sekolah.

Menurut pernyataan Dini Fitria, ia melihat asap rokok dari jarak sekitar 20-30 meter.

“Saya panggil dengan suara agak keras, karena jaraknya cukup jauh. Anak itu langsung lari,” ujar Dini kepada wartawan di SMAN 1 Cimarga, Senin (13/10).

Setelah dipanggil dan dimintai keterangan, siswa tersebut tidak mengakui sedang merokok.

Hal itu memicu emosi kepala sekolah yang kemudian menegur keras siswa tersebut dan mengakui sempat menampar.

“Saya kecewa bukan karena dia merokok, tapi karena tidak jujur. Saya spontan menegur dengan keras, bahkan sempat memukul pelan karena menahan emosi. Tapi saya tegaskan, tidak ada pemukulan keras,” kata Dini.

Ia menambahkan bahwa tindakannya tidak termasuk kekerasan fisik yang membekas.

“Saya tidak menendang. Hanya menepuk bagian punggung, itu pun karena emosi spontan. Tidak ada luka atau bekas apa pun,” tambahnya.

Versi Siswa dan Tindakan Hukum

Sementara itu, siswa yang terlibat dalam kejadian tersebut, berinisial ILP (17), memberikan keterangan berbeda. Ia mengaku ditendang dan ditampar oleh kepala sekolah.

“Beliau marah, nendang saya di bagian punggung, terus nampol saya di pipi kanan. Kepsek bilang gk, ag, terus nyuruh saya nyari rokok lagi, padahal udah enggak ada,” jelas ILP.

Baca Juga:  Terjadi Bentrokan Dua Kelompok Massa di Sukahaji Bandung, Polisi Turun Tangan

Orang tua ILP, Tri Indah Alesti, kemudian melaporkan kepala sekolah ke Polres Lebak pada hari yang sama, Jumat (10/10).

Laporan tersebut dibenarkan oleh Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lebak, Ipda Limbong.

“Betul, ada laporan terkait kekerasan fisik. Kasus ini sudah ditangani oleh pengacara, jadi saya tidak bisa memberikan berita apapun,” tutur Ipda Limbong.

Dampak Aksi Mogok Sekolah

Aksi mogok pada Senin (13/10) menyebabkan kegiatan belajar mengajar di SMAN 1 Cimarga terganggu.

Kepala sekolah Dini Fitria menyebut ada 630 siswa dari 19 kelas yang tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar.

“Semuanya sekitar 630 murid. Kami sudah koordinasi dengan wakasek agar KBM tetap kondusif, tetapi ternyata anak-anak punya cerita sendiri,” pungkasnya.

Selain mogok, beredar pula foto spanduk bertuliskan, “Kami tidak akan sekolah sebelum kepsek dilengserkan.”

Spanduk tersebut sempat terpasang di lingkungan sekolah sebelum akhirnya dicopot.

Hingga kini, pihak kepolisian masih menangani kasus tersebut.

Dini menyatakan telah berkomunikasi dengan komite sekolah dan orang tua murid setelah kejadian, namun aksi mogok tetap berlangsung di awal pekan.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending