Connect with us

Otomotif

Intip Spesifikasi Jet Tempur J-10, Pesawat Multirole China yang Dipesan Indonesia

Indonesia akan segera kedatangan jet tempur Chengdu J-10 dari China. Pengadaan ini menjadi bagian dari modernisasi TNI AU dengan nilai mencapai Rp149 triliun.

Logompn

Published

on

Intip spesifikasi jet tempur j 10, pesawat multirole china yang dipesan indonesia
Intip Spesifikasi Jet Tempur J-10, Pesawat Multirole China yang Dipesan Indonesia. Gambar : Dok. AFP

MPN Indonesia 19 Oktober 2025 - Indonesia tengah mempersiapkan kedatangan jet tempur Chengdu J-10 buatan China sebagai bagian dari upaya modernisasi kekuatan TNI Angkatan Udara.

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin memastikan bahwa pesawat tersebut akan segera tiba di Tanah Air.

“Sebentar lagi terbang di Jakarta,” ujar Sjafrie kepada wartawan, tanpa menjelaskan detail waktu kedatangannya.

Sementara itu, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa pembelian jet tempur tersebut telah mendapat persetujuan pemerintah.

“US$9 miliar kalau nggak salah atau lebih. Saya lupa angkanya. Tapi sudah disetujui, jadi harusnya udah siap semua,” ungkap Purbaya saat ditemui awak media di Wisma Danantara pada Rabu (15/10).

Nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp149 triliun.

Spesifikasi Jet Tempur Chengdu J-10

Jet tempur Chengdu J-10, juga dikenal sebagai Vigorous Dragon, merupakan pesawat multirole generasi 4++ yang dikembangkan oleh Chengdu Aircraft Corporation (CAC) dan Chengdu Aircraft Design Institute (CADI).

Pesawat ini dirancang untuk melaksanakan berbagai misi, mulai dari pertempuran udara hingga serangan ke target darat.

Desain dan Mesin

J-10 menggunakan konfigurasi aerodinamis delta-canard tanpa ekor.

  • Panjang: 16,4 meter
  • Lebar sayap: 9,75 meter
  • Tinggi: 4,78 meter
  • Bobot maksimal lepas landas: 19.277 kilogram

Pesawat ini memiliki kecepatan maksimum 2.200 km/jam dengan jangkauan terbang mencapai 3.200 km.

Jet ini ditenagai mesin turbofan Lyulka-Saturn AL-31FN buatan Rusia dengan daya dorong maksimum 11.700 kgf.

Varian lain menggunakan mesin buatan lokal China, WS-10A Taihang, dengan daya dorong hingga 13.200 kgf.

Integrasi mesin WS-10 sempat tertunda karena kendala pengembangan, meski Rusia telah menawarkan versi AL-31FN yang memiliki dorongan 12.500 kgf dan masa pakai hingga 2.000 jam.

Baca Juga:  Indonesia Pinjamkan 2 Komodo ke Jepang untuk Pengembangbiakan, Ditukar Jerapah dan Panda Merah

Persenjataan dan Sistem Elektronik

Untuk persenjataan tetap, J-10 dilengkapi dengan meriam laras ganda 23mm Tipe 23-3 di sisi kiri roda pendaratan depan.

  • Panjang meriam: 1.530 mm
  • Bobot tempur: 50,5 kg
  • Laju tembakan: 3.000–3.400 peluru per menit
  • Kecepatan moncong: 715 m/s

Pesawat ini memiliki 11 titik gantung eksternal, terdiri dari:

  • 3 titik di bawah masing-masing sayap
  • 5 titik di bawah badan pesawat

Jenis senjata yang dapat dibawa meliputi:

  • Rudal udara-ke-udara jarak menengah (MRAAM)
  • Rudal udara-ke-udara jarak pendek (SRAAM)
  • Bom berpemandu laser LT-2
  • Bom luncur LS-6
  • Bom konvensional tanpa pemandu

Dari sisi sistem avionik, J-10 dilengkapi:

  • Radar susunan bertahap
  • Radar pengendali tembakan multi-mode NRIET KLJ-10
  • Sistem fly-by-wire
  • Kokpit digital dengan layar penuh

Perangkat tambahan elektronik (pod) yang tersedia mencakup:

  • Pod pencari dan pelacak inframerah Hongguang-I
  • Pod pengacau BM/KG300G
  • Pod pengintaian KZ900
  • Pod navigasi/serangan Blue Sky
  • Pod FILAT (Forward Looking Infrared Laser Attack Targeting)

Integrasi ke TNI AU dan Pertimbangan Strategis

Chengdu J-10 saat ini menjadi tulang punggung Angkatan Udara China (PLAAF) dan juga dioperasikan oleh Pakistan.

Indonesia akan menjadi negara berikutnya yang menggunakannya sebagai bagian dari armada tempur modern.

Keunggulan utama J-10 terletak pada desainnya yang modern, kemampuan manuver tinggi, dan harga yang lebih kompetitif dibandingkan jet tempur produksi Barat.

Meski demikian, proses integrasi pesawat ini ke dalam sistem pertahanan Indonesia diperkirakan akan menghadapi tantangan, terutama dalam hal kompatibilitas teknologi.

Hal ini karena sebagian besar armada TNI AU saat ini masih berasal dari Amerika Serikat dan Rusia.

Hingga kini, pemerintah belum mengumumkan secara resmi jumlah unit atau varian jet yang akan dibeli.

Namun, pernyataan dari Menhan Sjafrie dan Menkeu Purbaya menegaskan arah kebijakan pertahanan Indonesia dalam memperkuat kerja sama militer dengan China melalui pengadaan pesawat tempur canggih ini.

Baca Juga:  Jadwal Sea Games Wakil Indonesia Hari Ini 18 Desember 2025

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending