Connect with us

Viral

Buka Suara usai Anaknya Tewas, Ayah Timothy Anugerah: Saya Sakit Hati Sekali

Ayah Timothy Anugerah buka suara soal kematian anaknya yang diduga bunuh diri di Universitas Udayana. Ia membantah isu gangguan mental dan minta keadilan ditegakkan.

Logompn

Published

on

Buka suara usai anaknya tewas, ayah timothy anugerah saya sakit hati sekali
Kasus kematian mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana (Unud), Timothy Anugerah Saputra. Gambar : Instagram/@univ.udayana

MPN Indonesia 21 Oktober 2025 - Kasus kematian mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana (Unud), Timothy Anugerah Saputra, menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan publik.

Mahasiswa yang diduga bunuh diri pada Rabu (15/10) itu disebut mengalami perundungan di lingkungan kampusnya.

Ayah Timothy, Lukas Triana Putra, akhirnya buka suara menanggapi berbagai spekulasi yang beredar di media sosial.

Ia mengaku sangat terpukul dengan kepergian putranya dan menolak tuduhan bahwa Timothy meninggal karena gangguan mental.

“Saya sakit hati sekali, tapi saya punya Tuhan yang mengajarkan saya memaafkan orang yang salah. Biarkanlah pihak kampus yang melakukan tindakan, dari pihak media sosial juga sudah memberikan mereka sanksi,” ujar Lukas dalam keterangannya, dikutip MPN Indonesia dari kanal YouTube Metro TV, Selasa (21/10).

Bantahan Isu Gangguan Mental

Lukas menegaskan bahwa anaknya tidak memiliki gangguan psikologis. Ia menjelaskan bahwa sejak kecil, Timothy hanya pernah mengalami masalah pendengaran, bukan masalah kejiwaan.

“Memang pada waktu masih kecil, anak saya itu ada kelainan pendengaran di mana telinganya itu tidak dapat mendengar secara baik. Sehingga dia dibawa ke spesialis THT anak, dan pada saat itu telinganya itu semenjak dibersihkan, pendengarannya menjadi baik,” jelas Lukas.

Lukas menambahkan, Timothy sempat bersekolah di sekolah internasional dan terbiasa berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.

Hal itu membuatnya sempat kesulitan beradaptasi di lingkungan berbahasa Indonesia.

“Jadi setelah kita lihat perkembangannya, setelah kelas empat, kok dia tidak bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitar yang menggunakan Bahasa Indonesia,” ucapnya.

Baca Juga:  Pelaku Bullying Timothy Mahasiswa Unud Dikeluarkan dari Program Koas

Untuk membantu proses adaptasi, Lukas memindahkan Timothy ke Sekolah Nasional Plus yang menggabungkan kurikulum nasional dan internasional.

Dalam proses itu, Timothy sempat didampingi psikolog hingga akhirnya bisa bersosialisasi dengan baik saat SMP.

“Dan (Timothy) dinyatakan sudah bisa bersosialisasi tanpa didampingi psikolog itu di SMP,” tambah Lukas.

Ia pun menegaskan, saat berkuliah di Universitas Udayana, anaknya sudah tidak memiliki masalah psikologis apa pun.

“Semenjak dia di Udayana ini, dia itu sudah dinyatakan tidak ada gangguan dari psikologinya. Saya juga kaget kenapa ini anak diberitakan bahwa dia bunuh diri,” tegas Lukas.

Tanggapan Kampus dan Reaksi Keluarga

Pihak Universitas Udayana, melalui Ketua Unit Publikasi Publik Dewi Pascarini, menyampaikan bahwa berdasarkan informasi keluarga, Timothy memang pernah menjalani pendampingan psikologis sejak masa sekolah dasar.

“Menyelidiki lebih lanjut lagi penyebabnya apa. Tapi memang kalau secara rekam medis, yang bersangkutan (Timothy) itu memang mendapat konseling psikologis dari SD, menurut keterangan ibunya, keluarganya,” ungkap Dewi kepada wartawan pada Sabtu (18/10).

Keterangan tersebut menimbulkan tafsir baru di publik karena dinilai seolah mengaitkan kematian Timothy dengan kondisi psikologis di masa lalu.

Namun Dewi menegaskan, penyebab pasti kematian mahasiswa tersebut masih dalam penyelidikan.

“Ya mungkin ada kecenderungan ke arah situ, sengaja melompat mungkin ya. Itu kita belum tahu penyebabnya apa,” lanjut Dewi.

Pernyataan itu membuat Lukas kecewa. Ia menilai pihak kampus seharusnya tidak langsung menarik kesimpulan tanpa bukti jelas.

“Saya tahu betul bagaimana anak saya. Dia baik-baik saja, tidak pernah mengeluh soal tekanan apa pun,” imbuhnya dengan nada tegas.

Dugaan Perundungan dan Sanksi Kampus

Kasus ini memicu simpati dan kemarahan publik. Dugaan perundungan terhadap Timothy mencuat setelah beredar tangkapan layar percakapan berisi ejekan di media sosial.

Baca Juga:  Viral! Video Pria Sengaja Tabrakkan Diri ke KRL di Lenteng Agung

Nama-nama mahasiswa yang diduga terlibat pun tersebar luas.

Pihak Universitas Udayana telah menjatuhkan sanksi kepada empat mahasiswa pengurus Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (Himapol) FISIP Unud Kabinet Cakra.

Mereka diberhentikan tidak dengan hormat dari organisasi, mendapat pengurangan nilai soft skill, serta diwajibkan membuat surat dan video permintaan maaf.

Empat mahasiswa tersebut adalah Anak Agung Ngurah Nanda Budiadnyana, Maria Victoria Viyata Mayos, Muhammad Riyadh Alvitto Satriyaji Pratama, dan Vito Simanungkalit.

Menurut Wakil Dekan III FISIP Unud, I Made Anom Wiranata, sanksi itu diberikan sebagai bentuk pembinaan, bukan hukuman kebencian.

“Sanksi ini bukanlah ekspresi kebencian kami sebagai pimpinan. Kami ini seorang guru, tugasnya mendidik,” katanya.

Namun, sumber internal fakultas menyebut empat mahasiswa tersebut hanya sebagian dari sekitar sembilan pelaku dugaan perundungan.

Nama lain yang disebut berasal dari fakultas berbeda, seperti Calista Amore (Fakultas Kedokteran) dan Jetro Ferdio (Fakultas Kelautan dan Perikanan).

Langkah Hukum dan Harapan Keluarga

Merasa ada kejanggalan, Lukas melapor ke Polres Denpasar untuk mencari kejelasan penyebab kematian anaknya yang belum dijelaskan secara rinci oleh pihak kampus.

“Kenapa saya melapor ke Polres Denpasar, penyebabnya adalah tidak ada penjelasan dari pihak kampus yang menyatakan kronologinya kecelakaan itu terjadinya seperti apa,” tutur Lukas.

Ia juga menyesalkan pihak kampus yang belum memanggil keluarga untuk memberikan penjelasan resmi.

“Tidak adanya dari pihak kampus menjelaskan secara rinci, memanggil kita, atau kita dipanggil biar jelas. Jadi yang menyebabkan saya pikir kita menyerahkan kepada pihak kepolisian,” pungkasnya.

Kini, keluarga besar Timothy berharap agar keadilan dapat ditegakkan dan nama baik putra mereka dapat dipulihkan sepenuhnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending