Connect with us

Politik

Pesan Prabowo ke Polri-Kejagung: Jangan Cari Perkara terhadap Orang Kecil

Presiden Prabowo menegaskan kepada Polri dan Kejaksaan Agung agar tidak melakukan kriminalisasi terhadap rakyat kecil dan menegakkan hukum secara adil.

Logompn

Published

on

Pesan prabowo ke polri kejagung jangan cari perkara terhadap orang kecil
Presiden Prabowo Subianto dalam acara penyerahan barang bukti sitaan senilai Rp13 triliun dari perkara tindak pidana korupsi ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya, yang berlangsung di Kejaksaan Agung, Jakarta, pada Senin (20/10). Gambar : Tangkapan Layar YouTube/Sekretariat Presiden

MPN Indonesia 21 Oktober 2025 - Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan tegas kepada institusi penegak hukum, yaitu Polri dan Kejaksaan Agung, agar tidak melakukan kriminalisasi terhadap rakyat kecil.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara penyerahan barang bukti sitaan senilai Rp13 triliun dari perkara tindak pidana korupsi ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya, yang digelar di Kejaksaan Agung, Jakarta, pada Senin (20/10).

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa penegakan hukum harus dijalankan dengan adil dan tidak digunakan untuk mencari-cari kesalahan.

“Kita tidak ingin mencari-mencari masalah, saya ingatkan terus kejaksaan, kepolisian jangan kriminalisasi sesuatu yang tidak ada. Untuk motivasi apa pun,” ujar Presiden Prabowo, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (21/10).

Ia menyoroti perlakuan hukum yang tidak adil terhadap rakyat kecil, dengan menyinggung kasus seorang anak yang ditangkap karena mencuri ayam dan seorang ibu yang ditangkap karena mencuri pohon.

“Jangan cari perkara apalagi terhadap orang kecil. Orang kecil, orang lemah itu hidupnya sudah sangat susah, jangan diperberat oleh mencari-cari hal yang tidak perlu dicari,” tambahnya.

Penegasan Perlindungan Rakyat Kecil

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menyampaikan harapannya agar penegakan hukum tidak bersifat tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

Ia meminta aparat hukum untuk bekerja dengan hati nurani serta berpihak kepada masyarakat kecil.

“Penegak hukum harus punya hati. Jangan istilahnya tumpul ke atas, tajam ke bawah. Itu zalim, itu angkara murka. Jahat,” ungkap Prabowo.

Ia juga menekankan bahwa saat ini masyarakat memiliki akses langsung kepada Presiden melalui teknologi, sehingga aparat penegak hukum tidak boleh menyalahgunakan kekuasaan terhadap rakyat kecil.

“Itu rakyat kita, rakyat saya. Kita harus membela mereka, saudara harus membantu saya menegakkan kebenaran, membela yang lemah,” tegasnya.

Baca Juga:  Divonis 4,5 Bui, Eks Dirut ASDP Minta Perlindungan Prabowo

(AKM/NID/RAD)

Trending