Connect with us

Viral

Wali Santri Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny akan Diumrahkan Januari 2026

Sebanyak 23 wali santri korban ambruknya musala Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, akan diberangkatkan umrah Januari 2026 sebagai bentuk kepedulian dan duka mendalam.

Logompn

Published

on

Wali santri korban ambruknya ponpes al khoziny akan diumrahkan januari 2026
Ilustrasi Jamaah Umrah. Gambar: Ilustrasi Canva

Jawa Timur, MPN Indonesia 21 Oktober 2025 - Sebanyak 23 wali santri korban ambruknya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, akan diberangkatkan umrah pada Januari 2026.

Program ini digagas sebagai bentuk kepedulian dan duka terhadap keluarga santri yang meninggal dalam musibah tersebut.

Ketua Alumni Ponpes Al Khoziny, KH Zainal Abidin, menjelaskan bahwa program umrah ini merupakan inisiatif dari Ketua Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN), KH Asep Saifuddin Chalim, dan didukung oleh para alumni serta jaringan pondok pesantren Al Khoziny.

“Ini bentuk kepedulian kami kepada para keluarga korban. Untuk tahap awal, 23 wali santri akan kami berangkatkan umrah pada Januari nanti. Sisanya akan kami jadwalkan pada gelombang berikutnya,” ujar KH Zainal Abidin kepada wartawan, Minggu (19/10).

Ia menambahkan, sejumlah alumni yang berada di Arab Saudi juga telah lebih dahulu membadalkan umrah atas nama para santri yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

“Alumni kami di Saudi sangat tanggap. Mereka langsung membadalkan umrah untuk para korban begitu mengetahui kejadian ini,” tambah Zainal.

Bantuan Pendidikan dan Pemulihan Psikologis

Selain program umrah, pihak Ponpes Al Khoziny bersama para alumni juga memberikan perhatian khusus kepada santri yang mengalami luka berat hingga cacat fisik akibat musibah itu.

Mereka akan menerima beasiswa pendidikan hingga jenjang S2 sebagai bentuk dukungan jangka panjang.

“Kami ingin mereka tetap semangat melanjutkan pendidikan dan tidak merasa ditinggalkan. Semua proses beasiswa akan kami kawal penuh sampai jenjang pendidikan tertinggi,” tegas Zainal.

Pendampingan psikologis pun diberikan melalui kegiatan trauma healing yang menyasar keluarga korban.

Baca Juga:  Cerita Korban Selamat dari Ambruknya Ponpes Al Khoziny, Tetap Salat di Bawah Reruntuhan

Pengurus pondok dan alumni turun langsung ke rumah para korban untuk memberikan dukungan moral serta penguatan psikologis.

“Kami sudah mulai turun langsung, melakukan pendekatan ke rumah para korban. Tujuannya agar para santri bisa kembali pulih secara mental, tidak trauma, dan semangat belajar mereka bisa bangkit kembali,” jelasnya.

Dukungan dari Alumni Dalam dan Luar Negeri

Dukungan terhadap korban dan keluarganya datang tidak hanya dari alumni dalam negeri, tetapi juga dari berbagai cabang alumni yang tersebar di luar negeri.

Mereka bersama-sama menggalang bantuan dan memastikan seluruh keluarga korban mendapat perhatian yang layak.

“Alumni kami tersebar di banyak kabupaten bahkan luar negeri. Semua bergerak bersama membantu korban dan keluarganya. Kami pastikan mereka tidak sendiri,” tutup Zainal.

(AKM/NID/RAD)

Trending