Connect with us

Viral

Komisaris Transjakarta Viral usai Orasi Ancam Gorok Leher Pegawai Trans 7

Video orasi Ainul Yakin Simatupang yang berisi ancaman terhadap pegawai Trans 7 viral di media sosial. Transjakarta tegaskan pernyataan itu bersifat pribadi.

Logompn

Published

on

Komisaris transjakarta viral usai orasi ancam gorok leher pegawai trans 7
Komisaris Transjakarta Viral usai Orasi Ancam Gorok Leher Pegawai Trans 7. Gambar : Kolase Tangkapan Layar Instagram/@jakarta24jam.id

MPN Indonesia 21 Oktober 2025 - Anggota Dewan Komisaris PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Ainul Yakin Simatupang, menjadi sorotan publik setelah video orasinya yang diduga bernada ancaman terhadap pegawai Trans 7 tersebar luas di media sosial pada Kamis (16/10).

Video berdurasi 2 menit 20 detik itu diunggah oleh akun X (Twitter) @marquez_93, menampilkan Ainul yang juga menjabat sebagai Ketua PW GP Ansor DKI Jakarta sedang berorasi di depan Kantor Trans 7 bersama anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Hingga Senin (20/10), video tersebut telah ditonton lebih dari 79 ribu kali.

Dalam orasinya, Ainul mengecam program Xpose Uncensored Trans 7 yang dinilai menghina kiai, ulama, dan pesantren Nahdlatul Ulama (NU).

Ia juga memperingatkan pegawai Trans 7 agar menghormati NU serta sejarah perjuangan GP Ansor dan Banser.

Isi Orasi dan Pernyataan Kontroversial

Dalam rekaman yang beredar, Ainul menyampaikan sejumlah pernyataan keras yang memicu kontroversi.

“Trans 7 telah menghina melalui siaran-siarannya terhadap kyai dan ulama Nahdlatul Ulama,” ujar Ainul dalam orasinya, dikutip MPN Indonesia dari Instagram @jakarta24jam.id, Selasa (21/10).

Ia menegaskan bahwa GP Ansor dan Banser memiliki peran besar dalam menjaga kehormatan ulama dan pondok pesantren.

“Saudara-saudara Trans 7 yang masih muda, kalian ingat sejarah. Sudah ribuan anak Ansor dan Banser tewas memperjuangkan republik ini. Kalian ada karena adanya Nahdlatul Ulama,” lanjutnya.

Ainul juga menyinggung peristiwa pembantaian PKI tahun 1965–1966, yang kemudian menimbulkan reaksi keras dari publik.

“Jangan sampai kader-kader Banser menggorok leher kalian, seperti kader Banser menggorok PKI. Halal darah kalian apabila mengolok-olok ulama Nahdlatul Ulama,” imbuhnya.

Baca Juga:  Sejumlah Rute Transjakarta Dialihkan Buntut Aksi Demo 27 Agustus 2026

Ia bahkan menyampaikan ancaman terhadap kantor Trans 7.

“Kalian bayangkan seratus juta umat Nahdlatul Ulama, apabila datang ke kantor kalian, bakar ini, saya kira tidak sampai 10 menit akan hangus ini,” tegas Ainul.

Transjakarta Klarifikasi Sikap Perusahaan

Hingga berita ini diterbitkan, upaya untuk menghubungi Ainul Yakin Simatupang guna meminta klarifikasi belum berhasil dilakukan.

Sementara itu, PT Transjakarta mengonfirmasi bahwa video tersebut memang menampilkan Ainul.

Komisaris Utama Transjakarta, Untung Budiharto, menegaskan bahwa pernyataan Ainul merupakan pandangan pribadi dan tidak mencerminkan sikap resmi perusahaan.

“Pernyataan yang disampaikan oleh Saudara Ainul Yakin Simatupang merupakan pandangan pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan resmi Transjakarta,” ucap Untung dalam keterangan tertulis, Senin (20/10).

Ia menambahkan bahwa Dewan Komisaris dan Direksi Transjakarta akan melakukan klarifikasi internal atas peristiwa tersebut.

Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh jajaran perusahaan mematuhi prinsip tata kelola yang baik dan menjaga integritas kelembagaan.

Polemik Program Xpose Uncensored dan Permintaan Maaf Trans 7

Aksi orasi Ainul berkaitan dengan segmen dalam program Xpose Uncensored Trans 7 yang tayang pada Senin (13/10).

Segmen tersebut membahas Pondok Pesantren Lirboyo dan menampilkan potongan video mengenai relasi antara santri dan kiai.

Bagian berjudul “Kiai yang kaya raya, tapi umat yang kasih amplop” dianggap menyinggung kalangan pesantren dan menimbulkan kecaman dari berbagai pihak.

Menanggapi hal itu, Direktur Produksi Trans 7, Andi Chairil, menyampaikan permintaan maaf resmi kepada pimpinan PP Lirboyo, Kiai Anwar Mansyur, beserta keluarga besar pesantren.

“Kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada Kiai Anwar Mansyur beserta keluarga besar, pengasuh, santri, dan alumni,” pungkas Andi melalui kanal YouTube Trans7 Official pada Selasa (14/10).

(AKM/NID/RAD)

Baca Juga:  Pria di Pati Robohkan Rumah, Diduga Kesal Istri Terima Lamaran Pria Lain di Tengah Proses Cerai

Trending