Connect with us

Internasional

Sadis! Israel Bakar Hidup-Hidup Warga Palestina saat Mengungsi di RS Syuhada Al Aqsa

Lagi-lagi tragedi mengerikan terjadi di Gaza setelah Israel membakar hidup-hidup pengungsi Palestina di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa.

Adinda

Published

on

Sadis! Israel Bakar Hidup Hidup Warga Palestina saat Mengungsi di RS Syuhada Al Aqsa
Israel bakar hidup-hidup warga Palestina di RS Syuhada Al Aqsa | Gambar : REUTERS/Mohammed Salem

MPN Indonesia 14 Oktober 2024 - Lagi-lagi tragedi mengerikan terjadi di Gaza, Palestina setelah pasukan Israel dilaporkan membakar hidup-hidup warga Palestina yang mengungsi di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa.

Serangan ini terjadi pada hari Minggu (13/10) di tenda-tenda darurat yang didirikan di halaman rumah sakit yang terletak di Deir al-Balah, Gaza tengah.

Setidaknya empat orang tewas dan 70 lainnya mengalami luka-luka akibat tindakan biadab Israel itu.

Korbannya Mayoritas Anak-Anak, Wanita, dan Lansia

Kantor berita Al Jazeera melaporkan bahwa pasukan Israel meluncurkan serangan udara yang mengakibatkan kobaran api membakar tenda-tenda pengungsian yang menampung warga sipil Palestina.

Menurut laporan, pengungsi di dalam tenda-tenda tersebut adalah anak-anak, wanita, dan lansia.

Akun Instagram @hani.aburezeq yang merupakan seorang jurnalis Palestina, membagikan video kejadian saat tenda-tenda terbakar dan para pengungsi terjebak dalam kobaran api.

“Di antara kain tenda yang robek, pemuda ini terbakar tanpa suara, tanngannya telulur, kepalanya yang miring, dan telinganya yang hampir mendengar gema impiannya untuk Kembali ke rumahnya di gaza utara, semua menjadi saksi rasa sakit itu yang tidak satu pun orang di dunia lihat. tapi kami telah mengalami segala macam kematian sampai yang paling aneh, dengan roket, peluru, kremasi, pemakaman, atau dua mayat dengan tanpa kepala,” tulis Hani menggambarkan penderitaan mendalam para korban.

Israel Berdalih hanya Ingin Menyerang Hamas

Pihak Israel berdalih bahwa serangan ini ditujukan pada posisi Hamas yang mereka tuduh menggunakan fasilitas rumah sakit sebagai pusat komando operasi.

Baca Juga:  Dipaksa Ngaku Edarkan Sabu, Ammar Zoni: Kami Dipukul dan Disetrum

“IDF mengatakan bahwa mereka menyerang posisi Hamas yang beroperasi dari pusat komando di dalam kompleks RS tersebut,” dilansir dari Times of Israel.

Kendati demikian, serangan yang menargetkan area sipil dan pengungsian ini tetap tidak dibenarkan dan merupakan pelanggaran berat hukum internasional.

Para pengamat internasional menyebut tindakan ini sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional, mengingat hukum perang yang berlaku melarang serangan terhadap warga sipil dan fasilitas kesehatan.

Bantai Pengungsi di Sekolah

Sebelumnya, Israel juga telah melancarkan pembantaian melalui serangan udara di Sekolah al-Mufti, Nuseriat, Gaza Tengah.

Akibatnya, 22 warga Palestina tewas, termasuk 15 anak-anak dan seorang wanita, serta melukai 80 orang lainnya.

Kantor media Gaza menegaskan bahwa Israel sengaja mengebom sekolah itu karena mereka tahu bahwa sekolah itu menampung ribuan warga sipil.

Tindakan Israel ini lagi-lagi merupakan kejahatan perang yang kesekian kalinya. Pasalnya, sekolah itu tidak masuk dalam zona tempur yang padahal ditetapkan sendiri oleh israel.

Selain itu, menyerang warga lokal tak berdaya pun merupakan sebuah pelanggaran hukum humaniter internasional.

Tindakan Israel Cermin dari Kemunafikan Dunia

Gerakan Perlawanan Palestina mengutuk kedua pembantaian yang dilakukan Israel atas Gaza itu.

Mereka mengatakan bahwa tindakan keji Israel itu mencerminkan kemunafikan dunia, yang tetap diam ketika warga sipil tak bersalah harus menderita karena genosida Israel yang melanggar semua nilai kemanusiaan dan hukum internasional.

“Kejahatan zionis yang penuh dendam terhadap warga sipil tak berdosa dan tak bersenjata ini terjadi setelah tentara penjajah pengecut itu menerima pukulan yang menyakitkan dari perlawanan Palestina dan Lebanon, yang bertujuan untuk mematahkan semangat perlawanan dan perlawanan di kalangan rakyat dan bangsa kita,” tuturnya.

Baca Juga:  Hotman Paris Bela Penjual Es yang Dituduh Pakai Spons, Siap Kirim 10 Pengacara

Journalism graduate with a passion for media and technology. With experience in SEO writing, shares insights on the latest trends and developments in the digital world.

Trending