Connect with us

Viral

Netizen Desak Bupati Aceh Singkil Pecat Suami PPPK yang Usir Istri 2 Hari Sebelum Pelantikan

Kasus viral pengusiran istri dua hari sebelum pelantikan PPPK di Aceh Singkil menuai desakan publik. Warga minta Bupati Safriadi Oyon memecat oknum Satpol PP tersebut.

Logompn

Published

on

Bupati aceh pecat suami pppk yang usir istri 2 hari jelang pelantikan
Bupati Aceh Pecat Suami PPPK yang Usir Istri 2 Hari Jelang Pelantikan. Gambar : Facebook/Safitri Alshop Aceh

MPN Indonesia 24 Oktober 2025 - Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, mendapat desakan dari masyarakat untuk memecat seorang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang viral karena menceraikan dan mengusir istrinya hanya dua hari sebelum pelantikannya pada (17/8) lalu.

Tindakan tersebut menuai kecaman luas dari publik yang menilai perilaku oknum pegawai Satpol PP itu tidak etis, terutama terhadap istrinya, Melda Safitri, yang telah mendampingi perjuangan suaminya hingga lolos seleksi PPPK.

Kasus ini mencuri perhatian setelah video Melda diantar warga kembali ke kampung halamannya viral di media sosial.

Dalam video itu, Melda tampak menaiki mobil L300 sambil membawa barang-barangnya tanpa didampingi keluarga suami.

Aksi sang suami yang menceraikan istrinya pada (15/8), dua hari sebelum pelantikan, membuat warganet dan aktivis sosial bereaksi keras.

Akun Instagram milik Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, pun dibanjiri komentar warganet yang menuntut pemecatan oknum tersebut.

“Pak tolong ditindak lanjuti, Satpol PP yang baru diangkat jadi PPPK, yang semena-mena ceraikan istrinya,” tulis akun @korni*** di kolom komentar Instagram @safriadioyon, dikutip MPN Indonesia pada Jumat (24/10).

Kronologi dan Respons Pemerintah

Melda Safitri membenarkan kejadian tersebut melalui akun Facebook-nya, Safitri Alshop Aceh.

Ia mengaku telah mendukung penuh perjuangan suaminya sejak awal, bahkan membeli baju Korpri dari hasil berjualan sayur dan cabai untuk digunakan saat pelantikan.

Namun, dukungannya berakhir pahit setelah ia diceraikan dua hari sebelum sang suami menerima SK pengangkatan.

“Saya sudah menuntut keadilan, karena saya sudah melapor ke sana kemari. Tidak ada hasil, hanya dipandang sebelah mata,” tulis Melda.

Baca Juga:  Transjakarta Buka Suara usai Diduga Tak Antar Penumpang Tunanetra hingga Jatuh ke Got

Ia juga menjelaskan bahwa video kepergiannya yang viral dibuat atas izinnya dan dibantu oleh warga yang peduli.

Dalam unggahan lainnya, Melda menyebut telah meminta maaf kepada mertuanya sebelum meninggalkan rumah, meski tidak mendapat tanggapan.

“Kami pergi dibantu tetangga-tetangga yang baik, sedangkan kalian tidak peduli dan tidak ada rasa belas kasihan sedikit pun dengan anak-anakku,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Aceh Singkil, Azman, menyatakan pihaknya telah mengambil langkah tegas.

“Segera kami panggil yang berkenaan untuk dimintai keterangan,” jelas Azman.

Dukungan untuk Melda dari Aktivis dan Warga

Kasus yang dialami Melda mendapat dukungan luas dari masyarakat dan aktivis perempuan.

Wakil Ketua Umum DPP Gerakan Masyarakat Peduli Anak dan Perempuan (Germas PPA), Rika Parlina, menyatakan pihaknya siap memberikan pendampingan hukum bagi Melda.

“Kita siap mendampingi, dan nanti Korwil Germas PPA Aceh akan menemui anda nantinya,” tulis Rika dalam unggahan Facebook-nya pada Selasa (21/10).

Desakan publik terhadap Bupati Aceh Singkil untuk memberhentikan oknum PPPK tersebut pun semakin kuat.

Masyarakat menilai tindakan yang dilakukan pegawai itu tidak mencerminkan etika dan moral sebagai aparatur sipil negara.

Langkah pemecatan pun menjadi dorongan utama agar kejadian serupa tidak terulang dan menjaga martabat ASN di lingkungan pemerintahan Aceh Singkil.

(AKM/NID/RAD)

Trending