Connect with us

Otomotif

Sering Gonta-ganti BBM? Ini 4 Risiko yang Bikin Mesin Cepat Overheat

Simak! Ini 4 risiko yang bakal berdampak ke performa mesin kalau kamu sering gonta-ganti jenis BBM.

Logompn

Published

on

Sering gonta ganti bbm ini 4 risiko yang bikin mesin cepat overheat
Sering Gonta-ganti BBM Ini 4 Risiko yang Bikin Mesin Cepat Overheat | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 25 Oktober 2025 - Penggunaan jenis bahan bakar minyak (BBM) yang tidak konsisten alias sering berganti jenis dan merek dapat memicu risiko serius pada performa mesin mobil.

Salah satu dampak utama dari kebiasaan ini adalah meningkatnya risiko overheat pada mesin, terutama jika spesifikasi oktan BBM tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

Hal ini terjadi karena perubahan mendadak antar jenis BBM, khususnya dari oktan tinggi ke rendah, dapat mengganggu proses pembakaran dan membuat mesin bekerja lebih keras.

Untuk tahu lebih lanjut, simak penjelasan di bawah terkait risiko yang bisa bikin mesin mobil bermasalah karena gonta-ganti BBM!

1. Proses Pembakaran Terganggu

Kebiasaan gonta-ganti BBM berdampak langsung pada kinerja mesin mobil karena perubahan nilai oktan yang tidak konsisten dapat menurunkan efisiensi pembakaran.

Dikutip dari Suzuki Indonesia, jika pengisian dilakukan tanpa mengosongkan tangki terlebih dahulu, sisa BBM yang lama dapat tercampur dengan BBM baru.

Akibatnya, akan timbul endapan atau residu yang bisa mengganggu proses pembakaran. Hal ini memicu pembentukan kerak di ruang bakar dan komponen klep.

Residu atau kerak yang terbentuk akibat perbedaan kandungan zat aditif dapat menyebabkan gangguan kompresi.

Lubang klep yang sebelumnya rapat menjadi longgar, yang pada akhirnya menurunkan tenaga mesin. Seiring waktu, kendaraan akan terasa loyo dan bahkan sulit dihidupkan, terutama pada kondisi dingin.

2. Kerusakan Komponen pada Mesin

Selain itu, komponen penting dalam mesin seperti piston, ring piston, dan katup berpotensi mengalami keausan lebih cepat jika pengguna sering mengganti jenis BBM.

Baca Juga:  Begini Prosedur Tukar Minyak Jelantah ke Pertamina, Bonus Saldo hingga Rp6 Ribu per Liter

Ketidaksesuaian bahan bakar juga menyebabkan gesekan internal meningkat hingga mempercepat kerusakan pada komponen tersebut.

Proses ini juga berdampak pada sistem injeksi bahan bakar dan pembakaran.

Mesin yang terus menerus menyesuaikan diri terhadap perubahan jenis BBM akan bekerja lebih keras dan kurang efisien.

Akibatnya, konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Dalam jangka panjang, pengguna dapat mengalami kerugian karena peningkatan frekuensi isi ulang BBM dan tingginya biaya perawatan mesin.

3. Mesin Cepat Overheat

Mobil yang sering mengalami pergantian BBM dari RON 92 ke RON 90, atau mencampurkan bahan bakar dari merek berbeda, berpotensi mengalami gangguan performa.

Hal ini disebabkan oleh perbedaan formula zat aditif pada setiap produk BBM.

Ketika mesin harus terus menyesuaikan diri terhadap jenis bahan bakar yang berbeda, beban kerja meningkat, yang dapat menyebabkan suhu mesin naik lebih cepat dari biasanya.

Selain itu, proses adaptasi mesin terhadap BBM baru tidak terjadi secara instan.

Penggunaan bahan bakar dengan nilai oktan lebih tinggi dari yang direkomendasikan juga bisa menyebabkan overheat karena sistem pembakaran tidak berjalan optimal.

Akibatnya, efisiensi mesin menurun, suhu mesin naik, dan risiko kerusakan mesin meningkat.

4. Berisiko pada Pencemaran Lingkungan

Tak hanya berdampak pada mesin mobil, kebiasaan mencampur BBM dari merek atau jenis berbeda juga berdampak pada peningkatan emisi gas buang.

Mesin yang tidak bekerja secara optimal akan menghasilkan pembakaran yang tidak sempurna.

Gas buang yang dihasilkan dari proses ini berpotensi mencemari lingkungan dan merusak komponen katalisator kendaraan.

Kerusakan pada sistem emisi juga mempengaruhi kinerja mesin secara keseluruhan dan dapat menyebabkan penurunan usia pakai kendaraan.

Oleh karena itu, konsistensi dalam penggunaan jenis BBM menjadi penting, baik untuk menjaga performa kendaraan maupun untuk mengurangi dampak lingkungan.

Baca Juga:  Seluruh SPBU VIVO Kompak Kehabisan Stok BBM! Revvo 90, 92, 95 Kosong Total

Tips Pemakaian BBM yang Aman untuk Mobil

Dikutip dari laman Astra, untuk menghindari kerusakan jangka panjang, pemilik mobil disarankan untuk menerapkan beberapa hal berikut:

  • Mengisi BBM sesuai nilai oktan yang direkomendasikan pabrikan.
  • Tidak mencampur jenis BBM dengan RON berbeda.
  • Memastikan tangki kosong sebelum mengganti merek atau jenis BBM.
  • Mengecek kandungan zat aditif pada BBM sebelum digunakan.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending