Connect with us

Viral

Viral! Warga Berebut Gunungan Bawang Bombai yang Dibuang di Batam

Warga di daerah Melcem, Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau, digemparkan dengan gunungan bawang bombai yang dibuang di sebuah lereng.

Logompn

Published

on

Viral! warga berebut gunungan bawang bombai yang dibuang di batam
Warga Berebut Gunungan Bawang Bombai yang Dibuang di Batam | Gambar: Kolase X/_MbakSri_

MPN Indonesia 28 Oktober 2025 - Warga di daerah Melcem, Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau, digemparkan dengan gunungan bawang bombai yang dibuang di sebuah lereng.

Temuan tersebut membuat warga sekitar membawa karung dan kantong plastik untuk memunguti bawang bombai yang berserakan di lereng Kavling Tering Raya.

Aksi ini kemudian viral usai terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial yang menyebut bahwa bawang bombai tersebut diduga hasil penyelundupan dan dibuang secara tiba-tiba oleh sebuah truk.

Berdasarkan pantauan MPN Indonesia dari unggahan video di akun X @CakD3pp pada Senin (27/10), ribuan karung bawang tampak digeledah oleh warga, tanpa mengetahui asal muasal komoditas tersebut.

“Masyarakat mengambili bawang bombay di Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau,” bunyi keterangan unggahan dikutip MPN Indonesia pada Selasa (28/10).

Diduga Tak Melewati Proses Karantina

Kanit Reskrim Polsek Batu Ampar, Iptu M. Brata Ul Usna, juga membenarkan kejadian tersebut dan menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyelidiki asal bawang serta pihak yang membuangnya.

“Benar, masih kami lidik, nanti perkembangan akan kami sampaikan,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan pada Senin.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Karantina Tumbuhan Kepri, Holland Tambunan, mengaku bahwa pihaknya tidak mengetahui asal muasal bawang bombai tersebut.

“Kami belum tahu siapa pemilik bawang tersebut dan dari mana asalnya. Hingga kini belum ada laporan masuk ke karantina terkait barang itu. Kami hanya tahu dari pemberitaan online,” katanya.

Ia mengungkap bahwa bawang bombai tersebut diduga merupakan hasil penyelundupan karena tidak tercatat dalam sistem karantina resmi.

Holland menekankan bahwa komoditas impor seperti ini seharusnya melalui proses pemeriksaan yang ketat sehingga berpotensi membawa penyakit tanaman.

Baca Juga:  Video Syur Pelajar 'Yank Wes Yank' Viral, Polisi Turun Tangan Usut Kasus

“Tindakan tersebut sangat berisiko terhadap kesehatan manusia maupun tanaman di Indonesia… Bisa saja membawa jamur, bakteri, atau virus tanaman yang belum pernah ada di Indonesia,” jelasnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending