Berita
Tak Mau Kalah dengan Malaysia, Indonesia Masih Negosiasi Tarif Impor ke AS
Airlangga Hartarto menyebut bahwa Indonesia masih melanjutkan negosiasi dengan Amerika Serikat untuk memperoleh tarif impor nol persen.
MPN Indonesia 31 Oktober 2025 - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut bahwa Indonesia masih melanjutkan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh tarif impor nol persen.
Dalam pernyataannya, Airlangga mengatakan negosiasi akan kembali berlangsung pada November 2025, usai Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC yang digelar di Korea Selatan pada 31 Oktober hingga 1 November 2025.
“Indonesia masih bernegosiasi dan Indonesia ditargetkan dalam bulan November ini sesudah APEC meeting besok, kita akan memulai negosiasi kembali,” ujarnya kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (29/10).
Indonesia Kejar Tarif 0 Persen
Diketahui, AS telah menetapkan kebijakan tarif nol persen terhadap produk dari Thailand, Malaysia, dan Kamboja, sebagai bagian dari perjanjian perdagangan yang diumumkan saat KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur.
Indonesia yang menargetkan posisi setara pun meminta beberapa produk yang tidak diproduksi di AS, dikenakan tarif impor nol persen.
Menurutnya, prinsip dasar perundingan ini adalah bahwa barang yang bisa tumbuh di Indonesia tetapi tidak di AS, akan diprioritaskan mendapatkan perlakuan tarif khusus.
“Prinsipnya, kesepakatan ini berlaku untuk produk yang bisa tumbuh di Indonesia tapi tidak di AS,” ujarnya.
Adapun produk-produk yang dimaksud adalah kelapa sawit, kakao, dan rubber yang tidak bisa diproduksi di AS.
Selain produk pertanian, Indonesia juga meminta perlakuan khusus untuk komoditas yang menjadi bagian dari rantai pasok industri, termasuk sektor medis.
“Kita minta juga untuk komoditas tertentu yang menjadi supply chain untuk misalnya industri medical,” ungkap Airlangga.
Masih di Tahap Legal Drafting
Airlangga menjelaskan bahwa sebagian besar proses negosiasi tarif impor dengan AS telah diselesaikan. Namun, masih terdapat tahapan legal drafting atau penyusunan dokumen hukum yang sedang dibahas antara kedua negara.
“Sebagian besar sih kita sudah juga selesaikan. Namun, masih ada legal drafting yang kita sedang bahas dengan mereka,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah tengah mengejar percepatan pembahasan ini agar tarif nol persen dapat segera diberlakukan.
Selain itu, proses negosiasi sebelumnya sempat tertunda akibat penutupan pemerintahan (shutdown) di AS.
Dengan situasi politik yang kini stabil, Indonesia kembali melanjutkan upaya diplomatiknya di bidang ekspor dan impor.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
