Connect with us

Ekonomi

Sepakat! Indonesia dan Jepang Perpanjang Perjanjian terkait Pertukaran Uang

Bank Indonesia dan Bank of Japan sepakat memperpanjang kerja sama Bilateral Swap Arrangement hingga 2027 untuk memperkuat stabilitas ekonomi.

Adinda

Published

on

Sepakat! Indonesia dan Jepang Perpanjang Perjanjian terkait Pertukaran Uang
Indonesia-Jepang. Gambar : Dok. itworks.id

MPN Indonesia 16 Oktober 2024 - Bank Indonesia (BI) dan Bank Sentral Jepang (Bank of Japan), yang bertindak sebagai agen dari Kementerian Keuangan Jepang, telah sepakat memperpanjang kerja sama Bilateral Swap Arrangement (BSA).

Kesepakatan ini memungkinkan kedua negara untuk melakukan pertukaran mata uang hingga 22,76 miliar dolar AS atau nilai yang setara dalam Yen Jepang.

Perjanjian tersebut mulai berlaku pada Senin, 14 Oktober 2024 dan akan berakhir pada 13 Oktober 2027.

Kesepakatan ini diresmikan melalui penandatanganan antara Gubernur BI, Perry Warjiyo, dan Gubernur Bank Sentral Jepang, Kazuo Ueda.

BSA bertujuan memperkuat hubungan finansial antara Indonesia dan Jepang, serta menyediakan jaring pengaman keuangan yang dapat berkontribusi pada stabilitas keuangan regional dan global.

Melalui perjanjian ini, Indonesia memiliki opsi menukar Rupiah dengan dolar AS atau Yen Jepang jika diperlukan, guna menjaga kestabilan nilai tukar dalam menghadapi fluktuasi pasar global.

Peran Penting dalam Stabilitas Ekonomi

Perpanjangan perjanjian BSA ini mencerminkan pentingnya kerja sama internasional sebagai bagian dari bauran kebijakan Bank Indonesia.

Dengan mempertahankan perjanjian pertukaran mata uang ini, kedua negara diharapkan dapat menghadapi tantangan ekonomi global dengan lebih baik.

Selain itu, perjanjian ini juga memperkuat ketahanan eksternal ekonomi Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian nilai tukar di pasar internasional.

Pertama kali ditandatangani pada 17 Februari 2023, perjanjian BSA ini telah beberapa kali diperpanjang, dengan perpanjangan terakhir mulai berlaku pada 14 Oktober 2021.

Tujuan utama perjanjian ini adalah menyediakan opsi pertukaran mata uang antara Indonesia dan Jepang untuk menjaga stabilitas nilai tukar di tengah fluktuasi pasar.

Baca Juga:  Kapan Indonesia vs Jepang? Simak Jadwal Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia

Selain itu, BSA berfungsi sebagai “second line of defense” atau lapisan pertahanan kedua dalam menjaga ketahanan eksternal, dengan memberikan fleksibilitas dalam penukaran Rupiah dengan dolar AS atau Yen Jepang sesuai kebutuhan.

Penguatan Infrastruktur Keuangan Indonesia

Selain perpanjangan perjanjian BSA, Bank Indonesia baru-baru ini meluncurkan lembaga baru bernama Central Counterparty (CCP).

Lembaga ini diresmikan pada 30 September 2024 dengan tujuan memperkuat infrastruktur pasar uang dan valuta asing (valas) di Indonesia.

Acara peresmian dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Gubernur BI Perry Warjiyo dan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, serta delapan bank peserta dan penyetor modal awal CCP.

Dengan adanya CCP, Indonesia dapat lebih mendalami pasar uang dan valas derivatif domestik, yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan volume transaksi dengan lebih cepat.

Perry Warjiyo menyatakan bahwa CCP akan mengurangi risiko transaksi antar pihak (counterparty risk) serta meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pasar keuangan Indonesia.

Langkah ini juga diharapkan mendukung kestabilan nilai tukar Rupiah dan memperkuat sektor keuangan nasional.

Manfaat Pembentukan CCP

Pembentukan CCP membawa tiga manfaat utama. Pertama, transaksi pasar uang dan valas menjadi lebih efisien, dengan volume transaksi meningkat dan likuiditas lebih besar.

Kedua, CCP mendukung kebijakan moneter serta stabilitas sistem keuangan, yang pada akhirnya membantu menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah.

Ketiga, CCP menyediakan instrumen lindung nilai (hedging) bagi perbankan, dunia usaha, serta pasar Surat Berharga Negara (SBN) yang dikelola pemerintah.

Pembentukan CCP juga merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam implementasi mandat G20, yang bertujuan memitigasi risiko sistemik di pasar keuangan global.

Selain itu, CCP didirikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), memberikan dasar hukum yang kuat bagi operasional lembaga ini.

Baca Juga:  Ada Masakan Indonesia dari Pepes hingga Rendang, Maarten Paes Unggah Story di Dapur Ajax: Best Lunch of The Year

Keberadaan CCP diharapkan mempercepat perkembangan pasar uang dan valas di Indonesia, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada pembiayaan perekonomian nasional.

Masa Depan Kerja Sama Keuangan

Dengan perpanjangan perjanjian BSA dan peluncuran CCP, Indonesia menunjukkan komitmennya untuk terus memperkuat sektor keuangannya, terutama dalam menghadapi tantangan fluktuasi nilai tukar mata uang di ekonomi global.

Kerja sama dengan Jepang melalui perjanjian BSA memberikan lapisan perlindungan tambahan bagi Indonesia dalam menghadapi volatilitas pasar internasional, sementara CCP membantu meningkatkan efisiensi dan transparansi transaksi keuangan domestik.

Journalism graduate with a passion for media and technology. With experience in SEO writing, shares insights on the latest trends and developments in the digital world.

Trending