Connect with us

Internasional

China Luncurkan 111 Pesawat Tempur Lintasi Perbatasan Taiwan

China baru saja mengirimkan 111 pesawat tempur ke perbatasan Taiwan, memicu ketegangan baru.

Actress 1299250

Published

on

China Luncurkan 111 Pesawat Tempur Lintasi Perbatasan Taiwan
China dan Taiwan. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 16 Oktober 2024 - China baru-baru ini mengirimkan 111 pesawat tempur melintasi perbatasan yang memisahkan wilayahnya dengan Taiwan.

Kejadian ini berlangsung antara Senin (14/10) hingga Selasa (15/10), menurut laporan Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan.

Aksi militer ini terjadi bersamaan dengan latihan militer berskala besar yang dilakukan oleh China di sekitar wilayah Taiwan.

Pelanggaran Zona Sensitif Taiwan

Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan melaporkan bahwa pesawat-pesawat tempur China terpantau memasuki zona sensitif di sebelah barat, barat daya, dan timur pulau utama Taiwan.

Taiwan merespons dengan mengerahkan pesawat tempur, kapal angkatan laut, dan sistem rudal untuk memantau dan menghadapi ancaman tersebut.

Langkah ini merupakan bagian dari respons Taiwan terhadap intensifikasi tekanan militer China yang telah berlangsung selama beberapa waktu.

Militer China, melalui Tentara Pembebasan Rakyat (People’s Liberation Army/PLA), juga menegaskan akan terus menekan Taiwan setiap kali merasa diprovokasi.

Hal ini disampaikan sebagai bagian dari respons China terhadap kebijakan Taiwan yang dianggap mendukung separatisme.

Latihan Militer PLA di Sekitar Taiwan

Latihan militer yang dilakukan oleh China tersebut diklaim sebagai peringatan bagi pemerintah Taiwan, khususnya Presiden Taiwan, Lai Ching-te.

PLA menggelar latihan yang melibatkan angkatan darat, laut, udara, serta rudal dengan tujuan mensimulasikan blokade di pelabuhan dan wilayah strategis Taiwan.

Latihan ini juga disebut-sebut mencakup serangan siber, menambah tekanan terhadap Taiwan.

Juru bicara Kementerian Pertahanan China, Wu Qian, menegaskan pada Senin malam (14/10) bahwa latihan militer tersebut dimaksudkan sebagai peringatan bagi elemen-elemen yang mendukung kemerdekaan Taiwan.

Baca Juga:  Donald Trump Umumkan Rusia dan Ukraina Gencatan Senjata Tiga Hari

Wu menyatakan bahwa bahasa militer adalah satu-satunya cara untuk membuat para pendukung kemerdekaan Taiwan menyadari ancaman yang mereka hadapi.

Sikap Taiwan dan Reaksi Internasional

Perdana Menteri Taiwan, Cho Jung-tai, dalam pernyataannya pada Selasa (15/10) menegaskan bahwa pemerintah Taiwan akan terus bersiap menghadapi setiap ancaman dari China.

Ia juga menyatakan bahwa Taiwan telah siap untuk menghadapi latihan militer China di masa lalu dan akan tetap siap di masa mendatang.

Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat menyampaikan keprihatinannya atas manuver militer PLA di sekitar Taiwan.

Presiden AS, Joe Biden, telah beberapa kali menegaskan komitmennya untuk mempertahankan Taiwan, terutama mengingat peran strategis Taiwan dalam produksi semikonduktor dan letaknya di jalur pelayaran utama dunia.

Meski begitu, China tetap teguh pada pendiriannya bahwa Taiwan harus berada di bawah kendalinya, bahkan jika harus menggunakan kekerasan.

Upaya China Mereduksi Garis Tengah Selat Taiwan

Konflik internasional ini menunjukkan semakin seringnya pelanggaran terhadap garis tengah di Selat Taiwan, yang sebelumnya ditetapkan oleh AS pada tahun 1954 di tengah ketegangan antara kedua negara.

Selama beberapa dekade, PLA relatif menghindari melewati garis tersebut, namun dalam beberapa tahun terakhir, penerbangan militer China semakin sering melintasi jalur ini, menambah tekanan pada militer Taiwan yang lebih kecil dan terbatas dalam sumber daya.

Latihan militer ini merupakan yang kedua sejak pelantikan Presiden Lai Ching-te pada Mei 2024.

Beijing menganggap Lai sebagai figur yang sangat mendukung kemerdekaan Taiwan.

Dalam pidato yang disampaikan pada pekan sebelumnya, Lai menegaskan bahwa Taiwan akan menolak aneksasi atau pelanggaran terhadap kedaulatannya oleh China.

Pernyataan ini memicu respons keras dari Beijing, yang menganggapnya sebagai upaya separatis yang memprovokasi ketegangan.

Baca Juga:  Resmi Diblokir, China Sebut OnlyFans Sebagai Platform Tak Bermoral

Pandangan China terhadap Kepemimpinan Taiwan

Kementerian Pertahanan China juga memberikan tanggapan terhadap pidato Presiden Taiwan yang disampaikan pada Hari Nasional Taiwan.

Wu Qian secara tegas menyatakan bahwa Presiden Taiwan, Lai Ching-te, telah melupakan warisan nenek moyangnya dan justru memicu permusuhan dengan China.

Wu menekankan bahwa China tidak akan pernah berjanji untuk menghentikan penggunaan kekuatan militer dan tidak akan memberikan ruang bagi kemerdekaan Taiwan.

Dengan latihan militer yang terus berlanjut dan sikap tegas dari kedua belah pihak, ketegangan antara China dan Taiwan diperkirakan akan terus meningkat.

Taiwan tetap mempertahankan posisinya sebagai negara yang berdaulat, sementara China bersikeras untuk menyatukan Taiwan di bawah kendalinya.

Trending