Connect with us

Internasional

Demi Efisiensi, Presiden Maladewa Pecat 7 Menteri dan 43 Wakil Menteri

Presiden Maladewa, Mohamed Muizzu, memberhentikan lebih dari 225 pejabat politik, termasuk tujuh menteri, sebagai upaya meningkatkan efisiensi pemerintahan.

Adinda

Published

on

Demi Efisiensi, Presiden Maladewa Pecat 7 Menteri dan 43 Wakil Menteri
Presiden Maladewa, Mohamed Muizzu. Gambar : Dok. bharataradio738.com

MPN Indonesia 16 Oktober 2024 - Presiden Maladewa, Mohamed Muizzu memberhentikan lebih dari 225 pejabat politik, termasuk tujuh menteri negara dan 43 wakil menteri, untuk meningkatkan efisiensi pemerintahan dan mengurangi beban pengeluaran negara.

Kebijakan ini diumumkan oleh Kantor Kepresidenan Maladewa sebagai bagian dari upaya merampingkan birokrasi serta mengoptimalkan anggaran negara di tengah ancaman krisis ekonomi.

Pemecatan untuk Efisiensi Keuangan

Kantor Kepresidenan Maladewa, pada (15/10), menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan mengurangi beban keuangan negara yang tengah berupaya menghindari krisis utang.

Presiden Muizzu menyatakan bahwa pengurangan jumlah pejabat politik ini merupakan bagian dari rencananya merampingkan struktur pemerintahan sejak menjabat tahun lalu.

“Penyederhanaan jumlah pejabat politik ini sejalan dengan komitmen presiden untuk meningkatkan efisiensi dalam penggunaan dana publik,” demikian disampaikan Kantor Kepresidenan Maladewa, sebagaimana dilansir dari AFP.

Langkah ini mencakup pemberhentian tujuh menteri, 43 wakil menteri, dan 178 direktur politik.

Namun, rincian fungsi spesifik para pejabat ini di negara berpenduduk sekitar 500.000 orang belum sepenuhnya dijelaskan.

Meski demikian, pengurangan ini diperkirakan dapat menghemat sekitar 370.000 dolar AS per bulan atau sekitar Rp5,7 miliar.

Latar Belakang Ekonomi Maladewa dan Krisis Keuangan

Pemerintah Maladewa telah menghadapi tantangan ekonomi dalam beberapa waktu terakhir.

Pada September lalu, pemerintah menyatakan bahwa krisis keuangan yang dihadapi bersifat sementara dan belum berencana meminta bantuan dari Dana Moneter Internasional (IMF).

Namun, peringatan mengenai risiko gagal bayar utang dari sejumlah pihak tetap menyoroti kondisi keuangan negara kepulauan ini.

Baca Juga:  Kim Jong Un Diisukan Takut Diculik Donald Trump

Utang luar negeri Maladewa tercatat mencapai 3,37 miliar dolar AS pada kuartal pertama 2024, setara dengan 45 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Posisi utang ini mengkhawatirkan, terutama karena utang signifikan dari China dan India.

China tercatat memiliki porsi sekitar 20 persen dari total utang luar negeri Maladewa, sementara India sedikit di bawahnya dengan kontribusi sekitar 18 persen.

Peran Geopolitik dan Hubungan Luar Negeri Maladewa

Sebagai destinasi pariwisata mewah yang terkenal, Maladewa juga memiliki posisi strategis dalam geopolitik internasional.

Kedua negara besar Asia, China dan India, aktif memberikan bantuan ekonomi melalui berbagai pinjaman bilateral, masing-masing dengan pengaruh signifikan.

Sejak Mohamed Muizzu memenangkan pemilu tahun lalu, China berkomitmen untuk memberikan lebih banyak bantuan.

Dalam pidato kemenangannya, Muizzu mengapresiasi dukungan Beijing melalui dana pembangunan.

Di sisi lain, India juga memainkan peran penting, dengan sambutan hangat dari Perdana Menteri Narendra Modi kepada Presiden Muizzu di New Delhi, serta dukungan finansial bagi stabilitas ekonomi Maladewa.

Dampak Kebijakan Pengurangan Pejabat Politik

Kebijakan pemangkasan pejabat ini merupakan bagian dari reformasi luas yang digagas Presiden Muizzu dalam merespons tantangan keuangan negara.

Selain merampingkan pengeluaran melalui pemecatan ratusan pejabat politik, langkah ini diharapkan memperbaiki pengelolaan anggaran negara secara keseluruhan.

Trending