Connect with us

Internasional

Demi Atasi Kekeringan, Warga India Lakukan Ritual Menikahkan Kodok sebagai Doa Turun Hujan

Beberapa warga di wilayah India melakukan ritual pernikahan kodok sebagai bentuk doa kepada dewa agar hujan segera turun di tengah musim kemarau panjang.

Logompn

Published

on

Warga india lakukan ritual menikahkan kodok sebagai doa turun hujan
Warga India Lakukan Ritual Menikahkan Kodok sebagai Doa Turun Hujan | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 16 November 2025 - Warga di beberapa wilayah India melakukan ritual pernikahan kodok sebagai bentuk doa kepada dewa agar hujan segera turun di tengah musim kemarau panjang.

Peristiwa ini terjadi di negara bagian Uttar Pradesh dan Chhattisgarh pada musim panas yang ekstrem, saat suhu mencapai 48 derajat Celsius di Delhi dan 51 derajat Celsius di Rajasthan.

Kekeringan parah yang melanda wilayah tersebut memicu inisiatif warga untuk melakukan ritual tradisional yang dikenal sebagai Mandooka Parinaya.

Warga setempat percaya bahwa kodok merupakan utusan Dewa Indra, sehingga membahagiakan kodok akan membuat sang dewa senang dan mendatangkan hujan.

Ritual Mandooka Parinaya

Ritual ini melibatkan pernikahan seekor kodok jantan dan betina yang diyakini mampu menenangkan dewa hujan.

Upacara pernikahan kodok dilakukan dengan berbagai tahapan ritual, mulai dari pemilihan pasangan kodok, pemberian nama, hingga pengarakannya.

Di Gorakhpur, Uttar Pradesh, kedua kodok dibaptis sebagai Varuna dan Varsha yang merujuk pada dewa air dan musim hujan dalam mitologi Hindu.

Kodok-kodok ini juga dipakaikan busana khusus di mana kodok betina diberikan cincin di kakinya sebelum diarak dengan becak.

Sebelum pelaksanaan ritual, warga yang mengadakan acara menyebarkan undangan kepada penduduk sekitar.

Upacara ini dilangsungkan dengan doa bersama memohon hujan kepada para dewa.

Setelah prosesi pernikahan, acara dilanjutkan dengan pesta rakyat dan pelepasan kodok ke Mannapalla, sebuah desa dekat Manipal, untuk menjalani ‘bulan madu’.

Ritual ini dipercaya sebagai sarana spiritual untuk mengakhiri kutukan kekeringan dan mengundang datangnya hujan.

Musim hujan yang seharusnya berlangsung dari Juni hingga September tidak kunjung tiba, memicu kepercayaan warga bahwa ini adalah bentuk kemarahan dewa yang harus ditebus melalui ritual-ritual keagamaan seperti pernikahan kodok.

Baca Juga:  BMKG Prediksi La Nina Datang Akhir Tahun Ini, Warga Diimbau Waspada Curah Hujan Tinggi

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending