Connect with us

Selebriti

Minta Maaf, Pandji Pragiwaksono Tegaskan Tak Bermaksud Singgung Masyarakat Toraja

Pandji Pragiwaksono meminta maaf atas materi komedi yang menyinggung adat Toraja dan menjelaskan proses dialog serta klarifikasi terkait isu sanksi adat.

Logompn

Published

on

Minta maaf, pandji pragiwaksono tegaskan tak bermaksud singgung masyarakat toraja
Pandji Pragiwaksono. Gambar : Instagram/@pandji.pragiwaksono

MPN Indonesia 14 November 2025 - Pandji Pragiwaksono menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada masyarakat Toraja atas materi stand-up comedy lama yang dianggap menyinggung adat Toraja.

Ia menegaskan tidak pernah berniat menyinggung pihak mana pun dalam penulisan materi tersebut.

“Seperti yang saya sampaikan di Instagram, permohonan maaf sudah diberikan. Saya sadar bahwa saya ignorant dalam penulisan joke, tidak bermaksud menyinggung masyarakat Toraja dan untuk itu saya meminta maaf kepada masyarakat Toraja yang tersinggung,” ujar Pandji kepada wartawan di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan, Kamis (13/11).

Materi komedi yang dipermasalahkan berasal dari penampilan 12 tahun lalu dan menyinggung prosesi adat pemakaman Rambu Solo serta kondisi ekonomi masyarakat Toraja.

Pandji menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk menyudutkan tradisi tersebut.

Proses Dialog dan Mediasi dengan Masyarakat Adat

Pandji menjelaskan bahwa saat ini berlangsung dialog antara dirinya dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN).

Proses ini dimediasi oleh Sekretaris Jenderal AMAN, Rukka Sombolinggi, yang juga merupakan perempuan adat Toraja.

“Saat ini dialog sudah dilakukan dengan teman-teman di AMAN. Ibu Sekjennya adalah Bu Rukka Sombolinggi,” jelasnya.

Terkait isu sanksi adat yang ramai dibicarakan publik, Pandji meluruskan informasi tentang denda berupa 96 ekor hewan (kerbau dan babi) serta uang Rp2 miliar.

Menurut penjelasan Rukka kepadanya, keputusan adat hanya dapat ditetapkan melalui musyawarah dengan perwakilan dari 32 wilayah adat di Toraja.

“Menurut beliau, sebenarnya kurang tepat soal diwajibkannya memberikan 96 ekor hewan dan uang sebesar itu, karena dialognya harus dilakukan bersama perwakilan dari 32 wilayah adat Toraja,” kata Pandji.

Baca Juga:  Usai Anaknya Hina Suku Sunda, Ibunda Resbobb Panik dan Ketakutan Diteror hingga Harus Mengungsi

Ia menambahkan, “Kalau dialognya belum ada, sebenarnya hukumannya juga belum ada.”

Penjelasan Mengenai Potensi Sumbangan

Walaupun belum ada keputusan adat, Pandji menyebut kemungkinan memberikan sumbangan sebagai bentuk inisiatif pribadi.

Ia menyampaikan bahwa langkah tersebut dilakukan sebagai simbol menjaga hubungan baik dengan masyarakat Toraja.

“Nantinya mungkin ada sumbangan yang diberikan, tapi itu lebih kepada inisiatif baik yang ingin saya lakukan sebagai simbolisasi agar hubungan ini berjalan dengan baik,” ucapnya.

Pandji juga menyampaikan pemahaman yang ia terima bahwa masyarakat Toraja tidak otomatis menjatuhkan hukuman dalam kasus seperti ini.

“Kalau menurut Ibu Rukka dan banyak teman-teman Toraja, sebenarnya masyarakat Toraja itu tidak memberi hukuman,” ungkap Pandji.

Ia memastikan komunikasi antara dirinya, AMAN, dan perwakilan masyarakat adat Toraja masih berlangsung.

Pandji juga menegaskan bahwa informasi mengenai sanksi adat yang beredar bukan hanya belum final, tetapi juga tidak akurat.

“Bukan hanya belum final, kalau menurut Ibu Rukka Sombolinggi dan ini bisa dicek, tidak akurat. Bukan belum final, tidak akurat,” tandasnya.

(ELG/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending