Connect with us

Teknologi

Meta Hapus Tombol Like dan Comment Eksternal Facebook Mulai Februari 2026

Meta akan menghentikan tombol Like dan Comment untuk situs eksternal pada 10 Februari 2026 sebagai bagian dari pembaruan platform yang lebih modern dan efisien.

Logompn

Published

on

Meta hapus tombol like dan comment eksternal facebook mulai februari 2026
Ilustrasi Platform Facebook. Gambar : Unsplash/Timothy Hales Bennett

MPN Indonesia 18 November 2025 - Meta mengumumkan penghentian dua fitur ikonik Facebook, yaitu tombol Like (Suka) dan Comment (Komentar) untuk situs web eksternal, efektif mulai 10 Februari 2026.

Kedua fitur tersebut selama ini menjadi bagian dari Facebook Social Plugins yang memungkinkan pengguna berinteraksi tanpa meninggalkan halaman situs tempat plugin dipasang.

Meta menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan langkah strategis untuk menjaga platform tetap modern dan efisien.

Dalam pernyataan resminya, Meta menyebut penggunaan plugin tersebut telah menurun karena merupakan produk dari era pengembangan web sebelumnya.

“Perubahan ini mencerminkan komitmen kami untuk mempertahankan platform modern dan efisien yang melayani kebutuhan pengembang saat ini sekaligus memungkinkan kami berinvestasi dalam inovasi di masa mendatang,” tulis Meta dalam blog resminya Rabu (12/11), dikutip MPN Indonesia dari situs Mashable pada Selasa (18/11).

Setelah 10 Februari 2026, kedua plugin akan berhenti berfungsi dan hanya tampil sebagai piksel 0x0 atau elemen tak terlihat.

Meta memastikan bahwa perubahan ini tidak akan menimbulkan gangguan pada situs yang masih menanamkan kode plugin tersebut.

“Tidak akan ada pesan kesalahan, dan hal itu seharusnya tidak memengaruhi fitur atau fungsi inti situs web,” jelas Meta dikutip dari The New York Post.

Latar Belakang Penghentian Plugin

Facebook Social Plugins, termasuk tombol Like dan Comment eksternal, pertama kali dirilis pada 2010.

Plugin ini sempat populer dan banyak digunakan di berbagai situs web serta blog untuk memudahkan pengguna menyukai dan mengomentari konten menggunakan akun Facebook mereka.

Fitur tersebut sempat memberikan keuntungan bagi kreator dan pengelola situs karena meningkatkan traffic dan membantu Facebook mengumpulkan data interaksi pengguna.

Baca Juga:  Mark Zuckerberg Rekrut Pencipta ChatGPT jadi Kepala Ilmuwan AI Meta

Namun, Meta mencatat bahwa pola penggunaan internet telah berubah, dengan interaksi kini lebih banyak terjadi langsung di dalam aplikasi seluler, bukan melalui plugin di halaman situs eksternal.

Meta menyampaikan bahwa pengembang situs tidak perlu melakukan tindakan teknis apa pun karena penghentian dilakukan secara otomatis.

Meski demikian, opsi penghapusan manual kode plugin tetap tersedia untuk menjaga tampilan situs tetap rapi.

Batas waktu penghapusan manual mengikuti jadwal penghentian, yaitu 10 Februari 2026.

Perubahan Lanskap Media Sosial dan Kebijakan Baru

Penghentian dua plugin ini sekaligus menandai perubahan besar dalam lanskap media sosial dari era Web 2.0 menuju ekosistem baru yang mengutamakan interaksi langsung di platform.

Selain langkah tersebut, Meta juga memperkenalkan pembaruan kebijakan terkait Grup Facebook.

Mulai Kamis (6/11), admin grup kini dapat mengubah status grup dari privat menjadi publik tanpa mengorbankan privasi konten dan daftar anggota.

Perubahan status ini membutuhkan proses peninjauan selama tiga hari sebelum aktif, dan seluruh anggota akan mendapatkan pemberitahuan.

Di tengah berbagai pembaruan ini, Meta juga menghadapi sorotan terkait laporan meningkatnya iklan penipuan di platform mereka, termasuk Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Dokumen internal yang diperoleh Reuters menunjukkan bahwa iklan penipuan berkontribusi hingga 10 persen dari total pendapatan iklan Meta, setara dengan USD 16 miliar pada tahun lalu.

Peneliti internal Meta memperkirakan aplikasi yang dikelola perusahaan itu terlibat dalam sepertiga kasus penipuan di Amerika Serikat, mencakup investasi palsu, kasino online ilegal, dan penjualan produk medis terlarang.

Meskipun sistem Meta dapat menandai akun mencurigakan, tindakan pemblokiran hanya dilakukan jika tingkat keyakinan mencapai 95 persen.

Akun yang berada di bawah ambang tersebut dikenai tarif iklan lebih tinggi sebagai bentuk penalti.

Baca Juga:  Rusia Blokir WhatsApp, Pengguna Diminta Pindah ke Aplikasi Lokal MAX

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending