Connect with us

Teknologi

Pengguna TikTok Kini Bisa Batasi Konten AI di FYP, Simak Caranya!

TikTok merilis fitur baru untuk mengatur seberapa banyak konten AI muncul di FYP, lengkap dengan kontrol AIGC, Smart Filter Keywords, dan sistem watermarking AI.

Logompn

Published

on

Pengguna tiktok kini bisa batasi konten ai di fyp, simak caranya!
Pengguna TikTok Kini Bisa Batasi Konten AI di FYP, Simak Caranya! Gambar : Dok. TikTok

MPN Indonesia 24 November 2025 - TikTok kini memberikan kontrol lebih luas kepada pengguna dalam mengatur intensitas kemunculan konten berbasis kecerdasan buatan (AI) di halaman For You (FYP).

Langkah ini hadir merespons meningkatnya jumlah konten AI realistis yang berkembang pesat berkat teknologi seperti Sora dan Google Veo.

Melalui pengaturan baru bertajuk AI-generated content (AIGC), pengguna bisa menentukan apakah ingin melihat lebih banyak atau lebih sedikit konten AI.

Fitur ini dapat diakses melalui jalur Settings > Content Preferences > Manage Topics. Di bagian tersebut, pengguna cukup menggeser slider untuk menyesuaikan preferensi tampilan.

“Seperti kontrol tersebut, pengaturan AIGC dirancang untuk membantu pengguna menyesuaikan beragam konten di umpan mereka, alih-alih menghapus atau mengganti konten di umpan sepenuhnya,” tulis TikTok dalam blog resminya, dikutip MPN Indonesia pada Senin (24/11).

Kontrol Tambahan di Manage Topics

AIGC menjadi bagian dari perluasan fitur di menu Manage Topics, yang sebelumnya memungkinkan pengguna memilih lebih dari 10 kategori seperti tari, olahraga, serta makanan dan minuman.

Sama seperti pengaturan kategori lainnya, slider AIGC memberi fleksibilitas penuh bagi pengguna untuk mengatur eksposur konten AI sesuai kebutuhan.

Selain AIGC, TikTok juga memperkenalkan Smart Filter Keywords, yakni fitur penyaring kata kunci berbasis AI.

Saat pengguna memblokir satu kata, sistem akan otomatis menyaring sinonimnya.

Sebagai contoh, ketika pengguna memblokir kata “remodeling”, TikTok juga akan menyaring kata “renovation” dan kata-kata serupa.

Fitur ini memberikan lapisan kontrol tambahan terhadap jenis konten yang muncul di FYP.

TikTok turut menyediakan panduan edukasi agar pengguna dapat memahami dan memanfaatkan fitur-fitur baru ini secara optimal.

Baca Juga:  Google Chrome Ketar-ketir! OpenAI Resmi Rilis ChatGPT Atlas

Penandaan dan Deteksi Konten AI

TikTok mencatat bahwa lebih dari 1,3 miliar video di platform mereka saat ini telah diberi label sebagai konten AI.

Namun, perusahaan mengakui bahwa sistem deteksi konten buatan AI masih belum sepenuhnya akurat.

Untuk meningkatkan akurasi, TikTok memakai sistem watermarking bernama Content Credentials, yang menambahkan metadata pada konten AI.

Meski begitu, efektivitasnya menurun jika video telah diedit di aplikasi lain atau dibagikan ulang di platform berbeda.

Sebagai langkah lanjutan, TikTok akan menguji watermark tak terlihat yang hanya dapat dibaca oleh sistem internal TikTok.

Teknologi ini dirancang untuk memberi perlindungan tambahan terhadap penyebaran konten AI tanpa identifikasi yang tepat.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending