Connect with us

Teknologi

Google Chrome Ketar-ketir! OpenAI Resmi Rilis ChatGPT Atlas

OpenAI resmi meluncurkan ChatGPT Atlas. Sudah bisa diakses global mulai 22 Oktober 2025.

Logompn

Published

on

Google chrome ketar ketir! openai resmi rilis chatgpt atlas
ChatGPT Atlas. Gambar: The Strait Times

MPN Indonesia 22 Oktober 2025 - OpenAI resmi meluncurkan ChatGPT Atlas, sebuah browser web berbasis kecerdasan buatan, pada Selasa (21/10) waktu Amerika Serikat.

Browser ini menjadi produk terbaru perusahaan teknologi tersebut dalam memperluas ekosistem ChatGPT dan kini digadang-gadang sebagai pesaing langsung Google Chrome.

ChatGPT Atlas sudah dapat diakses secara global mulai Rabu (22/10) oleh pengguna macOS.

Sementara versi untuk Windows, iOS, dan Android akan menyusul dalam waktu dekat.

Peluncuran ini diklaim menghadirkan cara baru berinteraksi dengan internet melalui sistem obrolan langsung dalam browser.

“ChatGPT Atlas, sebuah peramban baru yang dikembangkan dari ChatGPT sebagai inti,” tulis OpenAI dalam pengumuman resminya, dikutip MPN Indonesia, Rabu (22/10).

Menurut CEO OpenAI Sam Altman, pengalaman berinteraksi langsung ini memungkinkan pengguna melakukan pencarian secara natural, tanpa perlu berpindah situs.

Fitur Utama dan Tampilan Antarmuka

ChatGPT Atlas merupakan browser bertenaga AI yang sepenuhnya menggunakan sistem ChatGPT.

Saat diunduh, Atlas memiliki ikon berwarna biru tua dengan tanda panah putih ke atas.

Antarmukanya menyerupai ChatGPT, dengan kolom percakapan utama sebagai pusat interaksi.

Beberapa fitur utama dalam browser ini meliputi:

  • Sidecar Panel: Chatbot yang berada di sisi layar dan memberikan konteks otomatis atas konten di layar pengguna.
  • Mode Agen (Agent Mode): AI dapat menyelesaikan tugas otomatis seperti memesan restoran, tiket, atau mengedit dokumen. Fitur ini eksklusif untuk pengguna ChatGPT Plus, Pro, dan Bisnis.
  • Riwayat Pencarian (Memories): ChatGPT mencatat aktivitas browsing dan menggunakan informasi tersebut untuk menyajikan hasil pencarian yang lebih personal.
  • Tab Pencarian dan Rekomendasi: Memungkinkan pengguna berpindah topik dan menerima saran konten atau riset berdasarkan riwayat sebelumnya.
  • Mode Incognito: Menghadirkan mode penjelajahan pribadi dengan antarmuka dominan hitam dan ikon topi serta kacamata.
Baca Juga:  Bocoran Bentuk Kacamata Pintar Samsung Galaxy, Ramping dan Elegan Abis!

OpenAI menyatakan bahwa semua konten pengguna tidak digunakan untuk pelatihan model secara default.

Namun, jika fitur pelatihan diaktifkan di akun ChatGPT, maka fitur tersebut juga akan aktif di Atlas secara otomatis.

Interaksi Pengguna dan Personalisasi

Atlas menawarkan pengalaman berbeda dari browser tradisional. Pengguna dapat langsung berinteraksi dengan bot di kolom pencarian, tanpa harus mengakses situs ChatGPT terlebih dahulu. Selain itu, pengguna diberi pilihan untuk:

  • Mengimpor data pencarian dari Chrome atau Safari.
  • Menjadikan Atlas sebagai browser utama.
  • Mengatur kontrol visibilitas halaman web, termasuk menonaktifkan akses ChatGPT terhadap konten tertentu.

Fitur rekomendasi personal juga memungkinkan Atlas menyarankan topik lanjutan, ide baru, hingga mengakses ulang situs yang sudah dikunjungi.

Pengguna dapat menonaktifkan fitur ini kapan saja.

“Kami memperkenalkan kontrol orang tua baru di Atlas, termasuk opsi bagi orang tua untuk menonaktifkan fitur memori (riwayat) peramban dan mode agen di Atlas,” jelas OpenAI.

Teknologi Pendukung dan Persaingan

Atlas kemungkinan besar berjalan di atas mesin Chromium, sebagaimana digunakan Google Chrome, Microsoft Edge, dan Opera.

Hal ini memungkinkan kompatibilitas lebih luas dengan situs web yang umum digunakan pengguna.

Dalam demonstrasi langsung, pimpinan teknik OpenAI untuk ChatGPT Atlas, Ben Goodger, menjelaskan bahwa ChatGPT menjadi inti sistem.

“ChatGPT adalah inti dari peramban pertama perusahaan ini,” ujarnya.

Sementara itu, pimpinan produk OpenAI, Adam Fry, menambahkan bahwa fitur sidecar memberikan pengalaman lebih lancar dibanding metode lama menyalin-tempel data ke ChatGPT.

OpenAI bukan satu-satunya perusahaan teknologi yang mengembangkan browser AI.

Beberapa startup seperti Perplexity (dengan Comet) dan The Browser Company (dengan Dia), serta raksasa seperti Google dan Microsoft, juga menghadirkan pembaruan pada Chrome dan Edge berbasis kecerdasan buatan.

Baca Juga:  WhatsApp Web Error dan Tak Sinkron, Begini Cara Biar Kembali Normal

Namun, versi awal agen AI dari berbagai perusahaan masih memiliki keterbatasan.

Meski dapat menjalankan tugas sederhana, otomatisasi untuk masalah yang kompleks masih belum optimal.

Dengan peluncuran ini, OpenAI memperkuat posisinya dalam pasar teknologi browser dan kecerdasan buatan, membawa ChatGPT dari platform chatbot menjadi sistem eksplorasi web yang menyeluruh melalui Atlas.

(AKM/NID/RAD)

Trending