Connect with us

Berita

Update Longsor-Banjir Sumatra Utara, 5 Warga Sibolga Meninggal Dunia

Banjir dan longsor melanda tujuh wilayah di Sumatra Utara sejak 22–25 November, menyebabkan 10 korban tewas, puluhan luka, dan ratusan mengungsi.

Logompn

Published

on

Update longsor banjir sibolga, 5 meninggal dunia dan 4 lainnya masih hilang
Update Longsor-Banjir Sibolga, 5 Meninggal Dunia dan 4 Lainnya Masih Hilang. Gambar : Facebook/Polres Tapanuli Tengah

MPN Indonesia 26 November 2025 - Bencana banjir dan longsor melanda tujuh wilayah di Sumatra Utara sejak Sabtu (22/11) hingga Selasa (25/11) malam.

Hujan deras mengakibatkan luapan sungai dan longsor di sejumlah titik.

Berdasarkan data BPBD Sumatra Utara, bencana tersebut mengakibatkan sepuluh korban meninggal dunia, puluhan luka-luka, serta sejumlah warga masih dalam pencarian.

Wilayah Terdampak dan Korban Jiwa

Dua daerah terparah berada di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Di Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, Tapteng, empat warga ditemukan meninggal dunia akibat tertimbun longsor saat berada di dalam rumah.

Mereka adalah Dewi Hutabarat (ibu rumah tangga), Tio Arta Rouli Lumbantobing (anak), Vania Aurora Lumbantobing (anak), dan Ilona Lumbantobing (anak).

Di Kecamatan Batangtoru, Tapsel, satu korban meninggal atas nama Tika, warga Desa Hapesong Baru.

Korban tertimpa longsor yang merusak rumah di Parsariran, Desa Hapesong Baru.

Sementara itu di Kota Sibolga, longsor terjadi di enam titik dan menyebabkan lima warga meninggal dunia.

Empat korban lainnya masih dalam pencarian karena tertimbun material longsor.

Warga Luka dan Pengungsi

Banjir bandang di Tapsel mengakibatkan 34 warga mengalami luka-luka.

Mereka berasal dari Desa Garoga, Desa Aek Ngadol, Desa Hutagodang, Desa Batuhoring, Desa Hapesong Baru, serta Kampung Suka Maju Benteng di Kecamatan Batangtoru.

Korban luka dirawat seadanya di lokasi, sementara posko dan dapur umum didirikan di Desa Batu Hula yang dinilai lebih aman.

Di Kabupaten Mandailing Natal, banjir merendam ratusan rumah di Kecamatan Muara Batang Gadis dan memaksa 400 warga mengungsi.

Baca Juga:  Prabowo Ingin Kirim Siswa Kedinasan Turun ke Lokasi Bantu Korban Bencana Sumatra

Daerah Lain yang Terdampak

Banjir dan longsor juga terjadi di beberapa wilayah lain di Sumatra Utara.

Di Tapanuli Utara, tepatnya Desa Sitolubahal dan Desa Robean, Kecamatan Purbatua, luapan Sungai Aek Mahassan merendam sekitar 60 rumah.

Dua titik longsor turut menimpa dua rumah dan menyebabkan satu keluarga luka-luka.

Di Kota Gunungsitoli, longsor terjadi pada Senin (24/11) pukul 01.00 WIB di Jalan Nias Tengah Km 12 Desa Hiligodu Ombolata, Gunungsitoli Selatan, serta di Dusun II Desa Samasi, Gunungsitoli Idanoi.

Material longsor menutup jalan sepanjang 25 meter dan merusak sejumlah rumah.

Di Nias Selatan, longsor mengganggu akses jalan di Kecamatan Hilimegai, merusak satu rumah di Kecamatan Fanayama, dan menghambat jalan di Kecamatan Onolalu. Tidak ada laporan korban jiwa dari wilayah ini.

Upaya Penanganan dan Bantuan

Kepala BPBD Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih, menyampaikan bahwa pihaknya telah melaporkan bencana alam ini ke BNPB dan mengirimkan personel serta tenda lapangan ke wilayah terdampak.

Dari pihak kepolisian, Kepala Biro Operasi Polda Sumut Komisaris Besar Victor Togi Tambunan menyatakan bahwa empat satuan setingkat kompi Brimob diterjunkan ke berbagai lokasi untuk membantu evakuasi, pencarian korban, serta pengaturan lalu lintas.

Tim medis, tim telematika, dan personel Samapta juga dikerahkan untuk memperkuat layanan kesehatan, pendataan, dan komunikasi di lapangan.

Situasi di berbagai wilayah terdampak masih dalam penanganan, dengan proses pencarian korban dan distribusi bantuan yang terus berjalan.

(AKM/NID/RAD)

Trending