Connect with us

Berita

Viral Dugaan Kasus Perundungan di SMPN 9 Tangsel, Pihak Sekolah Tegaskan Bukan Siswa Mereka

Video dugaan perundungan pelajar perempuan di Tangerang Selatan viral di media sosial. SMPN 9 Tangsel menegaskan pelaku dalam video bukan siswanya dan meminta penyebar informasi segera memberi klarifikasi.

Logompn

Published

on

Viral dugaan kasus perundungan di smpn 9 tangsel, pihak sekolah tegaskan bukan siswa mereka
Ilustrasi Bullying. Gambar : Ilustrasi Canva

Banten, MPN Indonesia 27 November 2025 - Video dugaan perundungan yang melibatkan sekelompok pelajar perempuan di Tangerang Selatan, Banten viral setelah diunggah akun Instagram @sukmawati6279 pada Senin (24/11).

Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa pelaku merupakan siswa SMPN 9 Tangerang Selatan dan peristiwa terjadi di Gang Sahlan, dekat SMP Dwiputra.

Akun itu menuliskan bahwa kejadian bermula dari perundungan terhadap siswi SMP Dolang, kemudian pelaku dijebak dan dikeroyok oleh kelompok lain.

“Ngakunya anak SMPN 9 ini. Kejadian anak-anak cewek di SMP Dolang dibuli… yang ngebuli dijebak lalu dikeroyok di Gang Sahlan dekat SMP Dwiputra. Tolong diusut, takutnya anak itu digebukin di tempat lain,” tulis akun tersebut, dikutip MPN Indonesia pada Kamis (27/11).

Klarifikasi SMPN 9 Tangerang Selatan

Menanggapi informasi yang beredar, Plt Kepala SMPN 9 Tangsel, H. Yanto, memberikan klarifikasi tegas bahwa pelaku dalam video tersebut bukan siswa sekolahnya.

“Itu bukan siswa-siswa kami dan tempatnya juga bukan di SMP Negeri 9,” ujar Yanto kepada wartawan di kantornya, Rabu (26/11) pagi.

Yanto menjelaskan bahwa pihak sekolah langsung melakukan pengecekan internal pada hari yang sama ketika video itu viral.

Pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh siswa dan wali kelas.

“Kami cek internal, mulai dari wali kelas hingga seluruh siswa. Saya pastikan itu bukan SMP Negeri 9. Tidak ada kejadian seperti yang disebutkan,” katanya.

Edukasi Antiperundungan dan Evaluasi Informasi Publik

Dalam pernyataannya, Yanto menegaskan bahwa sekolah rutin memberikan edukasi antiperundungan kepada siswa.

Setiap pagi, sebelum pelajaran dimulai, guru mata pelajaran pertama diminta memberikan edukasi selama 10 menit mengenai bullying, kekerasan seksual, intoleransi, dan hoaks.

Baca Juga:  Betrand Peto Bantah Adanya Kontak Fisik dengan Wanita: Aku Pun Ga Tau Mereka Sama Sekali

“Setiap hari sebelum pelajaran dimulai, guru jam pertama kami minta menyampaikan edukasi 10 menit tentang bullying, kekerasan seksual, intoleransi, dan hoaks. Ini bagian dari tugas pendidikan,” jelasnya.

Yanto juga menilai bahwa masyarakat terlalu mudah mempercayai potongan video tanpa memahami konteksnya secara utuh.

Ia menyayangkan penyebutan nama SMPN 9 dalam narasi yang beredar tanpa bukti yang jelas.

Pihak sekolah telah memberikan tenggat waktu kepada penyebar video untuk memberikan klarifikasi.

“Kami tunggu sampai jam 12 siang ini. Jika tidak ada klarifikasi, kami akan laporkan ke kepolisian,” tegas Yanto.

Kondisi Sekolah Tetap Kondusif

Yanto memastikan situasi sekolah dan siswa tetap dalam kondisi aman dan kondusif.

“Di sini anak-anak baik-baik, suasana nyaman. Kami terus memastikan sekolah menjadi tempat yang aman,” pungkasnya.

Pihak sekolah berharap masyarakat lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang merugikan pihak tertentu.

(AKM/NID/RAD)

Trending