Connect with us

Politik

Prabowo Bentuk Satgas Khusus untuk Bangun 300 Ribu Jembatan di Seluruh Pelosok RI

Presiden Prabowo membentuk Satgas Khusus Darurat Jembatan untuk membangun 300 ribu jembatan di pelosok Indonesia.

Logompn

Published

on

Prabowo bentuk satgas khusus untuk bangun 300 jembatan di seluruh pelosok ri
Prabowo Bentuk Satgas Khusus untuk Bangun 300 Jembatan di Seluruh Pelosok RI. Gambar: YouTube/Kemdikdasmen

MPN Indonesia 29 November 2025 - Presiden Prabowo Subianto membentuk Satuan Tugas Khusus Darurat Jembatan sebagai bagian dari kebijakan pemerintah untuk meningkatkan aksesibilitas infrastruktur di wilayah terpencil.

Satgas ini ditugaskan membangun 300 ribu jembatan di seluruh pelosok Indonesia.

Pembentukan Satgas diumumkan Prabowo dalam peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena, kawasan GBK, Jakarta, pada Jumat (28/11).

Dalam acara tersebut, ditayangkan cuplikan video yang memperlihatkan anak-anak di daerah terpencil terpaksa menyeberangi sungai atau melewati jembatan tidak layak untuk menuju sekolah.

“Saya sudah bentuk Satuan Tugas Khusus Darurat Jembatan. Kita butuh membangun 300 ribu jembatan di seluruh pelosok-pelosok yang terpencil. Ada yang kecil, ada yang penyeberangan. Ini sedang kita rancang, Anak-anakku. Saya sedang bekerja, mudah-mudahan tahun depan semua jembatan bisa berdiri,” kata Prabowo, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube Kemdikdasmen, Sabtu (29/11).

Satgas Libatkan mahasiswa teknik, TNI, dan Brimob

Untuk mendukung pelaksanaan kebijakan publik tersebut, Prabowo meminta Menteri Pendidikan, Riset, dan Teknologi Brian Yuliarto mengerahkan mahasiswa teknik sipil ke desa-desa guna membantu perencanaan dan pembangunan jembatan.

Selain itu, Prabowo juga meminta keterlibatan TNI dan Brimob dalam proses pembangunan di lapangan.

“Saya juga minta polisi juga turun. Saya minta itu kompi-kompi Brimob, terjunkan, bantu rakyat di desa-desa untuk atasi ini. Masalah jembatan ini menjadi prioritas karena saya tidak rela anak-anak seperti itu tiap hari mempertaruhkan nyawanya untuk ke sekolah,” ujar Prabowo.

Prabowo juga menyerukan agar para elite nasional memperhatikan kondisi nyata masyarakat di pelosok, dan tidak hanya memberikan wacana atau kritik tanpa tindakan konkret.

Ia menegaskan pentingnya kerja nyata dalam menyelesaikan persoalan infrastruktur seperti jembatan.

Baca Juga:  Resmi! Presiden Prabowo Tetapkan Penambahan Jam Olahraga di Sekolah

“Jadi, hei elit-elit di Jakarta, hei kelompok orang pintar, lihat rakyatmu, kita atasi itu tidak dengan wacana, tidak dengan teori, tidak dengan gagasan, tidak dengan hardik-menghardik, tidak dengan maki-memaki, tidak ngenyek,” katanya.

Lebih lanjut, Prabowo mengingatkan bahwa pembangunan jembatan membutuhkan sumber daya dan pembiayaan yang tidak sedikit, namun tetap harus dijalankan demi kepentingan rakyat.

“Kita harus atasi jembatan itu dengan kerja nyata, pikiran nyata. Dan tiap jembatan bagaimanapun butuh sumber daya, butuh uang, ini sedang tambah lagi pusing Purbaya. Nggak apa-apa, Purbaya. Pusingmu mulia untuk rakyat. Aku lihat kau belum botak, jadi masih kuat, kau,” ujar Prabowo.

(AKM/NID/RAD)

Trending