Connect with us

Viral

Imbas Jembatan Putus, Warga Tapanuli Selatan Terpaksa Sebrangi Sungai dengan Kabel Listrik

Dalam sebuah unggahan di TikTok, warga di Tapanuli Selatan, Sumut, terpaksa menyeberangi sungai dengan bergelantungan pada kabel listrik karena jembatan terputus.

Logompn

Published

on

Warga tapanuli selatan terpaksa sebrangi sungai dengan kabel listrik imbas jembatan putus
Warga Tapanuli Selatan Terpaksa Sebrangi Sungai dengan Kabel Listrik Imbas Jembatan Putus | Gambar: Kolase TikTok/@diskisrg

MPN Indonesia 29 November 2025 - Warga di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara (Sumut), terpaksa menyeberangi sungai dengan bergelantungan pada kabel listrik.

Peristiwa ini terjadi menyusul ambruknya jembatan penghubung akibat bencana alam yang tengah melanda wilayah Sumatra.

Dalam video TikTok yang diunggah akun @diskisrg, tampak dua warga mempertaruhkan nyawa saat menyebrangi sungai dengan bergelantungan di kabel listrik.

Berdasarkan pantauan MPN Indonesia dari video tersebut, tampak seorang pria membantu seorang anak perempuan menyeberang sungai berarus deras dengan bergantung pada kabel listrik yang tersisa.

Sungai yang biasanya dangkal berubah menjadi lautan lumpur kecokelatan dengan arus deras menghantam dari hulu.

Reruntuhan beton dan kabel yang menggantung menjadi satu-satunya sisa infrastruktur jembatan yang dimanfaatkan warga untuk menyebrang.

Sementara itu, di seberang sungai tampak sejumlah warga membantu menarik tali agar kedua penyebrang tersebut bisa sampai ke tepi dengan selamat.

222 Warga jadi Korban Bencana Sumut

Kondisi yang terjadi di Tapanuli Selatan merupakan salah satu dari bencana hidrometeorologi besar yang melanda hampir setengah wilayah di Sumut dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan laporan Polda Sumut hingga Kamis (27/11), sebanyak 367 kejadian bencana banjir hingga longsor tercatat terjadi di 20 kabupaten/kota.

Kejadian tersebut meliputi banjir sebanyak 214 kasus, tanah longsor sebanyak 135 kasus, pohon tumbang 16 kasus, dan angin puting beliung 2 kasus.

Akibat peristiwa tersebut, tercatat 222 warga menjadi korban dengan rincian 62 orang meninggal dunia, 13 mengalami luka berat, 82 luka ringan, sementara 65 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Tak hanya itu, 9.845 warga terpaksa juga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman karena adanya kerusakan di sejumlah wilayah.

Baca Juga:  Heboh! Pria di Sulsel Nikahi Mertua usai Menghamili, Istri Diceraikan

“Korban paling banyak tercatat di wilayah Polres Sibolga, Tapanuli Selatan, dan Humbahas. Kapolda telah menginstruksikan percepatan pencarian korban hilang dan penanganan daerah terisolasi,” ungkap Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Media Polri, Sabtu (29/11).

(AKM/NID/RAD)

Trending