Connect with us

Viral

Viral! Penampakan Lautan Gelondongan Kayu di Pantai Parkit usai Banjir

Banjir dan longsor besar di Sumatra Barat menyebabkan ribuan kayu gelondongan terbawa ke Pantai Parkit, Kota Padang.

Logompn

Published

on

Viral! penampakan lautan gelondongan kayu di pantai parkit usai banjir
Viral! Penampakan Lautan Gelondongan Kayu di Pantai Parkit usai Banjir. Gambar : Kolase Tangkapan Layar TikTok/@sarumpuninsight

MPN Indonesia 30 November 2025 - Banjir dan longsor besar yang melanda Sumatra Barat pada akhir November 2025 menimbulkan dampak lanjutan berupa timbunan kayu gelondongan di pesisir, terutama di Pantai Parkit, Air Tawar, Kota Padang.

Bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi periode (22-27/11) menyebabkan luapan air dan material longsoran dari hulu menuju hilir, membawa serta kayu dan sampah dalam jumlah besar.

Material tersebut akhirnya menumpuk di kawasan Mura dan sepanjang Pantai Parkit.

Kondisi ini terlihat dalam unggahan video akun TikTok @sarumpuninsight pada Jumat (28/11), yang kemudian memicu reaksi keras dari masyarakat di media sosial.

Beberapa komentar menyoroti kemungkinan kerusakan hutan sebagai penyebab utama.

“Alam memang hebat, langsung dipertontonkan barang buktinya,” tulis akun @lourenamutiara***** dalam kolom komentar, dikutip MPN Indonesia pada Sabtu (29/11).

“Kayu sebanyak itu, hutannya segundul apa,” tulis akun @mandorkesian***.

Akun @mi*** menambahkan, “Perusahaan mana itu yang punya gelondong-gelondongan kayu? Suruh mereka lakukan reboisasi… perusahaan juga harus ganti kerusakan rumah warga.”

Dugaan Penebangan Liar dan Distribusi Ilegal

Tumpukan kayu yang hanyut terbawa banjir diduga tidak berasal dari pohon tumbang alami semata.

Temuan relawan dan aparat menunjukkan indikasi bahwa kayu tersebut terkait aktivitas penebangan liar yang berjalan terorganisasi.

Kayu-kayu itu diduga merupakan bagian dari proses pencucian kayu untuk menyamarkan asal-usul hasil tebangan ilegal.

Aktivitas terstruktur ini menunjukkan adanya rantai distribusi yang sistematis di kawasan hutan Sumatra Barat.

Dugaan tersebut sejalan dengan langkah Kementerian Kehutanan beberapa tahun lalu yang sempat menghentikan seluruh izin pemanfaatan hasil hutan di sejumlah wilayah setelah menemukan pola permainan kelompok tertentu dalam pengendalian distribusi kayu, mulai dari penebangan hingga pemasaran.

Kerusakan Ekologis dan Dampaknya

Penebangan liar tanpa kendali mengakibatkan hilangnya daerah resapan, memperparah erosi lereng, dan mengurangi kemampuan tanah menyerap air.

Baca Juga:  Abu Vulkanik Belum Bersih, Penutupan Bandara Maumere Diperpanjang hingga 21 Juni 2025

Ketika hujan deras turun, tidak ada lagi penghalang alami untuk menahan limpasan air ke permukiman.

Kerusakan diperburuk oleh penyimpangan dalam perizinan, ketika dokumen pengawasan hutan dimanipulasi untuk kepentingan kelompok-kelompok tertentu.

Akibatnya, kawasan konservasi ikut digarap dan area penyangga ekologis dieksploitasi.

Dampak bencana alam kemudian merembet pada kerusakan rumah warga, infrastruktur, hingga terputusnya akses antarwilayah.

Meski kerugian materi belum dihitung secara rinci, kerusakan ekologis diperkirakan jauh lebih sulit dipulihkan.

(AKM/NID/RAD)

Trending