Connect with us

Berita

Update Korban Banjir-Longsor di Aceh: 96 Jiwa Meninggal Dunia, 113 Orang Hilang

BNPB dan Pemerintah Aceh melaporkan 96 warga meninggal dan 113 hilang akibat banjir dan longsor. Sebanyak 18 kabupaten/kota terdampak, akses darat terputus, dan puluhan fasilitas rusak. Upaya evakuasi dan distribusi logistik terus dilakukan.

Logompn

Published

on

Update korban banjir longsor di aceh 96 jiwa meninggal dunia, 113 orang hilang
Ilustrasi Banjir. Gambar : Ilustrasi Canva

Aceh, MPN Indonesia 1 Desember 2025 - Sebanyak 96 warga Aceh dilaporkan meninggal dunia dan 113 orang masih dinyatakan hilang akibat banjir dan longsor yang melanda berbagai wilayah hingga Minggu (30/11).

Data ini disampaikan melalui rapat koordinasi BNPB bersama Pemerintah Provinsi Aceh di Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh.

“Per hari ini Aceh, Aceh korban jiwa jadi 96 dan 75 hilang ya,” ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers, Minggu (30/11).

Namun, Sekda Aceh M. Nasir Syamaun menjelaskan bahwa jumlah warga hilang telah diperbarui menjadi 113 orang pada sore hari di tanggal yang sama.

Bencana alam ini berdampak pada 11 kabupaten/kota yang mencatat korban jiwa, sementara total wilayah terdampak mencapai 18 kabupaten/kota di Aceh.

Wilayah Terdampak dan Akses Darat Terputus

Wilayah terdampak yang mencatat korban jiwa meliputi Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tenggara, Banda Aceh, Lhokseumawe, Langsa, dan Aceh Selatan.

Secara keseluruhan, terdapat 18 kabupaten/kota yang terdampak oleh banjir dan longsor ini.

Sejumlah daerah masih terisolasi karena akses darat terputus akibat jembatan rusak dan jalan nasional yang tidak dapat dilalui.

Akses yang terganggu meliputi jalur Sumatera Utara-Aceh Tamiang, Banda Aceh-Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang, Gayo Lues-Aceh Tenggara, jalur nasional Bireuen-Takengon di Aceh Tengah, serta jalur Bener Meriah-Aceh Tengah-Bireuen.

Akses menuju Subulussalam, Aceh Singkil, dan Aceh Selatan juga belum pulih sepenuhnya akibat genangan banjir.

Proses Evakuasi dan Distribusi Bantuan

Sekda Aceh M. Nasir Syamaun menyampaikan bahwa tim SAR gabungan terus berupaya menjangkau daerah yang masih terisolasi.

Baca Juga:  HUT RI di Gunung Bawakaraeng Berujung Duka, 1 Pendaki Tewas

“Tim masih bekerja keras untuk menjangkau titik-titik terisolasi tersebut,” jelasnya.

Distribusi bantuan logistik dilakukan melalui jalur udara, laut, dan darat.

Hingga saat ini, sebanyak 27 ton logistik telah dikirim ke Aceh Utara, Aceh Timur, dan Langsa.

Bantuan tersebut berasal dari BPBA, Dinsos, SIM, Presiden, Kemenag, dan berbagai lembaga lainnya.

Perbaikan jalur transportasi terus diupayakan. Salah satu prioritas adalah pembangunan Jembatan Bailey di jalur nasional Bireuen-Aceh Utara yang ditargetkan selesai dalam tiga hingga empat hari.

Kerusakan Fasilitas Umum

Banjir dan longsor juga menyebabkan kerusakan fasilitas publik. Tercatat 10 kantor, 19 tempat ibadah, 15 sekolah, dan satu pondok pesantren rusak akibat bencana.

Status Bencana dan Perkembangan Terkini

Terkait kemungkinan penetapan status bencana nasional, Sekda Aceh M. Nasir menyebut keputusan tersebut berada di pemerintah pusat.

“Kalau nanti dianggap bencana nasional, kita berharap segera ditetapkan supaya akses bantuan dan penanganan semakin terbuka,” tuturnya.

Sementara itu, wilayah Langsa yang sebelumnya sempat terputus komunikasi kini sudah dapat diakses.

“Langsa yang kemarin ramai di medsos yang tidak bisa dihubungi, sekarang sudah bisa dihubungi. Dan ternyata di sana tidak ada korban jiwa ya,” pungkasnya.

Pemerintah memastikan bahwa proses pendataan lanjutan serta upaya penyelamatan masih terus berlangsung mengingat jumlah korban dan pengungsi berpotensi bertambah.

(AKM/NID/RAD)

Trending