Connect with us

Internasional

Kepala Daerah Dicopot usai Banjir di Thailand Tewaskan 162 Orang

Sebanyak 162 orang dilaporkan tewas akibat banjir bandang yang melanda Thailand pada Minggu (30/11).

Logompn

Published

on

Kepala daerah dicopot usai banjir di thailand tewaskan 162 orang
Kepala Daerah Dicopot usai Banjir di Thailand Tewaskan 162 Orang | Gambar: Instagram/@inb_indratanurbayuaji

MPN Indonesia 1 Desember 2025 - Sebanyak 162 orang dilaporkan tewas akibat banjir bandang yang melanda Thailand pada Minggu (30/11).

Bencana alam ini disebut sebagai banjir terburuk dalam satu dekade terakhir.

Menyusul peristiwa tersebut, Nation Thailand menyebut bahwa Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mencopot Kepala Distrik Hat Yai, Eak Young-Apai Na Songkhla, karena tidak dapat dihubungi selama krisis banjir.

Pemecatan dilakukan oleh Departemen Administrasi Provinsi (DPA) setelah Eak dilaporkan terakhir terlihat pada Sabtu (22/11) dan tidak bisa dihubungi setelahnya.

Seluruh bawahan Eak juga mengaku tidak dapat berkomunikasi dengannya, menyebabkan tidak adanya koordinasi dan bantuan kepada korban banjir secara tepat waktu.

Selain kepala distrik, Kepala Kepolisian Hat Yai juga dipindahtugaskan.

Pemerintah mengklaim langkah ini sebagai bagian dari tanggung jawab dalam menangani dampak banjir dan kritik publik yang meningkat atas lambannya respons pemerintah terhadap bencana tersebut.

Klarifikasi Eak Young

Usai kabar pencopotan, Eak Young-Apai membantah telah meninggalkan posisinya saat krisis. Melalui unggahan Facebook ia menyatakan dirinya terisolasi akibat banjir setinggi tiga meter di wilayahnya.

“Saya tetap berada di wilayah setiap hari. Masalahnya adalah air banjir setinggi lebih dari tiga meter, dan tidak ada listrik, tidak ada sinyal ponsel, dan tidak ada internet. Saya tidak bisa menelepon dan tidak bisa keluar. Tapi saya tidak pernah meninggalkan masyarakat. Saya membantu mereka semampu saya,” katanya.

Namun, pemecatan Eak tak hanya sebatas keabsenanannya saat bencana.

Pemecatan Eak juga dikaitkan dengan dugaan pelanggaran hukum. Ia dituduh oleh Komisi Anti-Korupsi Nasional (NACC) menggunakan kendaraan dan tenaga kerja pemerintah untuk keperluan pribadi saat menjabat sebagai Kepala Distrik Nong Chik di Pattani.

Baca Juga:  Pesawat Militer Rusia AN-22 Jatuh Saat Uji Terbang, Seluruh Awak Dilaporkan Tewas

Curah Hujan Ekstrem Picu Banjir di Thailand

Banjir bandang di Thailand dipicu curah hujan ekstrem sebesar 630 milimeter selama tiga hari, dari 19 hingga 21 November di Provinsi Songkhla.

Banjir kali ini juga diperburuk oleh badai tropis serta dampak perubahan iklim yang menyebabkan pola hujan menjadi lebih intens dan tidak terduga.

Angka ini melampaui rekor banjir besar Hat Yai pada 2010 yang mencatat 428 milimeter dalam periode sama.

Sementara itu, di Kota Hat Yai, curah hujan tertinggi tercatat pada Jumat (28/11) sebesar 335 milimeter dalam satu hari, yang menjadi rekor dalam 300 tahun terakhir.

Pemerintah Setempat Akui Kesalahan

PM Anutin Charnvirakul mengakui adanya kekurangan dalam penanganan bencana.

Hal itu dilakukan usai ia mengaku telah mengunjungi daerah terdampak dan meminta maaf karena pemerintah tidak dapat mengurus dan melindungi mereka.

Wali Kota Hat Yai, Narongporn Na Phatthalung, juga mengaku salah dalam membaca situasi banjir.

“Saya dengan tulus meminta maaf kepada warga Hat Yai. Saya mengakui bahwa saya telah melakukan kesalahan dalam menangani situasi ini,” katanya, dikutip dari Reuters (28/11).

Pemerintah pun menetapkan kompensasi hingga 2 juta baht (sekitar Rp1 miliar) bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarga akibat banjir.

(ADN/NID/RAD)

Trending