Connect with us

Berita

Belum Makan 4 Hari, Warga Aceh Tamiang Bertahan Minum Air Banjir

Warga Aceh Tamiang belum menerima bantuan hingga 2 Desember setelah banjir bandang dan longsor melanda. Seorang warga, Irwan, mengungkap bahwa mereka terpaksa memakan sisa makanan dan meminum air banjir untuk bertahan hidup.

Logompn

Published

on

Belum makan 4 hari, warga aceh tamiang bertahan minum air banjir
Ilustrasi Banjir. Gambar : Pexel.com/Long Ba Mui

Aceh, MPN Indonesia 2 Desember 2025 - Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang membuat warga terdampak belum menerima bantuan logistik hingga Selasa (2/12).

Kondisi ini disampaikan oleh salah satu warga, Irwan, yang juga jurnalis Transmedia.

Ia melaporkan bahwa warga terpaksa bertahan hidup dalam situasi krisis selama beberapa hari terakhir tanpa makanan dan air bersih yang layak.

Bertahan Hidup dengan Sisa Makanan dan Air Banjir

Irwan mengungkap bahwa warga tidak memperoleh bantuan sejak awal bencana alam. Ia sendiri mengaku belum makan selama empat hari.

“Kami sudah 3-4 hari belum makan. Kalau mengenai bantuan sama sekali kami belum ada menerima. Apapun bantuan kami belum ada terima,” ujar Irwan, dikutip MPN Indonesia CNN Indonesia TV, Selasa (2/12).

Untuk bertahan hidup, warga mengambil makanan yang terbawa arus banjir, seperti mi instan yang ditemukan di lokasi.

Makanan tersebut kemudian dipanaskan dan dimakan bersama keluarga.

“Kami ambil seperti Indomie yang sudah basah. Kami panasi, kami rebus, kami makan,” kata Irwan.

Selain makanan, warga juga kekurangan air bersih. Mereka mengambil air dari genangan banjir, kemudian memanaskannya sebelum diminum.

“Kami sangat kehausan, untuk bertahan hidup, kami harus ambil air minum dari banjir itu. Kami panasi, kami minum bersama keluarga,” jelasnya.

Ketiadaan Bantuan dan Situasi Mendesak

Irwan menjelaskan bahwa beberapa hari sebelumnya masih ada swalayan yang beroperasi, namun kini stok barangnya telah habis sehingga warga semakin sulit mendapatkan kebutuhan pokok.

Hingga saat ini, ia menegaskan tidak ada bantuan yang diterima warga secara langsung, meskipun aparat kepolisian sempat mengunjungi wilayah tersebut.

Baca Juga:  Gempa M4,2 Guncang Kuta Selatan Bali, BMKG Pastikan Tak Ada Potensi Tsunami

“Karena sampai saat ini juga Bupati Aceh Tamiang belum terlihat. Kami mencari-cari bantuan, kami tidak tahu di mana. Tapi kemarin Kapolda Aceh ada datang ke Aceh Tamiang membawa bantuan tapi kami tidak dapat. Karena ini menyeluruh di Aceh Tamiang yang terkena, yang berdampak banjir ini,” pungkasnya.

Kondisi Darurat Masih Berlangsung

Situasi di Aceh Tamiang menunjukkan dampak bencana yang sangat berat.

Warga masih mengalami kekurangan makanan dan air bersih serta belum menerima distribusi bantuan beberapa hari setelah banjir bandang terjadi.

Hingga laporan ini disampaikan, kebutuhan mendesak masyarakat terdampak masih menunggu penanganan lebih lanjut.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending